Skip to main content

Ummu Habibah Ummul Mukminin


Dia adalah Ramlah binti Abu Sufyan, sosok wanita yang terpelihara.
Dia adalah keponakan Rasulullah dan tidak ada di antara istri-istri beliau yang lebih dekat garis keturunannya dengan beliau dan lebih banyak sedekahnya daripada Ummu Habibah.

Rasulullah SAW melamarnya ketika dia sedang berada di Habasyah dan ketika itu Raja Habasyah yang membayar mahar untuk beliau sebanyak empat ratus dinar serta mempersiapkan segala sesuatu untuknya.
Dia pernah pergi ke Damaskus untuk mengunjungi saudaranya.

Ada yang mengatakan bahwa kuburannya di Damaskus. Tetapi ini tidak benar, karena kuburannya ada di Madinah. Kuburan yang ada di pintu kecil (Bab Ash-Shaghir) adalah kuburan Ummu Salamah Asma` binti Yazid Al Anshariyah.

Ibnu Sa’ad berkata, “Abu Sufyan mempunyai anak bernama Handzalah, yang terbunuh dalam perang Badar, yang merupakan suami Ummu Habibah yang meninggal tatkala hijrah bersamanya ke Habasyah, yaitu Ubaidullah bin Jahasy bin Riyab Al Asadi yang murtad dan masuk agama Nasrani.

Ummu Habibah memiliki kemuliaan dan keagungan, apalagi pada masa pemerintahan saudaranya, karena kedudukannya yang tinggi di sisinya. Ada juga yang mengatakan bahwa dia adalah bibinya orang-orang beriman.

Ummu Habibah meninggal dunia pada tahun 44 Hijriyah.

Comments

Popular posts from this blog

Abu Hurairah

Dia adalah Abu Hurairah Ad-Dausi Al Yamani. Ada banyak pendapat mengenai nama aslinya, dan yang paling kuat adalah Abdurrahman bin Shakhar.  Gelarnya yang paling dikenal adalah Abu Hurairah (anak kucing). Abu Hurairah pernah berkata, “Aku dijuluki dengan sebutan Abu Hurairah karena ketika aku menemukan seekor anak kucing, aku memasukkannya ke dalam sakuku.” Dia seorang imam yang faqih, mujtahid, Al Hafizh, sahabat Rasulullah SAW, dan sayyidul huffazh yang telah mendapat pengakuan.

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Imam Adz-Dzahabi

cara-global.blogspot.com:  Nama dan Nasabnya             Syamsudin Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qaimaz bin Abdullah Adz-Dzahabi. Dia berasal dari keluarga Turkuman [1] , yang silsilahnya (bila diruntun) sampai kepada bani Tamim.             Ayahnya berprofesi sebagai pengerajin emas yang mahir dan ahli, hingga terkenal dengan sebutan Adz-Dzahabi (tukang emas). Dia juga menuntut ilmu dan mendengar Shahih Al Bukhari, taat beragama, dan rajin menunaikan shalat malam.