Skip to main content

Yusuf bin Ayyub


Dia adalah Ibnu Yusuf, seorang imam yang alim, ahli fikih yang dijadikan panutan, juga seorang  yang bijak dan bertakwa, dia adalah syaikh Islam dan sufi pada zamannya, namanya adalah Abu Ya’qub Al Hamadzani. Dia adalah ulama Marwa.
Di dilahirkan pada tahun 440 H.
Abu Sa’ad As-Sam’ani berkata, “Dia adalah seorang imam yang wara’, bertakwa, ahli ibadah, mengamalkan ilmunya, menegakkan haknya, dan seorang sufi. Para sufi banyak berguru kepadanya. Sekelompok orang yang ingin menuju kepada Allah berkumpul di majlisnya, sebuah fenomena yang tak terjadi di tempat lain. Hari-hari Yusuf bin Ayyub digunakan untuk berjalan di jalan yang diridhai, jalan kebenaran yang istiqamah. Dia meninggalkan dunia perdebatan. Dia menyibukkan diri dengan beribadah, berdakwah dengan etika terpuji dan membimbing murid-muridnya.”
Aku mendengar Shafi bin Abdillah Ash-Shufi berkata, “Aku menghadiri majlis Yusuf di madrasah An-Nizhamiyyah. Tiba-tiba Ibnu As-Saqa` berdiri. Perbuatannya itu melukai Syaikh. Ibnu As-Saqa` bertanya tentang sesuatu kepadanya. Yusuf berkata, ‘Duduklah! Sungguh aku temukan dalam ucapanmu itu isyarat kekufuran. Barangkali kamu akan meninggal dalam kekufuran.’ Ucapan Yusuf itu benar bahwa Ibnu As-Saqa` pergi menemani utusan penguasa Romawi, kemudian dia menjadi Nashrani di Konstantinopel.”
Aku mendengar dari orang yang kupercaya bahwa kedua anak Abu Bakar Asy-Syasyi berdiri di majlis Yusuf dan berkata kepadanya, “Jika kamu mengikuti madzhab Imam Asy’ari (maka teruskan), jika tidak, turunlah kamu!” Yusuf berkata, “Duduklah kalian berdua. Kalian tidak akan menikmati masa muda kalian.” Aku mendengar dari banyak orang bahwa keduanya itu meninggal sebelum memasuki masa tua.
Abu Sa’ad berkata, “Ketika aku berencana pergi, aku menghadap Syaikh Yusuf untuk berpamitan. Kemudian dia membenarkan keinginanku. Dia berkata, ‘Aku mewasiatkan kepadamu, jangan dekati para raja. Dan pastikan apa yang kamu makan itu tidak haram’.”
Yusuf meninggal pada tahun 535 Hijriyyah pada usia sembilan puluhan tahun.
Adapun tentang Ibnu As-Saqa‘, Ibnu An-Najjar berkata, “Aku mendengar Abdul Qahhab bin Ahmad Al Muqri‘ berkata, ‘Dulu Ibnu As-Saqa‘ adalah seorang hafizh al Qur‘an yang baik. Seseorang yang melihatnya di Konstantinopel menceritakan kepadaku ketika dia sedang sakit sebelum meninggal, aku bertanya kepadanya, ‘Apakah kamu masih hafal Al Qur‘an?’ dia menjawab, ‘Aku hanya hafal satu ayat saja,
Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.” (Qs. Al Hijr [15]: 2] sedangkan yang lainnya aku telah lupa.”
----------------------
siyar alam an-nubala
pustakaazzam.com

Comments

Popular posts from this blog

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Abu Qatadah Al Anshari As-Sulami

Dia dikenal sebagai ksatria berkuda Rasulullah SAW, yang turut dalam perang Uhud dan perjanjian Hudaibiyah.  Dia bernama asli Al Harits bin Rib’i, Ali Ash-Shahih. Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ meriwayatkan dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda,  “Pasukan berkuda kami yang terbaik adalah Abu Qatadah, sedangkan pasukan pejalan kaki kami yang terbaik adalah Salamah bin Al Akwa’.”

Ibnu Tumart

Dia adalah Seorang ahli fikih, ushul, seorang yang zuhud, julukannya adalah Asy-Syaikh Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah bin tumart Al Barbari Al Mashmudi Al Harghi. Dia muncul di Maroko, mengaku sebagai keturunan Ali dari Hasan, dia adalah Imam Mahdi yang ma’shum dan dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin Hud bin Khalid bin Tamam bin Adnan bin Shafwan bin Jabir bin Yahya bin Rabah bin Yasar bin Al Abbas bin Muhammad bin Al Hasan bin Al Imam Ali bin Abu Thalib. Dia pergi dari Sus Al Aqsha menuju timur. Dia menunaikan ibadah haji, belajar fikih dan menguasai beberapa disiplin ilmu. Dia adalah sosok yang gemar menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dia orang yang besar jiwanya, berani, berwibawa, pejuang kebenaran, bersikeras untuk mendapat kekuasaan, dan menyimpang dalam kepemimpinannya. Dia sosok yang berwibawa, agung, dan disegani. Para pengikutnya mematuhinya. Mereka menguasai banyak kota dan mengalahkan banyak raja. Dia belajar dari Ilkiya Al Harrasi dan Ab...