Skip to main content

Ummu Kultsum


Dia adalah putri Uqbah bin Mu’ith dan termasuk wanita yang ikut hijrah ke Madinah.
Dia masuk Islam dan berbai’at, tetapi dia tidak siap untuk hijrah sampai tahun 7 Hijriyah. Dia hijrah pada saat terjadi perdamaian Hudaibiyyah. Setelah itu diikuti oleh saudaranya, Al Walid dan Umarah. Ketika sampai di Madinah mereka berkata, “Ya Muhammad, kami mempunyai persyaratan.” Ummu Kultsum berkata, “Ya Rasulullah, apakah engkau akan mengembalikanku kepada orang-orang kafir yang menyesatkanku dari agamaku sehingga aku tidak sabar, sedangkan keadaan perempuan sangat lemah.” 

Allah SWT pun menurunkan firman-Nya,   “Jika datang kepada kalian orang-orang mukminat yang hijrah maka ujilah mereka ….” (Qs. Al Mumtahanah [60]: 10-11). 

Beliau lalu bersabda “Allah tidak mengeluarkanmu sekalian kecuali karena cinta kepada Allah, Rasulullah, dan agama Islam. Apakah kalian keluar karena suami atau harta? Jika kalian berkata seperti itu berarti kalian tidak kembali kecuali kepada kekafiran.”

Ketika berada di Makkah, Ummu Kultsum belum bersuami. Oleh karena itu, Zaid bin Al Harits menikahinya, tetapi lalu menceraikannya. Kemudian Abdurrahman bin Auf menikahinya, lalu dikaruniai putra bernama Ibrahim dan Humaid. Ketika Abdurrahman meninggal, Amr bin Al Ash menikahinya, dan Ummu Kultsum meninggal di sisinya.

Ummu Kultsum wafat pada masa kekhalifahan Ali RA.

Comments

Popular posts from this blog

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Abu Qatadah Al Anshari As-Sulami

Dia dikenal sebagai ksatria berkuda Rasulullah SAW, yang turut dalam perang Uhud dan perjanjian Hudaibiyah.  Dia bernama asli Al Harits bin Rib’i, Ali Ash-Shahih. Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ meriwayatkan dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda,  “Pasukan berkuda kami yang terbaik adalah Abu Qatadah, sedangkan pasukan pejalan kaki kami yang terbaik adalah Salamah bin Al Akwa’.”

Ibnu Tumart

Dia adalah Seorang ahli fikih, ushul, seorang yang zuhud, julukannya adalah Asy-Syaikh Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah bin tumart Al Barbari Al Mashmudi Al Harghi. Dia muncul di Maroko, mengaku sebagai keturunan Ali dari Hasan, dia adalah Imam Mahdi yang ma’shum dan dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin Hud bin Khalid bin Tamam bin Adnan bin Shafwan bin Jabir bin Yahya bin Rabah bin Yasar bin Al Abbas bin Muhammad bin Al Hasan bin Al Imam Ali bin Abu Thalib. Dia pergi dari Sus Al Aqsha menuju timur. Dia menunaikan ibadah haji, belajar fikih dan menguasai beberapa disiplin ilmu. Dia adalah sosok yang gemar menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dia orang yang besar jiwanya, berani, berwibawa, pejuang kebenaran, bersikeras untuk mendapat kekuasaan, dan menyimpang dalam kepemimpinannya. Dia sosok yang berwibawa, agung, dan disegani. Para pengikutnya mematuhinya. Mereka menguasai banyak kota dan mengalahkan banyak raja. Dia belajar dari Ilkiya Al Harrasi dan Ab...