Skip to main content

Taj Al Muluk


Dia adalah penguasa damaskus, Taj Al Muluk Buri putra penguasa Damaskus Atabik Thughtikin, mantan budak Sultan Tutusy As-Saljuqi.
Berkuasa setelah ayahnya pada tahun 520 H. Dia sosok yang pemurah dan mulia. Dia mempunyai peran besar dalam menumpas aliran Ismailiyyah.
Dia dilahirkan pada tahun 478 H.
Ketika Ibnu Shabbah, penguasa Al Alamut, tahu apa yang terjadi dengan para pengikutnya yang mengikuti paham Ismailiyyah di Damaskus, dia marah. Dia menugaskan orang untuk membunuh Taj Al Muluk. Dia menunjuk dua orang dengan berseragam tentara. Keduanya bergabung dengan sekelompok orang yang di antaranya adalah tentara. Keduanya berpura-pura mengaku dari Salhadanah. Mereka menerima keduanya. Akhirnya kedua utusan tersebut menikam dan membunuh Taj Al Muluk.
Abu Ya’la Al Qalanisi berkata, “Mereka membunuh Taj Al Muluk pada bulan Jumadil Akhirah tahun 525 H. Salah seorang menyerang kepalanya dengan pedang dan mengenai lehernya. Yang satunya lagi menusuk pinggangnya denga pisau hingga menembus dagingnya.”
Aku katakan, “Taj Al Muluk jatuh sakit karena serangan itu, tapi dia meninggal pada bulan Rajab tahun 526 H.”
Sebuah pendapat mengatakan bahwa dia sangat hebat dalam medan perang. Dia tak pernah tinggal diam dalam menghadapi pasukan Eropa. Jika dia mempunyai banyak tentara, dia bisa mengalahkan mereka.
Siyar alam an-nubala
pusatakaazzam.com

Comments

Popular posts from this blog

Abu Hurairah

Dia adalah Abu Hurairah Ad-Dausi Al Yamani. Ada banyak pendapat mengenai nama aslinya, dan yang paling kuat adalah Abdurrahman bin Shakhar.  Gelarnya yang paling dikenal adalah Abu Hurairah (anak kucing). Abu Hurairah pernah berkata, “Aku dijuluki dengan sebutan Abu Hurairah karena ketika aku menemukan seekor anak kucing, aku memasukkannya ke dalam sakuku.” Dia seorang imam yang faqih, mujtahid, Al Hafizh, sahabat Rasulullah SAW, dan sayyidul huffazh yang telah mendapat pengakuan.

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Imam Adz-Dzahabi

cara-global.blogspot.com:  Nama dan Nasabnya             Syamsudin Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qaimaz bin Abdullah Adz-Dzahabi. Dia berasal dari keluarga Turkuman [1] , yang silsilahnya (bila diruntun) sampai kepada bani Tamim.             Ayahnya berprofesi sebagai pengerajin emas yang mahir dan ahli, hingga terkenal dengan sebutan Adz-Dzahabi (tukang emas). Dia juga menuntut ilmu dan mendengar Shahih Al Bukhari, taat beragama, dan rajin menunaikan shalat malam.