Skip to main content

Ibnu Tasyifin


Dia adalah seorang sultan penguasa Maroko Amirul Muslimin Abu Al Hasan Ali bin Penguasa Maroko Yusuf bin Tasyifin Al Barbari. Dia adalah raja kerajaan Murabithun.
Dia berkuasa setelah ayahnya pada tahun 500 H.
Dia seorang yang pemberani, adil, beragama, wara’, shalih, dan menghormati para ulama. Pada zamannya menjamur kajian tentang fikih hingga para ulama tidak memperhatikan pembahasan hadits dan atsar. Pembahasan kalam dan filsafat dikecam. Ali bersikeras bahwa ilmu kalam adalah bid’ah yang tidak dikenal ulama salaf. Dia berlebihan dalam kecamannya. Dia mengancam dan memerintahkan untuk membakar buku-buku syaikh Abu Hamid Al Ghazali, dan mengancam orang yang menyembunyikannya akan dibunuh.
Ketika tentara Ibnu Tasyifin berperang melawan musuh, mereka kalah. Andalusia menjadi kacau balau dan banyak kemungkaran merajalela. Pasukan Murabithun banyak yang tewas. Kekuatan Ibnu Tasyifin melemah hingga hanya tinggal nama. Dia menyibukkan diri beribadah dan menelantarkan rakyat. Sebuah pendapat mengatakan bahwa dia mengangkat kedua tangannya untuk perpisahan. Ibnu Tasyifin berkata, “Ya Allah serahkan perkara ini kepada orang yang bisa memegangnya.”
Ibnu Tasyifin mendapat serangan dari Ibnu Tumart. Dia berperang menghadapi Abdul Mukmin. Abdul Mukmin mengalahkannya dan mengambil alih negerinya. Pada masa itu orang-orang mulatstsamun91 berkuasa. Ibnu Tasyifin meninggal pada tahun 537 H.
----------------
siyar alam an-nubala
pustakaazzam.com

Comments

Popular posts from this blog

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Abu Qatadah Al Anshari As-Sulami

Dia dikenal sebagai ksatria berkuda Rasulullah SAW, yang turut dalam perang Uhud dan perjanjian Hudaibiyah.  Dia bernama asli Al Harits bin Rib’i, Ali Ash-Shahih. Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ meriwayatkan dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda,  “Pasukan berkuda kami yang terbaik adalah Abu Qatadah, sedangkan pasukan pejalan kaki kami yang terbaik adalah Salamah bin Al Akwa’.”

Ibnu Tumart

Dia adalah Seorang ahli fikih, ushul, seorang yang zuhud, julukannya adalah Asy-Syaikh Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah bin tumart Al Barbari Al Mashmudi Al Harghi. Dia muncul di Maroko, mengaku sebagai keturunan Ali dari Hasan, dia adalah Imam Mahdi yang ma’shum dan dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin Hud bin Khalid bin Tamam bin Adnan bin Shafwan bin Jabir bin Yahya bin Rabah bin Yasar bin Al Abbas bin Muhammad bin Al Hasan bin Al Imam Ali bin Abu Thalib. Dia pergi dari Sus Al Aqsha menuju timur. Dia menunaikan ibadah haji, belajar fikih dan menguasai beberapa disiplin ilmu. Dia adalah sosok yang gemar menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dia orang yang besar jiwanya, berani, berwibawa, pejuang kebenaran, bersikeras untuk mendapat kekuasaan, dan menyimpang dalam kepemimpinannya. Dia sosok yang berwibawa, agung, dan disegani. Para pengikutnya mematuhinya. Mereka menguasai banyak kota dan mengalahkan banyak raja. Dia belajar dari Ilkiya Al Harrasi dan Ab...