Skip to main content

Al Maziri


Dia adalah seorang syaikh, seorang imam, seorang ulama bagaikan lautan ilmu, dan juga seorang ahli dalam bidangnya, namanya adalah Abu Abdillah Muhammad bin Ali bin Umar At-Tamimi Al Maziri Al Maliki.
Dia adalah penulis kitab Al Mu’allim bi Fawa‘id Syarh Muslim dan penulis kitab Idhah Al Mahshul dalam ushul fikih. Dia juga punya banyak karangan dalam bidang sastra. Dia termasuk salah seorang ulama terkemuka dan cerdas. Dia menulis syarah kitab At-Talqin karya Abdul Wahhab Al Maliki dalam sepuluh kitab. Dia sangat senang dengan kitab dan menguasai ilmu hadits.
Dia lahir di kota Al Mahdiyyah di benua Afrika. Di kota itu pula dia meninggal pada tahun 536 H, pada umur 83 tahun. Mariz adalah negeri kecil di pulau Shaqaliyyah.
Sebuah pendapat mengatakan bahwa pada suatu saat dia sakit. Tak ada yang mampu menyembuhkannya kecuali seorang Yahudi. Ketika dia sembuh, yahudi tersebut berkata, “Jika bukan karena komitmenku dalam bidangku, maka aku tidak akan mengobatimu wahai orang Islam.” Kata-kata itu menggugah hati Al Maziri. Lantas Al Maziri belajar ilmu kedokteran hingga dia mendalaminya. Dia memberi resep dalam kedokteran seperti dia memberi fatwa dalam fikih.
Al Qadhi Iyadh berkata di dalam kitab Al Madarik, “Al Mazari mendapat sebutan Imam. Dia tinggal di kota Al Mahdiyyah. Sebuah pendapat mengatakan bahwa Al Maziri bermimpi, dalam mimpinya dia berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah benar julukan yang mereka sandangkan kepadaku? mereka memanggilku Imam.” Rasul berkata, “Lapangkan dadamu untuk memberi fatwa.”
Al Qadhi Iyadh berkata, “Dia adalah ulama kalam terakhir di Afrika. Dia adalah salah seorang ulama Afrika dalam bidang fikih, ijtihad dan kecermatan berpikir. Semua fatwa dalam fikih merujuk kepadanya. Dia bagus prilakunya, santun dalam majlis dan banyak bercerita dan berpuisi. Tulisannya lebih tajam daripada ucapannya.”
Dia mempunyai buku yang menyangkal kitab Al Ihya. Dari situ jelas bahwa di dalam kitab Al Ihya‘ ada kelemahan dan pemikiran filosofis yang diluruskan oleh Al Maziri. Rahimahullah.
-------------------
siyar alam an-nubala
pustakaazzam.com

Comments

Popular posts from this blog

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Abu Qatadah Al Anshari As-Sulami

Dia dikenal sebagai ksatria berkuda Rasulullah SAW, yang turut dalam perang Uhud dan perjanjian Hudaibiyah.  Dia bernama asli Al Harits bin Rib’i, Ali Ash-Shahih. Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ meriwayatkan dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda,  “Pasukan berkuda kami yang terbaik adalah Abu Qatadah, sedangkan pasukan pejalan kaki kami yang terbaik adalah Salamah bin Al Akwa’.”

Ibnu Tumart

Dia adalah Seorang ahli fikih, ushul, seorang yang zuhud, julukannya adalah Asy-Syaikh Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah bin tumart Al Barbari Al Mashmudi Al Harghi. Dia muncul di Maroko, mengaku sebagai keturunan Ali dari Hasan, dia adalah Imam Mahdi yang ma’shum dan dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin Hud bin Khalid bin Tamam bin Adnan bin Shafwan bin Jabir bin Yahya bin Rabah bin Yasar bin Al Abbas bin Muhammad bin Al Hasan bin Al Imam Ali bin Abu Thalib. Dia pergi dari Sus Al Aqsha menuju timur. Dia menunaikan ibadah haji, belajar fikih dan menguasai beberapa disiplin ilmu. Dia adalah sosok yang gemar menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dia orang yang besar jiwanya, berani, berwibawa, pejuang kebenaran, bersikeras untuk mendapat kekuasaan, dan menyimpang dalam kepemimpinannya. Dia sosok yang berwibawa, agung, dan disegani. Para pengikutnya mematuhinya. Mereka menguasai banyak kota dan mengalahkan banyak raja. Dia belajar dari Ilkiya Al Harrasi dan Ab...