Skip to main content

Penguasa Afrika


Dia adalah Al Malik Abu Thahir Yahya bin Al Malik Tamim bin Al Mu’iz bin Badis Al Himyari. Dia menjadi penguasa setelah ayahnya. Dia mengganti panglima perangnya. Dia menguasai benteng-benteng yang belum dikuasai oleh ayahnya. Dia seorang yang alim, banyak belajar, baik dan terpuji. Dia sangat dekat dengan para ulama.
Yahya meninggal secara tiba-tiba pada tahun 509 Hijriyyah setelah memerintah selama delapan tahun. Dia meninggalkan tiga puluh anak. Di antara putranya yang menjadi raja adalah Ali yang memerintah selama enam tahun sebelum akhirnya meninggal dunia. Mereka mengangkat putranya Al Hasan bin Ali ketika dia masih remaja. Selama dia memerintah, pasukan Eropa berhasil merebut Tripoli bagian barat pada tahun 541 H. Al Hasan dan keluarganya lari dari Al Mahdiyyah dan bergabung dengan Sultan Abdul Mukmin.
Terdapat tiga orang asing di tempat Yahya. Mereka mengaku sebagai ahli kimia. Yahya mendatangrkan mereka dan melepaskan mereka. Di sampingnya adalah panglima perangnya Ibrahim dan Asy-Syarif Abu Al Hasan. Salah seorang di antara mereka menghunuskan sebilah pisau. Dia memukul raja. Belum sampai membunuh, raja memasuki suatu ruangan dan menutupnya. Salah seorang di antara mereka berhasil membunuh Asy-Syarif. Ibrahim mengeluarkan pedang dan mengarahkan ke arah mereka. Orang-orang mamalik masuk dan membunuh ketiga orang tersebut. Mereka adalah pengikut Bathiniyyah. Aku mempunyai asumsi bahwa Amir Al Ubaidi memerintahkan mereka untuk melakukan pembunuhan.
------------
siyar alam an-nubala
pustakaazzam.com

Comments

Popular posts from this blog

Abu Hurairah

Dia adalah Abu Hurairah Ad-Dausi Al Yamani. Ada banyak pendapat mengenai nama aslinya, dan yang paling kuat adalah Abdurrahman bin Shakhar.  Gelarnya yang paling dikenal adalah Abu Hurairah (anak kucing). Abu Hurairah pernah berkata, “Aku dijuluki dengan sebutan Abu Hurairah karena ketika aku menemukan seekor anak kucing, aku memasukkannya ke dalam sakuku.” Dia seorang imam yang faqih, mujtahid, Al Hafizh, sahabat Rasulullah SAW, dan sayyidul huffazh yang telah mendapat pengakuan.

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Imam Adz-Dzahabi

cara-global.blogspot.com:  Nama dan Nasabnya             Syamsudin Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qaimaz bin Abdullah Adz-Dzahabi. Dia berasal dari keluarga Turkuman [1] , yang silsilahnya (bila diruntun) sampai kepada bani Tamim.             Ayahnya berprofesi sebagai pengerajin emas yang mahir dan ahli, hingga terkenal dengan sebutan Adz-Dzahabi (tukang emas). Dia juga menuntut ilmu dan mendengar Shahih Al Bukhari, taat beragama, dan rajin menunaikan shalat malam.