Skip to main content

Ridhwan


Dia adalah Al Malik Ridhwan bin Sulthan Tutusy bin Sultan Alb Arsalan As-Saljuqi adalah penguasa Helb.
Dia menguasai Helb setelah ayahnya dalam waktu yang lama. Dia menguasai Damaskus ketika ayahnya terbunuh kemudian dia menetap di Helb. Bangsa Eropa merampas Anthakia dari tangannya.
Ridhwan mempunyai reputasi yang kurang baik. Dia dekat dengan aliran Bathiniyyah. Dia membangun sentral dakwah Bathiniyyah di Helb hingga banyak pengikutnya. Dia membunuh kedua saudaranya, Abu Thalib dan Bahraman. Dia meninggal pada tahun 507 H. Posisinya digantikan oleh saudaranya Al Akhras Alb Arsalan yang berkuasa selama enam belas tahun. Dia juga membunuh kedua saudaranya. Dia membunuh pemimpin Bathiniyyah Abu Thahir Ash-Sha’igh dan beberapa pengikutnya dan yang lain melarikan diri. Para amir membunuh Al Akhras setahun setelah itu dan mengangkat saudaranya Sultan Syah sebagai raja.
Umat Nasrani Anthakia menduduki Baitul Maqdis pada tahun 502 H. Pada waktu itu sebanyak 70.000 umat Islam terbunuh. Ibnu Munqidz mengalihkan perhatian bangsa Eropa dari laut Konstantinopel. Terjadi peperangan sengit antara mereka dengan penguasa Romawi. Mereka berkata, “Negeri Romawi yang kami taklukkan itu untukmu dan negeri Syam yang engkau taklukkan itu untuk kami.”
Pendapat lain mengatakan, “Mereka berjumlah empat ratus ribu. Mereka menguasai beberapa wilayah Malik Qalj Ruslan. Malik Qalj Ruslan mengumpulkan prajuritnya untuk menghadapi mereka pada tahun ke-90. Malik Qalj Ruslam menang, namun bangsa Eropa mengalahkannya. Banyak pasukannya yang tewas. Dia melarikan diri dan meminta perlindungan kepada raja-raja kecil. Surat-suratnya sampai ke Helb dalam keadaan tersobek-sobek dan di dalamnya ada beberapa helai rambut perempuan. Orang-orang pun kaget. Bangsa Eropa menuju Syam dengan pasukan lebih dari tiga ratus ribu pasukan dan menghancurkan negeri itu. Pasukan Islam menekan mereka dan pecahlah peperangan yang sengit. Anthakia ditaklukkan pada tahun 491 H, raja dan prajurit Eropa terbunuh dalam peperangan itu. Kendali kekuasaan ada di tangan Kandafuri, kemudian saudaranya Baghdawin dan Bimant, dan putra saudaranya Thankul dan Shanjil. Pasukan Islam mendatangi Anthakia yang telah ditaklukkan dan menumpas musuh selama beberapa hari. Pasukan Islam menang dan musuh pun kalah.
--------------
siyar alam an-nubala
pustakaazzam.com

Comments

Popular posts from this blog

Abu Hurairah

Dia adalah Abu Hurairah Ad-Dausi Al Yamani. Ada banyak pendapat mengenai nama aslinya, dan yang paling kuat adalah Abdurrahman bin Shakhar.  Gelarnya yang paling dikenal adalah Abu Hurairah (anak kucing). Abu Hurairah pernah berkata, “Aku dijuluki dengan sebutan Abu Hurairah karena ketika aku menemukan seekor anak kucing, aku memasukkannya ke dalam sakuku.” Dia seorang imam yang faqih, mujtahid, Al Hafizh, sahabat Rasulullah SAW, dan sayyidul huffazh yang telah mendapat pengakuan.

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Imam Adz-Dzahabi

cara-global.blogspot.com:  Nama dan Nasabnya             Syamsudin Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qaimaz bin Abdullah Adz-Dzahabi. Dia berasal dari keluarga Turkuman [1] , yang silsilahnya (bila diruntun) sampai kepada bani Tamim.             Ayahnya berprofesi sebagai pengerajin emas yang mahir dan ahli, hingga terkenal dengan sebutan Adz-Dzahabi (tukang emas). Dia juga menuntut ilmu dan mendengar Shahih Al Bukhari, taat beragama, dan rajin menunaikan shalat malam.