Skip to main content

Al Abbadi


Dia adalah Ia adalah Abu Manshur Al Muzhaffar bin Ardasyir Al Marwazi Al Abbadi diberi julukan dengan Al Amir, ia adalah seorang pemberi nasihat yang menyenangkan.
Seorang pemberi nasihat yang sukses, tangkas dalam berbicara, hanya saja disayangkan ia tidak begitu mendalam ilmu agamanya, banyak yang mengutip perumpamaan yang ia ucapkan ketika memberi nasihat.
Abu Sa’ad As-Sam’ani berkata, “Ia bukanlah seorang yang dapat diandalkan (nasihatnya), karena banyak kulihat dari karangan-karangannya yang membolehkan minum khamr.”      
Ibnu Al Jauzi berkata, “Ia memiliki perbendaharaan kata-kata yang bagus, banyak orang yang mengutip nasihatnya kemudian dijadikan ke dalam buku yang berjilid-jilid. Pernah suatu ketika ia berangkat untuk mendamaikan pertikaian antara raja dan pejabat, kedua kubu tersebut pada akhirnya dapat didamaikan dan ia memperoleh uang yang banyak dari hasil jerih payahnya. Ia wafat di Askar Mukram pada tahun 547 H.”
Ada yang mengatakan, “Pada suatu malam ia menyendiri untuk shalat dan menyenandungkan beberapa bait syair:
Janganlah terbenam wahai matahari
Sebelum habis pujianku terhadap keluarga 
Al Mushthafa (Muhammad SAW) dan anaknya
Hendaklah kau menggerakkan awanmu jika engkau ingin  
memuji mereka
Apakah kau lupa bahwa engkau berdiam untuk dia
Jika engkau berdiam adalah untuk dia
Maka jadikanlah diammu tersebut juga sebagai naungan untuk pasukan
berkuda dan infanterinya.
Lalu Ibnu Al Jauzi melanjutkan perkataannya, “Maka matahari pun muncul dari balik awan. Al Abbadi hidup selama 56 Tahun, semoga Allah merestuinya.
---------------------
siyar alam an-nubala
pustakaazzam.com

Comments

Popular posts from this blog

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Abu Qatadah Al Anshari As-Sulami

Dia dikenal sebagai ksatria berkuda Rasulullah SAW, yang turut dalam perang Uhud dan perjanjian Hudaibiyah.  Dia bernama asli Al Harits bin Rib’i, Ali Ash-Shahih. Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ meriwayatkan dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda,  “Pasukan berkuda kami yang terbaik adalah Abu Qatadah, sedangkan pasukan pejalan kaki kami yang terbaik adalah Salamah bin Al Akwa’.”

Ibnu Tumart

Dia adalah Seorang ahli fikih, ushul, seorang yang zuhud, julukannya adalah Asy-Syaikh Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah bin tumart Al Barbari Al Mashmudi Al Harghi. Dia muncul di Maroko, mengaku sebagai keturunan Ali dari Hasan, dia adalah Imam Mahdi yang ma’shum dan dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin Hud bin Khalid bin Tamam bin Adnan bin Shafwan bin Jabir bin Yahya bin Rabah bin Yasar bin Al Abbas bin Muhammad bin Al Hasan bin Al Imam Ali bin Abu Thalib. Dia pergi dari Sus Al Aqsha menuju timur. Dia menunaikan ibadah haji, belajar fikih dan menguasai beberapa disiplin ilmu. Dia adalah sosok yang gemar menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dia orang yang besar jiwanya, berani, berwibawa, pejuang kebenaran, bersikeras untuk mendapat kekuasaan, dan menyimpang dalam kepemimpinannya. Dia sosok yang berwibawa, agung, dan disegani. Para pengikutnya mematuhinya. Mereka menguasai banyak kota dan mengalahkan banyak raja. Dia belajar dari Ilkiya Al Harrasi dan Ab...