Skip to main content

Mandiri Investa

Seiring dengan meningkatnya perubahan iklim di sekitar kita, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mungkin terhentikan, meningkatnya pengangguran yang terus menerus bertambah, meningkatnya kualitas hidup yang semakin tinggi kebutuhan hidupnya. 
Yah, itulah sekarang ini yang dirasakan bersama, dengan mengandalkan rasa simpati saja kita bisa berbuat untuk hal tersebut, mungkin karena hal-hal yang menunjang untuk hal yang seharusnya menjadi titik positif yang tidak kita ketahui atau malah sengaja tidak mau tahu tentang hal itu.
Maka berilah kesempatan pada diri kita untuk mengevaliasi diri kita masing-masing, adakan jalan terobosan yang dapat membantu memulihkan dan menyeimbangkan posisi kita di masyarakat sekarang ini.
Kami beritahukan agar menceri hal yang dapat menutupi dan sekaligus menunjang perubahan global ini bisa terlaksana. Kami sudah mencoba di mandriri investa, dan kami pun sudah mendapatkan hasil yang diinginkan, dengan pembayaran yang lumayan cepat, dan provosional yang tinggi membantu masyarakat yang ingin sedikit-demi sedikit dapat teringankan beban sosial.
Selamat mencoba, 

Salam sukses
Abu Azfar

Comments

Popular posts from this blog

Abu Hurairah

Dia adalah Abu Hurairah Ad-Dausi Al Yamani. Ada banyak pendapat mengenai nama aslinya, dan yang paling kuat adalah Abdurrahman bin Shakhar.  Gelarnya yang paling dikenal adalah Abu Hurairah (anak kucing). Abu Hurairah pernah berkata, “Aku dijuluki dengan sebutan Abu Hurairah karena ketika aku menemukan seekor anak kucing, aku memasukkannya ke dalam sakuku.” Dia seorang imam yang faqih, mujtahid, Al Hafizh, sahabat Rasulullah SAW, dan sayyidul huffazh yang telah mendapat pengakuan.

Abu Qatadah Al Anshari As-Sulami

Dia dikenal sebagai ksatria berkuda Rasulullah SAW, yang turut dalam perang Uhud dan perjanjian Hudaibiyah.  Dia bernama asli Al Harits bin Rib’i, Ali Ash-Shahih. Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ meriwayatkan dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda,  “Pasukan berkuda kami yang terbaik adalah Abu Qatadah, sedangkan pasukan pejalan kaki kami yang terbaik adalah Salamah bin Al Akwa’.”

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.