Skip to main content

Abu Muhammad Ar-Rawabithi


Abu Muhammad Ar-Rawabithi


CARA-GLOBAL.BLOGSPOT.COM: Ia termasuk seorang ulama yang paling zuhud di Andalusia.
Ibnu Masdi belajar darinya, ia berkata, “Abu Muhammad wafat pada tahun 627 H, pada suatu hari ia bertamasya ke teluk Andalusia, dan menempati masjid sebagai tempat tinggalnya, Abu Muhammad memiliki berbagai karomah, ia pernah ditahan di Tortosa (sebuah kota di Andalusia), di dalam penjara, mereka memborgol dan membelenggu kaki Abu Muhammad, pada suatu malam sipir Nasrani berpatroli dan melihatnya sedang shalat, belenggunya terlepas di sampingnya, betapa terkejut sipir tersebut. 

Ketika pagi tiba, kakinya telah terbelenggu kembali, karena penasaran, malam berikutnya sipir tersebut mengawasinya kembali, dan ia kembali melihat seperti malam sebelumnya, maka sipir itu mengabarkan hal tersebut kepada para pendeta, mereka berkata, “Panggil Abu Muhammad ke hadapan kami!” sipir tersebut membawanya ke hadapan para pendeta, maka terjadilah perbincangan antara para pendeta dan Abu Muhammad, akhirnya pendeta puin berkata kepadanya, “Kami tidak dapat menahanmu, pergilah! Di Tharsus terdapat sebuah sungai yang diseberangi dengan perahu kecil, seorang tawanan memintanya untuk membawa ia ke seberang sungai tersebut, maka Abu Muhammad menceburkan diri dan membawanya hingga ke tengah sungai, orang-orang Nasrani sangat takjub, kisah ini pun langsung tersebar dimana-mana.

sumber: an-nubala

Comments

Popular posts from this blog

Abu Hurairah

Dia adalah Abu Hurairah Ad-Dausi Al Yamani. Ada banyak pendapat mengenai nama aslinya, dan yang paling kuat adalah Abdurrahman bin Shakhar.  Gelarnya yang paling dikenal adalah Abu Hurairah (anak kucing). Abu Hurairah pernah berkata, “Aku dijuluki dengan sebutan Abu Hurairah karena ketika aku menemukan seekor anak kucing, aku memasukkannya ke dalam sakuku.” Dia seorang imam yang faqih, mujtahid, Al Hafizh, sahabat Rasulullah SAW, dan sayyidul huffazh yang telah mendapat pengakuan.

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Imam Adz-Dzahabi

cara-global.blogspot.com:  Nama dan Nasabnya             Syamsudin Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qaimaz bin Abdullah Adz-Dzahabi. Dia berasal dari keluarga Turkuman [1] , yang silsilahnya (bila diruntun) sampai kepada bani Tamim.             Ayahnya berprofesi sebagai pengerajin emas yang mahir dan ahli, hingga terkenal dengan sebutan Adz-Dzahabi (tukang emas). Dia juga menuntut ilmu dan mendengar Shahih Al Bukhari, taat beragama, dan rajin menunaikan shalat malam.