Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2011

Ali bin Mahdi

Ayahnya berasal dari kampung di daerah Zabid, tempat orang-orang shalih. Di tempat itu Ali tumbuh dan berkembang. Semasa hidupnya dia memilih kehidupan zuhud. Dia pernah menunaikan ibadah haji dan bertemu dengan banyak ulama, maka ia pun memperoleh ilmu dari mereka, kemudian dia mulai memberi nasihat. Dia tidak menyukai tentara. Dia adalah ulama yang fashih, bersih wajahnya, tinggi postur tubuhnya, bersuara indah, banyak hafalannya, menjalani kehidupan sufi, memiliki tempat tidur yang tidak bagus, selalu ditimpa musibah, berbicara sesuai dengan bisikan hati nuraninya sehingga dapat menyentuh orang. Dia setiap hari memberikan nasihat dan dia suka melakukan hal tersebut. Umarah Al Yamani berkata, “Aku pernah bersamanya selama satu tahun, aku meninggalkan pelajaranku dan mulai disibukkan dengan ibadah. Kemudian ayahku mengembalikanku lagi ke sekolah. Aku terus mengunjunginya sebulan sekali. Dan ketika keadaannya menjadi gawat, akhirnya aku meninggalkannya.” Sejak tahun 530 H, dia ...

Az-Zabidy

Dia adalah seorang imam yang dijadikan panutan, seorang ahli ibadah, pemberi nasihat, namanya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Yahya bin Ali Al Qurasy Al Yamani Az-Zabidi, tinggal di kota Baghdad. Lahir pada tahun 460 H. Dia pengikut madzhab Hanafi dan salafi. Ibnu Hubairah berkata, “Aku duduk bersama Az-Zabidi dari pagi sampai menjelang waktu Zhuhur sedang dia mengunyah sesuatu, sampai aku bertanya padanya.” Dia menjawab, ‘Ini adalah biji, aku mengunyahnya karena aku tidak menemukan sesuatu yang dapat kumakan’.” Ibnu Al Jauzi berkata, “Az-Zabidi adalah seorang ulama yang selalu mengatakan kebenaran walaupun terasa pahit, tidak menjadikan Allah celaan sebagaimana orang yang suka mencela. Diceritakan bahwa suatu ketika Az-Zabidi menghadap menteri, dan dia mengenakan pakaian kementerian. Orang-orang yang ada di sekitarnya memberikan ucapan selamat kepadanya. Az-Zabidi berkata, ‘Hari ini adalah hari bela sungkawa dan bukan hari pemberian selamat.’ Mereka bertanya, ‘Mengapa demikian?...

Abu Al Waqt

Dia adalah seorang syaikh, imam yang zuhud, ulama sufi, syaikh Islam, rujukan banyak orang, Abu Al Waqt Abdul Awwal bin syaikh ahli hadits yang panjang umurnya Abu Abdullah Isa As-Sijzi Al Harawi Al Maliyani. Lahir pada tahun 458 H. Ibnu Al Jauzi berkata, “Abu Al Waqt adalah ulama yang sabar ketika membaca, dikenal keshalihannya, banyak dzikir, tahajjud dan menangis. Dia selalu mengikuti jejak ulama salaf. Pada tahun wafatnya, dia berniat menunaikan ibadah haji, dia telah menyiapkan segala kebutuhan untuk ibadah tersebut, kemudian dia meninggal dunia sebelum niatnya terlaksana.” Yusuf bin Ahmad As-Syairazy dalam kitab Arba’in Al Buldan karyanya berkata, “Tatkala Aku pergi menemui guru kami, yang merupakan tujuan dan sandaran seluruh umat pada masa itu, yaitu Abu Al Waqt, Allah SWT telah menghendaki aku sampai padanya di ujung kota Kirman. Kemudian aku menyalami dan menciumnya, dan duduk di hadapannya. Dia bertanya, ‘Apa yang mendorongmu untuk mendatangi kota ini?’ Aku pun menjawa...

Asy-Syahrastani

Dia adalah Al Afdhal Muhammad bin Abdul Karim bin Ahmad Asy-Syahrastani, Abu Al Fath syaikh ahli kalam dan hikmah, dan ulama yang memiliki banyak karya. Dia adalah seorang ulama yang pandai dalam bidang ilmu Fikih, mengajarkan ilmu Ushul, dan menulis kitab Nihayat Al Iqdam dan kitab Al Milal wa An-Nihal. Dia dikenal ulama yang banyak menghafal, memiliki pemahaman yang kuat, dan cakap dalam menyampaikan nasihat. Dia dilahirkan pada tahun 467 H. Disebutkan dalam kitab At-Tahbir bahwa berasal dari Syahrastanah, seorang imam dan ulama ushul, mempunyai pengetahuan tentang sastra dan ilmu sejarah. Disebutkan bahwa dia dituduh telah mulhid/kufur, dan cenderung kepada pemikiran kelompok syi’ah. Ibnu Arsalan dalam kitab Tarikh Khuwarizm berkata,  “As-Syahrastani seorang ulama yang cerdas dan mempunyai banyak pengetahuan. Kalau tidak karena kecondongannya kepada ilhad/kekufuran dan kerancuannya dalam hal keyakinan, dia akan menjadi seorang imam. Sering sekali kita dibuatnya heran den...

Ibnu Nashir

Dia adalah seorang imam, ahli hadits, ulama Irak, Abu Al Fadhl Muhammad bin Nashir bin Muhammad As-Salami Al Baghdadi. Lahir pada tahun 467 H. Dia telah membaca banyak kitab yang tidak terhitung jumlahnya, telah melahirkan beberapa kaidah, menyusun dan mengarang buku, dikenal kemasyhurannya. Dia seorang ulama yang fasih, bagus cara membacanya, mahir bahasa Arabnya, pandai dalam ilmu bahasa, dan terkumpul padanya banyak keutamaan. As-Sam’ani berkata, “Ibnu Nashir adalah seorang ulama yang suka menilai orang. Sikapnya tersebut ditentang oleh Ibnu Al Jauzi, dan dia mencelanya seraya berkata, ‘Seorang ulama hadits yang suka melakukan jarh dan ta’dil, tidakkah engkau dapat membedakan antara jarh dan ghibah?!’ Ibnu Al Jauzi sendiri berhujjah dengan perkataan Ibnu Nashir dalam banyak hal tentang biografi para ulama dalam kitab Adz-Dzail karangannya. Bahkan Ibnu Al Jauzi telah berlebihan dalam merendahkan Abu Sa’ad, dan tidak diragukan lagi, Ibnu Nashir sangat menyayangkan sikap Ibnu Al ...

Ibnu Ath-Thallayah

Dia adalah syaikh yang jujur, zuhud, menjadi panutan dan merupakan keberkahan bagi kaum muslimin, Abu Al Abbas Ahmad bin Abu Ghalib, dikenal dengan Ibnu Ath-Thallayah,113 Al Kaghidy Al Baghdadi. Lahir pada tahun 462 H. As-Sam’ani berkata, “Dia adalah seorang syaikh besar, menghabiskan umurnya untuk beribadah, sering melaksanakan shalat malam dan berpuasa. Seakan-akan tidak ada satu jam pun dari umurnya yang terlewatkan kecuali untuk beribadah. Karena sering beribadah, tubuhnya menjadi agak bungkuk, hingga tidak jelas perbedaan antara berdirinya dan ruku’nya kecuali sedikit sekali. Dia telah hafal Al Quran, dan tidak menerima sesuatu pun dari seseorang. Dia mencukupkan dirinya dengan persediaan yang dimilikinya.” Abu Al Muzhaffar bin Al Jauzi berkata, “Aku mendengar bahwa para syaikh bercerita tentang orang tua dan kakek mereka, bahwa sultan Mas’ud apabila datang ke Baghdad, ia gemar berziarah kepada para ulama dan orang-orang shalih. Maka ia meminta kedatangan Ibnu Ath-Thallayah....

Muhammad bin Sa’ad

Dia adalah Ibnu Muhammad bin Mardanisy Al Judzami Al Andalusi, raja Abu Abdullah penguasa wilayah Mursiyah dan Yalnasiyah. Dia termasuk kerabat dari raja yang gigih dan wara’ Abu Muhammad Abdillah ibnu Iyadh. Ketika Ibnu Iyadh meninggal dunia, seluruh pembantu dan pembesar kerajaan sepakat untuk lebih mengutamakan Ibnu Mardanisy dalam menempati posisi kerajaan daripada mereka. Pada waktu itu usianya masih tergolong muda, tetapi dia salah seorang yang dijadikan perumpamaan akan keberaniannya. Ketika berkuasa, dia dihadapkan cobaan oleh tentara Abdul Mu’min yang terus menyerangnya. Akhirnya dengan terpaksa dia meminta bantuan pasukan asing. Dan tatkala khalifah Abdul Mu’min wafat, maka kerajaan Ibnu Mardanisy  semakin kokoh, dan kekuasaannya bertambah kuat, sehingga berakhirlah segala peperangan dan percobaan. Al Yasa’ dalam kitab Tarikh-nya berkata, Ketika orang Romawi mengetahui berita meninggalnya Ibnu Iyadh, mereka mendatangi wilayah Ibnu Iyadh untuk mencoba menguasainya. A...

Abu Muhammad bin Iyadh Al Mujahid

Namanya adalah Abdullah, seorang pejuang di jalan Allah, ksatria Andalusia, kepiawaiannya dalam berperang sudah dikenal oleh penduduk Andalusia timur. Abdul Wahid bin Ali Al Marrakusyi berkata, “Abu Muhammad bin Iyadh adalah seorang senior ulama pada masanya, telah sampai kepadaku suatu kabar bahwa doanya selalu mustajab, hatinya lembut, dan ia sangat mudah menangis, suatu ketika orang-orang Nashrani menyerbunya sebanyak seratus orang, tetapi Allah SWT melindunginya, sampai tibalah ajalnya, semoga Allah SWT merahmatinya.” Al Yasa’ bin Hazm berkata dalam kitab Akhbar Al Maghrib, “Abu Muhammad Abdullah bin Iyadh adalah seorang yang sangat pemberani ketika menunggang kuda, dan juga ia merupakan seorang ksatria, suatu ketika bangsa Eropa menyerang kami, merekapun memanahi kami, tetapi dengan cepat Ibnu Iyadh menaungi kami dari panah-panah mereka, padahal jumlah mereka sebanyak seratus ribu pasukan berkuda, dan pasukan infanteri sebanyak 200 ribu atau lebih, tenda-tenda mereka berjuml...