Thursday, July 14, 2011

Hafshah Ummul Mukminin


 Dia adalah As-Sitru Ar-Rafi’, putri Amirul Mukminin Abu Hafash Umar bin Khaththab.
Nabi SAW menikahinya setelah habis masa iddah-nya dari Khunais bin Khudzafah As-Sahmi, salah seorang sahabat Muhajirin, pada tahun 3 Hijriyah. Diriwayatkan bahwa dia lahir lima tahun sebelum Rasulullah SAW diangkat menjadi nabi. Oleh karena itu, Nabi menggaulinya ketika dia berusia sekitar 20 tahun. Ketika dia menjanda, ayahnya menawarkannya kepada Abu Bakar, tetapi dia tidak menanggapi tawaran itu. Kemudian ditawarkan kepada Utsman, tetapi Utsman menjawab, “Aku tidak berniat untuk menikah pada saat ini.” Umar merasa tidak enak kepada mereka berdua dan berputus asa. Setelah itu dia melaporkan keadaan ini kepada Nabi SAW. Nabi SAW lalu bersabda, “Bagaimana jika Hafshah dinikahi oleh orang yang lebih baik dari Utsman dan agar Utsman menikah dengan orang yang lebih baik dari Hafshah?”

Selanjutnya Nabi SAW meminangnya dan Umar pun menikahkannya dengan Hafshah. 
Tak lama kemudian Nabi SAW menikahkan Utsman dengan putrinya setelah saudaranya wafat. Ketika Umar telah menikahkan Hafshah, Abu Bakar menemuinya seraya berkata, “Jangan marah kepadaku, karena Rasulullah SAW pernah menyebut nama Hafshah tetapi aku tidak ingin membuka rahasianya. Seandainya beliau tidak menikahinya, tentu aku akan menikahinya.”

Diriwayatkan bahwa Nabi SAW pernah menjatuhkan thalak satu kepada Hafshah, kemudian beliau kembali kepada Hafshah atas perintah Jibril, seraya berkata, “Hafshah adalah orang yang selalu puasa dan bangun malam, dan dia akan menjadi istrimu di surga.” Sanad hadits ini baik (shalih).

Hafshah dan Aisyah adalah orang yang pernah memprotes Nabi SAW, hingga turun firman Allah, 

“Jika kalian berdua bertobat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kalian berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.” (Qs. At-Tahriim [66]: 4) 
Hafshah meninggal tahun 41 Hijriyah.

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Silakan isikan komentar dengan bahasan yang santun

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home