Skip to main content

Posts

Abu Abdullah Mardanisy

Ia adalah Abu Abdullah Muhammad Al Judzami Al Maghribi, seorang ahli zuhud dan seorang mujahid.  Abu Abdullah seringkali disertai lelaki-lelaki pejuang dan sering pula bepergian, dengan kuda-kuda yang selalu mereka tunggangi mereka lebih mirip dengan penduduk pesisir pantai, Amirul muslimin yang menjabat ketika itu adalah Ibnu Tasyifin, ia membiayai mereka dengan harta dan peralatan perang, Ibnu Tasyifin pun sangat menghormati mereka. Mardanisy sangat sering terlibat dalam peperangan, tetapi yang menakjubkan bagiku di antara peperangan yang ia lakukan adalah –seperti yang dikatakan oleh Yasa’ bin Hazm pula- pada suatu ketika ia menyerbu pasukan Romawi, kemudian mendapatkan dari lawannya tersebut ghanimah yang sangat banyak, padahal lawannya berjumlah lebih dari seribu orang, maka Mardanisy berkata kepada pasukannya yang berjumlah 300 orang, “Bagaimanakah menurut pendapat kalian?” mereka menjawab, “Kita sibukkan mereka dengan harta ghanimah saja” Mardanisy berkata, “Apakah kal...

Al Abbadi

Dia adalah Ia adalah Abu Manshur Al Muzhaffar bin Ardasyir Al Marwazi Al Abbadi diberi julukan dengan Al Amir, ia adalah seorang pemberi nasihat yang menyenangkan. Seorang pemberi nasihat yang sukses, tangkas dalam berbicara, hanya saja disayangkan ia tidak begitu mendalam ilmu agamanya, banyak yang mengutip perumpamaan yang ia ucapkan ketika memberi nasihat. Abu Sa’ad As-Sam’ani berkata, “Ia bukanlah seorang yang dapat diandalkan (nasihatnya), karena banyak kulihat dari karangan-karangannya yang membolehkan minum khamr.”       Ibnu Al Jauzi berkata, “Ia memiliki perbendaharaan kata-kata yang bagus, banyak orang yang mengutip nasihatnya kemudian dijadikan ke dalam buku yang berjilid-jilid. Pernah suatu ketika ia berangkat untuk mendamaikan pertikaian antara raja dan pejabat, kedua kubu tersebut pada akhirnya dapat didamaikan dan ia memperoleh uang yang banyak dari hasil jerih payahnya. Ia wafat di Askar Mukram pada tahun 547 H.” Ada yang mengatakan, “Pada suatu ...

Al Qadhi Iyadh

Ia adalah Al Qadhi Abu Al Fadhl Iyadh bin Musa bin Iyadh Al Yahshabi Al Andalusi As-Sabti Al Maliki, seorang imam dan ulama serta hafizh, dan juga seorang syaikh Islam. Ia dilahirkan pada tahun 476 H. Al Qadhi Iyadh memiliki banyak ilmu, serta menuangkannya ke dalam kitab, melalui karya-karyanyalah maka ia terkenal di seluruh pelosok negeri. Suatu ketika ia terpilih sebagai pemimpin di negerinya, tetapi hal itu justru membuatnya semakin tawadhu’ dan takut kepada Allah SWT. Al Qadhi Syamsuddin berkata dalam kitab Wafayat Al A’yan, “Al Qadhi Iyadh adalah seorang ulama hadits pada zamannya, dan seorang yang alim di antara orang-orang di sekitarnya, dia juga menguasai ilmu nahwu, bahasa, dan dialek bangsa Arab, serta mengetahui ilmu hari dan nasab.” Al Qadhi Syamsuddin melanjutkan perkataannya, “Di antara karya Al Qadhi Iyadh adalah kitab Al Ikmal fi Syarh Shahih Muslim sebagai pelengkap kitab Al Mu’lim karya Al Mazari, ia juga mengarang kitab Masyariq Al Anwar fi Tafsir Gharib...

Al Fandalawi

Dia adalah Imam Abu Al Hajjaj Yusuf bin Dunas Al Maghribi Al Fandalawi Al Maliki seorang khatib dan guru madzhab Maliki di Damaskus. Ibnu Asakir meriwayatkan tentangnya, ia berkata, “Al Fandalawi adalah seorang yang humoris, seorang penceramah yang baik, juga sangat fanatik kepada madzhab Ahlussunnah, seorang yang mulia, mempunyai hati yang tegar, pada suatu malam di bulan Ramadhan, ada seseorang yang berkhutbah dalam acara khatam Al Qur`an dalam majelis ta’lim Al Fandalawi, dan Abu Al Hasan bin Muslim -seorang ulama fikih- sedang bersamanya, tiba-tiba ada yang melempari mereka dengan batu, tetapi tidak ada yang mengetahui siapa pelakunya, maka Al Fandalawi berkata, “Ya Allah potonglah tangan pelempar batu tadi!” Tidak berselang lama kemudian, Hudhair menemukan salah seorang anggota dari majelis ta’lim Hanabilah, di dalam tasnya terdapat banyak kunci yang digunakan untuk mencuri, maka raja memerintahkan untuk memotong kedua tangannya, seketika itu juga pencuri tersebut pun mati. ...

Ibnu Al Arabi

Dia adalah seorang imam, ulama, hafizh, namanya adalah Al Qadhi Abu Bakar Muhammad bin Abdullah bin Muhammad, Ibnu Al Arabi Al Andalusi Al Isybili Al Maliki, pemilik banyak kitab. Dia lahir pada tahun 468 H. Ayahnya Abu Muhammad adalah salah seorang murid senior Abu Muhammad bin Hazm Azh-Zhahiri. Berbeda dengan putranya Al Qadhi Abu Bakar yang tidak suka dengan Ibnu Hazm. Abu Bakar belajar fikih dari Abu Hamid Al Ghazali, Al Faqih Abu Bakar Asy-Syasyi, Al Allamah Al Adib Abu Zakariya At-Tabrizi dan ulama lainnya. Dia kembali ke Andalusia pada tahun 491 H. Aku katakan, “Dia kembali ke Andalusia setelah dia memakamkan ayahnya dalam perjalanan –aku menduga di Baitul Maqdis-. Kemudian dia menulis dan mendalami banyak ilmu. Dia adalah khatib yang fasih.” Dia menulis kitab Aridhat Al Ahwadzi fi Syarh Jami’ Abi Isa At-Turmudzi, menafsirkan Al Qur‘an dengan bagus. Dia mempunyai kitab Kaukab Al Hadits wa Al Musalsalat, kitab Al Ashnaf dalam bidang fikih dan kitab-kitab yang lain...

Ibnu Asy-Syajari

Dia adalah seorang ulama, syaikh ulama nahwu, Abu As-Sa’adat Hibatullah bin Ali bin Muhammad Al Hasyimi Al Alawi Al Hasani Al Baghdadi dari keturunan Ja’far bin Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Ibnu An-Najjar berkata, “Ibnu Asy-Syajari adalah ulama nahwu pada zamannya. Dia belajar sastra sepanjang hidupnya. Dia mempunyai banyak murid. Dia berusia panjang. Dia mempunayi akhlak mulia dan ramah.” Dia orang yang fasih, enak didengar dan tenang. Di setiap majlisnya hampir selalu dia berbicara dengan sastra. Dua orang alawi berseteru dan menghadap kepadanya. Salah satu di antara mereka berkata, “Bagiku ini dan itu.” Ibnu Asy-Syajari berkata, “Wahai anakku, bertahanlah. Karena bertahan itu kuburan bagi semua aib.” Dia meninggal pada tahun 542 H dan dimakamkan di rumahnya. -------------- siyar alam an-nubala pustakaazzam.com

Al Atabik

Dia adalah Al Malik Imad Ad-Din Al Atabik Zanki bin Al Hajib Qasim Ad-Daulah Aqsunkar bin Abdillah At-Turki, penguasa Halb. Sultan Mahmud bin Malik Syah memberikan Syihnakiyah96 Baghdad kepadanya pada tahun 511 H,97 yaitu tahun ketika putranya seorang raja yang adil Nuruddin Asy-Syahid lahir. Dia dpindahkan ke kota Mosul. Kemudian dia menjadikan putranya yang diberi julukan Al Khafaji sebagai Atabik pada tahun 522 H. Kemudian dia menguasai negeri itu dan mendapatkan popularitas. Dia menaklukkan Ruha, menguasai Hleb, Mosul, Hamah, Hamsh, Ba’labak dan Baniyas. Dia mengepung Damaskus dan berdamai dengan penduduknya dengan syarat mereka mengakui kekuasaannya, setelah peperangan yang panjang. Al Atabik adalah seorang pahlawan yang pemberani seperti ayahnya. Dia sangat berwibawa, enak dipandang dan berkulit coklat. Dia mempunyai banyak uban. Keberaniannya diibaratkan bahwa dia tidak diam dan tidak tidur. Dia orang yang bergairah bahkan terhadap istri tentaranya. Aku katakan, “Zanki...