Skip to main content

Syaidzalah


Dia adalah Abu Al Ma’ali Azizi bin Abdul Malik bin Manshur Al Jili, seorang imam, pemberi nasihat, ahli hadits dan juga ahli dzikir. Dia tinggal di Baghdad.
Dia mempunyai banyak karya tulis dalam bidang nasihat (wa’zh). Dia sangat memahami ajaran madzhab Syafi’i. Dia adalah pemberi nasihat yang fasih dan humoris. 
As-Sam’ani berkata, “Aku mendengar Ali bin Thirad berkata, ‘Keledai seseorang hilang di Bab Al Azaj.’ Azizi berkata kepadanya, ‘Ambillah tali kendali binatang. Ikatkan tali itu pada leher salah satu penduduk situ yang kamu inginkan. Bahwasanya mereka itu seperti yang kamu cari’.”27
Ibnu Sukkarah berkata, “Syaidzalah adalah syaikh para pemberi nasihat. Dia orang yang zuhud, tidak tertarik dengan hal-hal baru. Dia adalah ulama madzhab Syafi’i.”28
Aku katakan, “Dia meninggal pada tahun 494 H.” 
---------------
siyar alam an-nubala
pustakaazzam.com

Comments

Popular posts from this blog

Abu Hurairah

Dia adalah Abu Hurairah Ad-Dausi Al Yamani. Ada banyak pendapat mengenai nama aslinya, dan yang paling kuat adalah Abdurrahman bin Shakhar.  Gelarnya yang paling dikenal adalah Abu Hurairah (anak kucing). Abu Hurairah pernah berkata, “Aku dijuluki dengan sebutan Abu Hurairah karena ketika aku menemukan seekor anak kucing, aku memasukkannya ke dalam sakuku.” Dia seorang imam yang faqih, mujtahid, Al Hafizh, sahabat Rasulullah SAW, dan sayyidul huffazh yang telah mendapat pengakuan.

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Imam Adz-Dzahabi

cara-global.blogspot.com:  Nama dan Nasabnya             Syamsudin Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qaimaz bin Abdullah Adz-Dzahabi. Dia berasal dari keluarga Turkuman [1] , yang silsilahnya (bila diruntun) sampai kepada bani Tamim.             Ayahnya berprofesi sebagai pengerajin emas yang mahir dan ahli, hingga terkenal dengan sebutan Adz-Dzahabi (tukang emas). Dia juga menuntut ilmu dan mendengar Shahih Al Bukhari, taat beragama, dan rajin menunaikan shalat malam.