Skip to main content

Yaqut

Dia adalah satu-satunya sastrawan pada masanya, namanya adalah Syihabuddin Ar-Rumi, seorang budak Askar Al himawi, seorang ahli nahwu dan khabar, serta seorang sejarawan.

Majikannya melepaskannya tanpa tebusan, ia seorang yang sangat cerdas, Yaqut bepergian ke Kaisy, dari hasil penelitiannya ia mengetahui banyak hal, ia banyak berbicara tentang para sahabat tetapi malah diremehkan oleh orang lain, kemudian ia melarikan diri ke Halb, berlanjut ke Irbil Dan Khurasan, ia berdagang di Marwa Dan Khuwarizm, kondisinya semakin sulit ketika bangsa Tatar muncul, tetapi ia dapat melarikan diri dari bangsa tersebut, maka ia sampai di Halb tanpa memiliki apapun, ia sangat merasa kesulitan di sana.

Kitab-kitab yang ditulisnya adalah Al Udaba‘, Mu’jam Al Buldan, Al Ansab, dan lain sebagainya. 
Ia adalah seorang penyair yang handal dalam mengarang sebuah syair, ia bersyair tentang Khurasan:

“Tempat hunian (bumi) yang diberikan Allah (kepada kita) memiliki taman yang terbentang, jurang dalam yang indah dan tidak indah, burung-burung yang berkicau, pohon-pohon yang melambai-lambai, sungai-sungai yang meratap, bunga-bunga yang ceria, angin sepoi-sepoi, maka sangat cocok dengan daerah yang dihuni oleh para manusia, anak-anak kecil laksana pria-pria sejati, para pemudanya laksana para ksatria, para orang tua mereka merupakan prang-orang yang terhormat, maka raja akan menjadi hina jika meninggalkan kerajaannya tersebut.”

Yaqut pun berkata, “Wahai nafsu sesungguhnya hawa adalah milikmu (bukan milikku), jika tidak demikian maka engkau berada dalam kehancuran,

Sampai perkataannya, “Aku melintasi pedang-pedang yang terhunus, dan tentara yang dibelenggu, dan darah yang tertumpahkan, kalaulah bukan karena ajal maka aku akan menambah lebih dari satu juta tahun lagi untuk hidup.” 

Yaqut wafat pada 626 H, usianya lebih dari lima puluh tahun, ia mewakafkan kitab-kitabnya di Baghdad kepada majelis Az-Zabidi, karya-karyanya sarat akan ilmu Balaghah, dan merupakan lautan ilmu, Ibnu Khallikan memuat biografi dan keutamaannya dengan secara terperinci. 

Comments

Popular posts from this blog

Abu Hurairah

Dia adalah Abu Hurairah Ad-Dausi Al Yamani. Ada banyak pendapat mengenai nama aslinya, dan yang paling kuat adalah Abdurrahman bin Shakhar.  Gelarnya yang paling dikenal adalah Abu Hurairah (anak kucing). Abu Hurairah pernah berkata, “Aku dijuluki dengan sebutan Abu Hurairah karena ketika aku menemukan seekor anak kucing, aku memasukkannya ke dalam sakuku.” Dia seorang imam yang faqih, mujtahid, Al Hafizh, sahabat Rasulullah SAW, dan sayyidul huffazh yang telah mendapat pengakuan.

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Imam Adz-Dzahabi

cara-global.blogspot.com:  Nama dan Nasabnya             Syamsudin Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qaimaz bin Abdullah Adz-Dzahabi. Dia berasal dari keluarga Turkuman [1] , yang silsilahnya (bila diruntun) sampai kepada bani Tamim.             Ayahnya berprofesi sebagai pengerajin emas yang mahir dan ahli, hingga terkenal dengan sebutan Adz-Dzahabi (tukang emas). Dia juga menuntut ilmu dan mendengar Shahih Al Bukhari, taat beragama, dan rajin menunaikan shalat malam.