Skip to main content

Salim Maula Abu Hudzaifah

Dia termasuk kelompok As-Sabiquna Al Awwalun, pejuang Badar, orang yang dekat dengan Allah, dan orang yang alim.
Diriwayatkan dari Al Qasim bin Muhammad, bahwa Sahalah binti Suhail datang kepada Rasulullah SAW —istri Abu Hudzaifah— seraya berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Salim bersamaku. Dia telah mengalami apa yang dialami laki-laki. Beliau kemudian berkata, “Susuilah dia dan jika kamu menyusuinya maka ia menjadi haram bagimu sebagaimana yang diharamkan bagi muhrim.” Ummu Salamah berkata, “Istri-istri Rasulullah menolak jika ada orang yang akan menghadap mereka karena susuan itu. Mereka berkata, ‘Hal itu merupakan rukhshah55 khusus bagi Salim’.”
Diriwayatkan dari Aisyah, dia berkata, “Pada suatu malam Rasulullah SAW menganggapku terlambat, beliau bersabda, ‘Apa yang menyebabkanmu terlambat?’ Aku menjawab, ‘Di masjid aku mendengar orang yang suaranya paling bagus dalam membaca Al Qur`an’. Beliau kemudian mengambil serbannya dan keluar untuk mendengarkannya. Ternyata dia adalah Salim, pembantu Abu Hudzaifah. Rasulullah SAW lalu bersabda, ‘Alhamdulillah yang telah menjadikan dalam umatku orang seperti Salim’.”
Diriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwa suatu ketika orang-orang Muhajirin singgah di Ushbah, di samping Quba‘. Lalu Salim, pembantu Hudzaifah, mengimami mereka karena dialah orang yang paling banyak membaca Al Qur`an. Sementara di tengah-tengah mereka ada Umar dan Abu Salamah bin Abdul Asad.
Dalam riwayat Al Waqidi dijelaskan bahwa Muhammad bin Tsabit bin Qais berkata, “Ketika orang-orang Islam mengalami kekalahan pada perang Yamamah, Salim —maula Abu Hudzaifah— berkata, ‘Tidak seperti ini yang kami lakukan bersama Rasulullah’. Ia kemudian membuat lubang untuk dirinya sendiri, lalu berdiri di dalamnya dengan membawa bendera Muhajirin, kemudian berperang hingga terbunuh.”
-------------------

ref. ringkasan siyar alam an-nubala
terb. pustaka azzam

Comments

Popular posts from this blog

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Abu Qatadah Al Anshari As-Sulami

Dia dikenal sebagai ksatria berkuda Rasulullah SAW, yang turut dalam perang Uhud dan perjanjian Hudaibiyah.  Dia bernama asli Al Harits bin Rib’i, Ali Ash-Shahih. Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ meriwayatkan dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda,  “Pasukan berkuda kami yang terbaik adalah Abu Qatadah, sedangkan pasukan pejalan kaki kami yang terbaik adalah Salamah bin Al Akwa’.”

Ibnu Tumart

Dia adalah Seorang ahli fikih, ushul, seorang yang zuhud, julukannya adalah Asy-Syaikh Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah bin tumart Al Barbari Al Mashmudi Al Harghi. Dia muncul di Maroko, mengaku sebagai keturunan Ali dari Hasan, dia adalah Imam Mahdi yang ma’shum dan dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin Hud bin Khalid bin Tamam bin Adnan bin Shafwan bin Jabir bin Yahya bin Rabah bin Yasar bin Al Abbas bin Muhammad bin Al Hasan bin Al Imam Ali bin Abu Thalib. Dia pergi dari Sus Al Aqsha menuju timur. Dia menunaikan ibadah haji, belajar fikih dan menguasai beberapa disiplin ilmu. Dia adalah sosok yang gemar menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dia orang yang besar jiwanya, berani, berwibawa, pejuang kebenaran, bersikeras untuk mendapat kekuasaan, dan menyimpang dalam kepemimpinannya. Dia sosok yang berwibawa, agung, dan disegani. Para pengikutnya mematuhinya. Mereka menguasai banyak kota dan mengalahkan banyak raja. Dia belajar dari Ilkiya Al Harrasi dan Ab...