Skip to main content

Al Hamawi


Dia adalah Abu Bakar Muhammad bin Al Muzhaffar Bakran Asy-Syami Al Hamawi, seorang mufti, Imam madzhab Syafi’i, hakim agung dan seorang zahid.
Dilahirkan pada  tahun 400 H. Datang ke Baghdad ketika dia masih muda.
As-Sam’ani berkata, “Dia adalah salah seorang alim yang menguasai madzhab Syafi’i. Dia mempelajari rahasia-rahasia ilmu fikih. Dia seorang yang wara’, zahid, dan sangat berhati-hati. Dia menjabat sebagai hakim agung setelah Abu Abdullah Ad-Damaghani hingga Amirul Mukminin Al Muqtadi menggantinya dan melarang orang untuk menghadiri majlisnya selama beberapa waktu. Al Hamawi berkata, “Aku tidak akan mundur selama kefasikan itu belum jelas.” Kemudian Al Muqtadi mencopot jabatannya.
Al Musyaththab Al Farghani17 mendatangi Al Hamawi, tetapi dia tidak menerimanya karena dia memakai pakaian sutra. Al Musyaththab berkata, “Kamu mengusirku! Padahal Sultan dan Nizham Al Mulk memakai sutra!” Al Hamawi berkata, “Jika keduanya datang ke sini, aku takkan menerima mereka.”
Ibnu An-Najjar berkata, “Al Hamawi belajar fikih dari Al Qadhi Abu Ath-Thayyib. Dia tidak menerima upah selama menjadi hakim. Dia tidak merubah pola makan dan cara berpakaiannya. Dia menyamaratakan semua orang hingga para pejabat merasa gundah. Dia adalah seorang zahid dan pengikut ulama salaf. Dia mempunyai karik18 yang disewakan dengan harga satu setengah dinar per bulan. Dia hidup dari hasil rumah sewaan itu. Ketika dia menjadi hakim, seseorang mendatanginya dan membayar sewaan seharga empat dinar, namun dia menolaknya. Dia berkata, “Aku tidak akan merubah penghuni rumah sewaanku. Aku curiga kepadamu, mengapa penambahan itu tidak terjadi sebelum aku menjadi hakim?”
Abu Ali Ash-Shadafi berkata, “Dia adalah seorang yang wara’ dan zahid. Dalam hal fikih, orang berpendapat jika madzhab Syafi’i dibahas, dia mampu menyebutkannya dari hatinya (hafalannya).”
Aku berpendapat, “Dia datang ke Baghdad pada tahun 420 H. Dia adalah ulama fikih yang alim. Dia menulis buku Al Bunyan fi Ushul Ad-Din yang cenderung kepada madzhab ulama Salaf.”
Dia wafat pada tahun 488 H, pada usia hampir sembilan puluh tahun. Dia dimakamkan di makamnya dekat makam Abu Al Abbas bin Suraij.
---------------
siyar alam an-nubala
pustakaazzam.com

Comments

Popular posts from this blog

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Abu Qatadah Al Anshari As-Sulami

Dia dikenal sebagai ksatria berkuda Rasulullah SAW, yang turut dalam perang Uhud dan perjanjian Hudaibiyah.  Dia bernama asli Al Harits bin Rib’i, Ali Ash-Shahih. Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ meriwayatkan dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda,  “Pasukan berkuda kami yang terbaik adalah Abu Qatadah, sedangkan pasukan pejalan kaki kami yang terbaik adalah Salamah bin Al Akwa’.”

Ibnu Tumart

Dia adalah Seorang ahli fikih, ushul, seorang yang zuhud, julukannya adalah Asy-Syaikh Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah bin tumart Al Barbari Al Mashmudi Al Harghi. Dia muncul di Maroko, mengaku sebagai keturunan Ali dari Hasan, dia adalah Imam Mahdi yang ma’shum dan dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin Hud bin Khalid bin Tamam bin Adnan bin Shafwan bin Jabir bin Yahya bin Rabah bin Yasar bin Al Abbas bin Muhammad bin Al Hasan bin Al Imam Ali bin Abu Thalib. Dia pergi dari Sus Al Aqsha menuju timur. Dia menunaikan ibadah haji, belajar fikih dan menguasai beberapa disiplin ilmu. Dia adalah sosok yang gemar menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dia orang yang besar jiwanya, berani, berwibawa, pejuang kebenaran, bersikeras untuk mendapat kekuasaan, dan menyimpang dalam kepemimpinannya. Dia sosok yang berwibawa, agung, dan disegani. Para pengikutnya mematuhinya. Mereka menguasai banyak kota dan mengalahkan banyak raja. Dia belajar dari Ilkiya Al Harrasi dan Ab...