Skip to main content

Kutah


Dia adalah seorang syaikh, imam, hafizh, seorang ahli, ulama hadits dari Ashbahan Abu Mas’ud Abdul Jalil bin Muhammad bin Abdul Wahid Al Ashbahani Kutah. Dilahirkan pada tahun 476 H.
As-Sam’ani berkata, “Tatkala aku datang ke Ashbahan, dia tidak pernah keluar rumah kecuali untuk keperluan yang sangat penting. Gurunya Isma’il Al Hafizh meninggalkan dan melarangnya untuk datang ke majlisnya karena suatu masalah tentang sifat an-nuzul (turun) nya Allah SWT. Kutah berkata, ‘Sifat nuzul/turunnya Allah SWT adalah dengan Dzat-Nya, dan Isma’il menolak pendapatnya. Kemudian ia menyuruhnya pergi dari majlisnya, tetapi Kutah tidak menurutinya. Kutah meninggal dunia pada tahun 553 H’.”
Masalah sifat nuzulnya Allah SWT, maka beriman kepadanya adalah sebuah kewajiban, dan menjauhkan diri dari berpikir tentang bagaimana caranya itu lebih utama, dan itu adalah jalan para ulama salaf. Maka janganlah sekali-kali mengatakan sifat nuzul Allah adalah dengan dzat-Nya, karena hal itu akan memaksa orang untuk mentakwilkannya. Juga jangan mengatakan sifat nuzul-Nya dari langit dengan ilmu/pengetahuan saja. Kami berlindung kepada Allah dari upaya mengolok-olok agama.
Demikian juga terhadap firman Allah, éû  êû “Dan datanglah Tuhanmu.” (Qs. Al Fajr [89]: 22) dan ayat serupa dengannya. Kami katakan bahwa Allah SWT datang dan turun. Kami melarang untuk mengatakan Allah SWT akan turun dengan dzat-Nya, atau Allah SWT turun dengan ilmu-Nya. Kami lebih mengutamakan diam dan tidak akan melangkahi Rasulullah SAW dengan kata-kata bid’ah. Wallahu A’lam.

Comments

Popular posts from this blog

Abu Hurairah

Dia adalah Abu Hurairah Ad-Dausi Al Yamani. Ada banyak pendapat mengenai nama aslinya, dan yang paling kuat adalah Abdurrahman bin Shakhar.  Gelarnya yang paling dikenal adalah Abu Hurairah (anak kucing). Abu Hurairah pernah berkata, “Aku dijuluki dengan sebutan Abu Hurairah karena ketika aku menemukan seekor anak kucing, aku memasukkannya ke dalam sakuku.” Dia seorang imam yang faqih, mujtahid, Al Hafizh, sahabat Rasulullah SAW, dan sayyidul huffazh yang telah mendapat pengakuan.

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Imam Adz-Dzahabi

cara-global.blogspot.com:  Nama dan Nasabnya             Syamsudin Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qaimaz bin Abdullah Adz-Dzahabi. Dia berasal dari keluarga Turkuman [1] , yang silsilahnya (bila diruntun) sampai kepada bani Tamim.             Ayahnya berprofesi sebagai pengerajin emas yang mahir dan ahli, hingga terkenal dengan sebutan Adz-Dzahabi (tukang emas). Dia juga menuntut ilmu dan mendengar Shahih Al Bukhari, taat beragama, dan rajin menunaikan shalat malam.