Skip to main content

Abdurrahman bin Abu Bakar Ash-Shiddiq

Dia adalah saudara kandung Ummul Mukminin Aisyah. 
Dia termasuk orang yang turut dalam perang Badar bersama orang musyrik, tetapi kemudian dia masuk Islam sebelum penaklukkan kota Makkah, sedangkan kakeknya Abu Quhafah masuk Islam setelah penaklukkan kota Makkah. 

Dia putra Abu Bakar yang paling tua, seorang pemanah terkenal dan gagah berani. Pada waktu perang Yamamah dia berhasil membunuh 7 pembesar mereka.

Dialah sahabat yang diutus oleh Nabi SAW pada waktu haji Wada’ untuk mengumrahkan saudara perempuannya, Aisyah, karena berhalangan. 
Dia wafat tahun 53 Hijriyah. 


Disebutkan dalam kitab Shahih Muslim bahwa dia pernah menghadap Aisyah pada waktu meninggalnya Sa’ad, lalu dia berwudhu, kemudian Aisyah berkata kepadanya, “Sempurnakan wudhu, karena aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Celakalah orang-orang yang tidak menyempurnakan wudhunya, ia akan disiksa di neraka’.”

Dia tertarik kepada putri Al Judi dan merindukannya dengan berkata:
Aku teringat Laila sedang langit berada di bawahnya
Ada apa dengan putri Al Judi dan aku
Aku telah memberikan hatiku kepadanya
Akankah dia menerimaku atau menolaknya
Aku ingin bertemu dengannya dan semoga
Ketika manusia haji bisa bertemu dengannya

Umar kemudian berkata kepada pemimpin pasukannya, “Jika kalian bisa mengalahkannya dengan cara kekerasan, maka berikan putri Al Judi kepada Ibnu Abu Bakar. Mereka pun bisa mendapatkannya dan menyerahkannya kepada Ibnu Abu Bakar. Dia kemudian tertarik dengan wanita itu dan lebih memilihnya dari istri-istrinya yang lain, sehingga mereka melaporkannya kepada Aisyah. Mendengar laporan mereka, Aisyah berkata kepadanya, “Kamu telah berbuat tidak adil.” Dia menjawab, “Demi Allah, aku sangat senang melihat gigi serinya seperti kesenanganku kepada buah delima.” 

Istrinya yang paling dicintainya itu lalu terkena penyakit hingga gigi-giginya rompal, dan tak lama kemudian Ibnu Abu Bakar meninggalkannya hingga dia melaporkannya kepada Aisyah. Aisyah pun berkata kepadanya. Dia lalu memulangkannya kepada keluarganya. Ternyata dia putri seorang raja.

Comments

Popular posts from this blog

Abu Hurairah

Dia adalah Abu Hurairah Ad-Dausi Al Yamani. Ada banyak pendapat mengenai nama aslinya, dan yang paling kuat adalah Abdurrahman bin Shakhar.  Gelarnya yang paling dikenal adalah Abu Hurairah (anak kucing). Abu Hurairah pernah berkata, “Aku dijuluki dengan sebutan Abu Hurairah karena ketika aku menemukan seekor anak kucing, aku memasukkannya ke dalam sakuku.” Dia seorang imam yang faqih, mujtahid, Al Hafizh, sahabat Rasulullah SAW, dan sayyidul huffazh yang telah mendapat pengakuan.

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Imam Adz-Dzahabi

cara-global.blogspot.com:  Nama dan Nasabnya             Syamsudin Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qaimaz bin Abdullah Adz-Dzahabi. Dia berasal dari keluarga Turkuman [1] , yang silsilahnya (bila diruntun) sampai kepada bani Tamim.             Ayahnya berprofesi sebagai pengerajin emas yang mahir dan ahli, hingga terkenal dengan sebutan Adz-Dzahabi (tukang emas). Dia juga menuntut ilmu dan mendengar Shahih Al Bukhari, taat beragama, dan rajin menunaikan shalat malam.