Skip to main content

Abu Dujanah Al Anshari


Dia adalah Simak bin Kharasyah As–Sa’idi. Dia terkenal saat perang Uhud karena memakai ikat kepala merah.
Zaid bin Aslam berkata, “Pada saat Abu Dujanah sakit, dia dikunjungi, dan saat itu wajahnya terlihat berseri-seri, maka ada yang bertanya kepadanya, ‘Kenapa wajahmu berseri-seri?’ Dia menjawab, ‘Tidak ada pekerjaan yang membuatku terbebani melebihi dua hal, yaitu hanya mengatakan sesuatu yang bermanfaat, dan hatiku selalu bersih terhadap orang–orang Islam’.” 
Pada waktu perang Yamamah pecah, Abu Dujanah melempar dirinya ke dalam kebun hingga kakinya patah, tetapi dia tetap menyerang dalam keadaan cedera, lalu akhirnya terbunuh.
Pedang Abu Dujanah tidak tajam, maka ketika Nabi SAW melihat pedang tersebut, beliau bersabda, “Siapa yang dapat memenuhi hak pedang ini?”  Tetapi orang-orang enggan mengambilnya. Abu Dujanah lalu berkata, “Apakah haknya ya Rasulullah?” Beliau bersabda, “Menggunakannya untuk berperang di jalan Allah hingga Allah memberikan kemenangan bagimu atau kamu yang terbunuh’. 
Abu Dujanah lalu menerima persyaratan itu. 
Sebelum mengalami kekalahan pada waktu perang Uhud, dia keluar sambil menenteng pedangnya dengan tegap dan membusungkan dada, sementara dia hanya mengenakan baju dan ikat kepala berwarna merah. Sambil menyerang dia berkata, 
Aku adalah orang yang telah berjanji pada kekasihku
Jika kami harus mati di bawah pohon kurma
Maka aku tidak akan membiarkan waktu terbelenggu
Untuk berperang dengan pedang Allah dan Rasul-Nya
-----------------
ref. siyar alam an-nubala
pustakaazzam.com

Comments

Popular posts from this blog

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Abu Qatadah Al Anshari As-Sulami

Dia dikenal sebagai ksatria berkuda Rasulullah SAW, yang turut dalam perang Uhud dan perjanjian Hudaibiyah.  Dia bernama asli Al Harits bin Rib’i, Ali Ash-Shahih. Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ meriwayatkan dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda,  “Pasukan berkuda kami yang terbaik adalah Abu Qatadah, sedangkan pasukan pejalan kaki kami yang terbaik adalah Salamah bin Al Akwa’.”

Ibnu Tumart

Dia adalah Seorang ahli fikih, ushul, seorang yang zuhud, julukannya adalah Asy-Syaikh Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah bin tumart Al Barbari Al Mashmudi Al Harghi. Dia muncul di Maroko, mengaku sebagai keturunan Ali dari Hasan, dia adalah Imam Mahdi yang ma’shum dan dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin Hud bin Khalid bin Tamam bin Adnan bin Shafwan bin Jabir bin Yahya bin Rabah bin Yasar bin Al Abbas bin Muhammad bin Al Hasan bin Al Imam Ali bin Abu Thalib. Dia pergi dari Sus Al Aqsha menuju timur. Dia menunaikan ibadah haji, belajar fikih dan menguasai beberapa disiplin ilmu. Dia adalah sosok yang gemar menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dia orang yang besar jiwanya, berani, berwibawa, pejuang kebenaran, bersikeras untuk mendapat kekuasaan, dan menyimpang dalam kepemimpinannya. Dia sosok yang berwibawa, agung, dan disegani. Para pengikutnya mematuhinya. Mereka menguasai banyak kota dan mengalahkan banyak raja. Dia belajar dari Ilkiya Al Harrasi dan Ab...