Skip to main content

Abu Tsa’labah Al Khusyani

Dia adalah sahabat Nabi SAW dan lebih dikenal dengan julukannya karena nama aslinya masih diperdebatkan.

Abu Tsa’labah berkata, “Aku datang kepada Nabi SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, tuliskan untukku akta tanah ini dan itu di Syam’. Dikarenakan Nabi SAW tidak memahami dengan jelas maksud perkataannya itu, maka beliau bersabda, ‘Apakah kalian tidak mendengar perkataan Abu Tsa’labah ini?’ Abu Tsa’labah lalu berkata, ‘Demi Dzat yang jiwaku berada dalam tangan-Nya, engkau akan mengetahuinya’. Nabi SAW kemudian menuliskannya untukku.” 

Diriwayatkan dari Ismail bin Ubaidullah, dia berkata, “Ketika Abu Al Khusyani dan Ka’ab duduk di antara kami, tiba-tiba Abu Tsa’labah berkata, ‘Hai Abu Ishaq, tidaklah seorang hamba menghabiskan hidupnya untuk beribadah kepada Allah, kecuali Allah akan memenuhi segala kebutuhan hidupnya’.”
Ka’ab berkata, “Dalam kitab Allah yang diturunkan itu ada ayat yang mengatakan bahwa orang yang menjadikan kegelisahannya menjadi satu kemudian mengalihkannya dengan beribadah kepada Allah, maka Allah akan menghilangkan kegelisahannya itu, langit dan bumi akan menjaminnya, rezekinya ditanggung oleh Allah, dan amal perbuatannya untuk dirinya sendiri. Namun jika seseorang menyebarkan kegelisahannya lalu merasa gelisah di setiap lembah, maka Allah tidak akan mempedulikan dirinya di mana dia binasa.”

Menurut aku, mencari rezeki (bekerja) termasuk ibadah, apalagi untuk orang yang mempunyai tanggungan keluarga, karena Nabi SAW bersabda, 

“Sesungguhnya sebaik-baik harta yang dimakan seseorang adalah harta yang berasal dari hasil jerih payah tangannya sendiri.”

Adapun orang yang patah semangat karena alasan kelemahannya atau karena alasan tipu daya, maka Allah akan memberikan bagian rezekinya.

Khalid Muhammad Al Kindi —ayah Ahmad bin Khalid Al Wahbi— mendengar Abu Zahrah berkata: Aku mendengar Abu Zahiriyah berkata: Aku mendengar Abu Tsa’labah berkata, ‘Aku pernah memohon kepada Allah agar tidak mencekikku sebagaimana aku melihat kalian tercekik’.”

Ketika Abu Tsa’labah shalat pada sepertiga malam terakhir, dia meninggal dunia ketika sedang sujud. Ketika itu anak perempuannya bermimpi bahwa ayahnya telah meninggal dunia, maka dia langsung bangun lalu memanggil ibunya, lantas bertanya, “Di mana Ayahku?” Ibunya lalu menjawab, “Dia sedang di mushalla.” Putrinya kemudian memanggil ayahnya, namun dia tak kunjung menjawab. Putrinya lalu datang untuk membangunkan Abu Tsa’labah, tapi ketika itu Abu Tsa’labah telah meninggal.

Abu Tsa’labah wafat tahun 75 Hijriyah.

sumber: siyar alam an-nubala

Comments

Popular posts from this blog

Abu Hurairah

Dia adalah Abu Hurairah Ad-Dausi Al Yamani. Ada banyak pendapat mengenai nama aslinya, dan yang paling kuat adalah Abdurrahman bin Shakhar.  Gelarnya yang paling dikenal adalah Abu Hurairah (anak kucing). Abu Hurairah pernah berkata, “Aku dijuluki dengan sebutan Abu Hurairah karena ketika aku menemukan seekor anak kucing, aku memasukkannya ke dalam sakuku.” Dia seorang imam yang faqih, mujtahid, Al Hafizh, sahabat Rasulullah SAW, dan sayyidul huffazh yang telah mendapat pengakuan.

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Imam Adz-Dzahabi

cara-global.blogspot.com:  Nama dan Nasabnya             Syamsudin Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qaimaz bin Abdullah Adz-Dzahabi. Dia berasal dari keluarga Turkuman [1] , yang silsilahnya (bila diruntun) sampai kepada bani Tamim.             Ayahnya berprofesi sebagai pengerajin emas yang mahir dan ahli, hingga terkenal dengan sebutan Adz-Dzahabi (tukang emas). Dia juga menuntut ilmu dan mendengar Shahih Al Bukhari, taat beragama, dan rajin menunaikan shalat malam.