Skip to main content

Abu Qatadah Al Anshari As-Sulami

Dia dikenal sebagai ksatria berkuda Rasulullah SAW, yang turut dalam perang Uhud dan perjanjian Hudaibiyah. 

Dia bernama asli Al Harits bin Rib’i, Ali Ash-Shahih. Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ meriwayatkan dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda, 

“Pasukan berkuda kami yang terbaik adalah Abu Qatadah, sedangkan pasukan pejalan kaki kami yang terbaik adalah Salamah bin Al Akwa’.”


Diriwayatkan Abu Qatadah, dia berkata, “Kami pernah keluar bersama Rasulullah SAW saat perang Hunain. Ketika kami bertemu musuh, aku melihat seorang pria menghadang pasukan Islam, lalu aku berbalik lantas menyerangnya dari belakang. Aku kemudian memukulnya dengan satu hantaman hingga merobek baju besinya. Setelah itu dia berbalik kepadaku lalu merangkulku dengan rangkulan kematian, kemudian dia melepaskan rangkulannya lantas meregang nyawa.

Selanjutnya dia berkata: Nabi SAW kemudian bersabda, “Barangsiapa bisa membunuh musuh dan dia mempunyai bukti (saksi), maka harta korban yang dibunuhnya itu menjadi miliknya.” Setelah itu aku berdiri lalu berkata, “Siapakah yang menyaksikanku?” Aku lantas menceritakan peristiwa tersebut kepada beliau. Tak lama kemudian seorang pria menjawab, “Dia benar ya Rasulullah, aku telah menyaksikannya dan harta rampasan korban itu ada padaku, maka berikanlah kepadanya!” Abu Bakar kemudian berkata, “Tidak, demi Allah, dia tidak pernah berniat menjadi salah satu singa Allah yang berperang membela Allah serta rasul-Nya, sehingga harta rampasan itu tidak layak diberikan kepadanya.” Namun Nabi SAW bersabda, “Dia benar.” Beliau kemudian memberikan harta rampasan itu kepadaku, lalu aku menjual baju besi, lantas menggunakan uangnya untuk membeli kebun bani Salamah. Itulah harta pertama yang aku peroleh dari Islam.
Ikrimah bin Amar berkata, Abdullah bin Ubaid bin Umair menceritakan kepadaku, bahwa Umar pernah mengutus Abu Qatadah, lalu dia membunuh Raja Persia dengan tangannya. Raja itu memakai ikat pinggang senilai lima belas ribu. Umar pun memberikan ikat pinggang itu kepadanya.

Dia wafat tahun 54 Hijriyah.

Diriwayatkan dari Abu Qatadah, dia berkata, “Kami pernah berangkat bersama Rasulullah SAW dalam beberapa perjalanan, tiba-tiba beliau terlambat menaiki tunggangan beliau, sehingga aku mendorongnya dengan tanganku hingga bangkit. Setelah itu Nabi SAW bersabda, ‘Ya Allah, jagalah Abu Qatadah sebagaimana dia menjagaku’. Sejak malam ini kami melihat bahwa kami telah banyak membuat dirimu susah.”

sumber: an-nubala

Comments

Popular posts from this blog

Abu Hurairah

Dia adalah Abu Hurairah Ad-Dausi Al Yamani. Ada banyak pendapat mengenai nama aslinya, dan yang paling kuat adalah Abdurrahman bin Shakhar.  Gelarnya yang paling dikenal adalah Abu Hurairah (anak kucing). Abu Hurairah pernah berkata, “Aku dijuluki dengan sebutan Abu Hurairah karena ketika aku menemukan seekor anak kucing, aku memasukkannya ke dalam sakuku.” Dia seorang imam yang faqih, mujtahid, Al Hafizh, sahabat Rasulullah SAW, dan sayyidul huffazh yang telah mendapat pengakuan.

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Imam Adz-Dzahabi

cara-global.blogspot.com:  Nama dan Nasabnya             Syamsudin Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qaimaz bin Abdullah Adz-Dzahabi. Dia berasal dari keluarga Turkuman [1] , yang silsilahnya (bila diruntun) sampai kepada bani Tamim.             Ayahnya berprofesi sebagai pengerajin emas yang mahir dan ahli, hingga terkenal dengan sebutan Adz-Dzahabi (tukang emas). Dia juga menuntut ilmu dan mendengar Shahih Al Bukhari, taat beragama, dan rajin menunaikan shalat malam.