Sanjar


Dia adalah seorang sultan, raja Khurasan, pembela agama, Sanjar bin As-Sulthan Maliksyah bin Alb Arsalan bin Jaghribak bin Mikail bin Saljuq Al Ghuzzi At-Turki As-Saljuqy, penguasa Khurasan, Ghaznah dan wilayah di belakang sungai.
Dia didaulat di Irak, Azerbaijan, Syam, Al Jazirah, wilayah Bakr, Arran dan Al Haramain. Dia lahir di Sinjar wilayah Al Jazirah pada tahun 474 H, ketika ayahnya sedang bergerak untuk memerangi kerajaan Romawi. Dia tumbuh di negeri Al Khuz, kemudian tinggal di Khurasan dan mempunyai rumah di wilayah Marwa.
Dia seorang yang terhormat, pemalu, murah hati, dermawan, penyayang, suka menasihati rakyatnya, banyak memberi maaf, duduk di singgasana kerajaan sekitar enam puluh tahun.
Ibnu Khallikan berkata, “Dia salah seorang raja agung yang memiliki kemauan besar, dan banyak memberi.”
Ibnu Kallikan berkata, “Dia terus memimpin kerajaan sampai terjadi pertikaian pada tahun 548 H, yaitu peristiwa yang sangat dikenal, di mana gugur di dalamnya ulama fikih Muhammad bin Yahya, mereka menghancurkannya, maka sistem kerajaan pun menjadi goyah, mereka menguasai daerah Naisabur, membunuh banyak manusia dan merampas kerajaan. Dia berada dalam tawanan mereka selama tiga tahun empat bulan. Kemudian tenggelam kemasyhurannya di antara mereka. Dia kembali ke Khurasan, dan sampai wafatnya, kerajaan Bani Saljuq masih menguasai Khurasan. Khuwarizm Syah Utsiz bin Muhammad bin Nusytkin mengambil alih banyak kerajaannya. Utsiz meninggal lebih dulu dari Sanjar. Dia meninggal dunia pada tahun 552 H.”
Ibnu Al Jauzi berkata, “Tatkala berita wafatnya sampai ke Baghdad, maka terputuslah kedaulatannya, dan tidak ada upacara bela sungkawa untuknya.”

Artikel Terkait Sanjar