Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2011

Hathib bin Abu Baltha’ah

Dia termasuk sahabat Muhajirin yang terkenal, pejuang perang Badar, dan peperangan lainnya. Dia adalah delegasi Nabi SAW yang diutus untuk menemui Muqauqis, pemimpin Mesir. Dia berprofesi sebagai pedagang makanan, memiliki seorang budak, dan juga seorang pemanah ulung. Diriwayatkan dari Jabir, bahwa budak Hathib pernah mengadukan Hathib kepada Nabi SAW, dia berkata, “Wahai Nabi, semoga dia masuk neraka!” Rasulullah SAW menjawab, “Kamu berdusta, dia tidak akan masuk neraka selamanya, karena dia ikut dalam perang Badar dan Hudaibiyah.” Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Hathib, bahwa ayahnya (Hathib) pernah menulis surat kepada orang-orang kafir Quraisy, maka Rasulullah SAW memanggil Ali dan Jabir, lalu bersabda, “Berangkatlah lalu temui seorang wanita yang membawa surat itu, kemudian kembalilah bersama surat itu!” Kemudian mereka menemui wanita itu dan meminta surat tersebut. Mereka berdua mengatakan kepada wanita itu bahwa mereka tidak akan pergi sebelum mendapatkan surat itu...

Al Asy’ats bin Qais

Dia adalah Ibnu Ma’dikarib.  Sebenarnya nama Al Asy’ats adalah Ma’dikarib, tetapi karena rambutnya yang selalu kusut maka dia dijuluki Al Asy’ats. Ketika perang Yarmuk matanya terluka.  Dia juga termasuk salah seorang pejabat Ali pada waktu perang Shiffin.  Diriwayatkan dari Abu Wa‘iul, bahwa Al Asy’ats berkata, “Ketika firman Allah, إِنَّ الَّذِيْنَ يَشْتَرُوْنَ بِعَهْدِ اللهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيْلاً “Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji(nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat,” (Qs. Aali ‘Imraan [3]: 77) turun, aku sempat berperkara dengan seorang pria, maka aku menemui Rasulullah SAW. Beliau lalu bertanya, “Apakah engkau mempunyai bukti?”  Aku menjawab, “Tidak.” Beliau bertanya lagi, “Apakah dia harus bersumpah?” Aku menjawab, “Ya, dia harus bersumpah.” Setelah itu Rasulullah SAW bersabda,  “Barangsiapa bersumpah dengan sumpah palsu untuk mengamb...

Abu Thalhah Al Anshari

Dia adalah Zaid bin Sahal Al Aswadadalah. Dia merupakan sahabat Nabi SAW dan keponakan beliau.  Dia salah satu pemimpin perang Badar dan satu dari dua belas pemimpin dalam peristiwa malam Aqabah. Dia dikenal sebagai sahabat yang selalu mengerjakan puasa secara berturut-turut setelah Nabi Muhammad. Selain itu, dia termasuk sahabat yang tidak berpendapat bahwa menelan air hujan bagi orang yang berpuasa membatalkan puasa, dia berkata, “Karena itu tidak termasuk makanan dan minuman.”113 Dia juga orang yang dikatakan dalam sabda Rasulullah SAW, “Suara Abu Thalhah adalah yang paling baik di antara rombongan pasukan perang.” Dia memiliki banyak keistimewaan. Diriwayatkan dari Tsabit, dari Anas, dia berkata: Ketika Abu Thalhah meminang Ummu Sulaim, Ummu Sulaim berkata, “Aku sebenarnya senang kepadamu, dan tidak ada orang sepertimu yang ditolak, akan tetapi engkau orang kafir. Namun apabila engkau memeluk Islam, maka itu bisa menjadi maharku dan aku tidak akan meminta yang ...