Skip to main content

Tarikh Ath-Thabari


Al hamdullilah kami ucapkan sebagai rasa syukur kami kepada Allah SWT yang telah banyak memberikan kemudahan dalam proses terjemah dan editing kitab Shahih Tarikh Ath-Thabari ini. Salam dan shalawat kita mohonkan kepada Allah SWT, semoga tercurah pada sang penyelamat manusia dari era kegelapan kepada era pencerahan, Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya, serta orang-oarang yang mengikuti jejak mereka.
"Orang yang bijak adalah orang yang tidak melupakan sejarahnya". Itulah untaian kata bijak yang sering kita dengar manakala hendak membahas sejarah yang berisi kumpulan peristiwa kejayaan dan kehancuran suatu bangsa dalam kurun waktu tertentu. Tidak terkecuali Islam, sebagai sebuah ajaran dan ideologi yang memiliki sejarah unik, yang menjadi potret manifestasi dari ajaran dan ideologi tersebut.
Salah satu buku yang menjadi ensiklopedi sejarah Islam lengkap adalah karya Imam Abu Ja'far Ath-Thabari yang berjudul Shahih Tarikh Ath-Thabari, yang berisikan rentetan riwayat yang mengandung sejarah penciptaan masa, alam, hingga berbagai peristiwa dan kisah para nabi serta para khalifah era sahabat, dinasti umaiyah dan Abbasiyah, serta lainnya. Dalam edisi Indonesia ini sengaja kami  pilihkan buku Shahih Tarikh Ath-Thabari yang telah diverifikasi mengenai validitas riwayat dan akurasi muatan sejarahnya, sehingga buku ini layak diberi judul Shahih Tarikh Ath-Thabari, sehingga dalam edisi ini pembaca hanya akan mendapatkan kisah sejarah yang benar, yang jauh dari rekayasa dan mitos. Faktanya, tidak sedikit riwayat sejarah yang dicantumkan oleh Imam Ath-Thabari tidak diseleksi secara ketat dan meyerahkan penyeleksiannya kepada para pembaca, yang tentunya akan menyulitkan pembaca awam.
Selain itu, dalam buku ini pembaca akan mendapatkan kisah atau peristiwa dalam versi lain yang disajikan oleh muhaqqiq (Muhammad bin Thahir Al Barzanji) yang beliau kutip dari Al Qur`an, hadits, dan kitab sejarah lainnya, yang oleh penulis diletakkan di catatan kaki, sementara oleh kami (editor) kami letakkan dalam isi dengan judul catatan muhaqqiq, guna memudahkan pembaca dalam mendapatkan kisah sejarah secara utuh dan lengkap dari ragam versi yang dikutip oleh muhaqiq.
Akhirnya, kepada Allah jua kami berharap upaya ini mendapatkan penilaian baik di sisi-Nya. Tak lupa kami mengharapkan saran dan kritik dari berbagi pihak, guna perbaikan dan kesempurnaan buku berharga ini.

Comments

Popular posts from this blog

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Abu Qatadah Al Anshari As-Sulami

Dia dikenal sebagai ksatria berkuda Rasulullah SAW, yang turut dalam perang Uhud dan perjanjian Hudaibiyah.  Dia bernama asli Al Harits bin Rib’i, Ali Ash-Shahih. Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ meriwayatkan dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda,  “Pasukan berkuda kami yang terbaik adalah Abu Qatadah, sedangkan pasukan pejalan kaki kami yang terbaik adalah Salamah bin Al Akwa’.”

Ibnu Tumart

Dia adalah Seorang ahli fikih, ushul, seorang yang zuhud, julukannya adalah Asy-Syaikh Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah bin tumart Al Barbari Al Mashmudi Al Harghi. Dia muncul di Maroko, mengaku sebagai keturunan Ali dari Hasan, dia adalah Imam Mahdi yang ma’shum dan dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin Hud bin Khalid bin Tamam bin Adnan bin Shafwan bin Jabir bin Yahya bin Rabah bin Yasar bin Al Abbas bin Muhammad bin Al Hasan bin Al Imam Ali bin Abu Thalib. Dia pergi dari Sus Al Aqsha menuju timur. Dia menunaikan ibadah haji, belajar fikih dan menguasai beberapa disiplin ilmu. Dia adalah sosok yang gemar menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dia orang yang besar jiwanya, berani, berwibawa, pejuang kebenaran, bersikeras untuk mendapat kekuasaan, dan menyimpang dalam kepemimpinannya. Dia sosok yang berwibawa, agung, dan disegani. Para pengikutnya mematuhinya. Mereka menguasai banyak kota dan mengalahkan banyak raja. Dia belajar dari Ilkiya Al Harrasi dan Ab...