Skip to main content

Ummu Kultsum binti Rasulullah SAW


Dia adalah putri keempat Rasulullah SAW.
Ada yang mengatakan bahwa Utbah bin Abu Lahab pernah menikahinya kemudian menceraikannya. 
Dia masuk Islam, lalu hijrah setelah Nabi SAW. Ketika saudara perempuannya (Ruqayyah) meninggal, dia dinikahi oleh Utsman —saat itu dia masih perawan— pada bulan Rabi’ul Awal tahun 3 Hijriyah, tetapi tidak menghasilkan keturunan. 
Dia meninggal pada bulan Sya’ban tahun 9 Hijriyah.

Istri–Istri Nabi SAW
Az-Zuhri mengatakan bahwa Nabi SAW menikahi 12 wanita Arab yang sudah berstatus janda. 
Diriwayatkan dari Qatadah, dia berkata, “Beliau menikahi 15 wanita: 6 dari golongan Quraisy (salah satunya dari sekutu Quraisy) dan 7 wanita Arab (salah satunya dari bani Israil).”
Istri beliau adalah Khadijah, Saudah, Aisyah, Ummu Salamah, Hafshah, Zainab binti Jahsy, Juwairiyah, Ummu Habibah, Shafiyyah, Maimunah, Fatimah binti Syuraih, kemudian beliau menikahi Zainab binti Khuzaimah, Hindun binti Yazid, Asma` binti An-Nu’man, Qutailah (saudari Al Asy’ats), dan Sana binti Asma` As-Sulamiyah.

Comments

Popular posts from this blog

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Abu Qatadah Al Anshari As-Sulami

Dia dikenal sebagai ksatria berkuda Rasulullah SAW, yang turut dalam perang Uhud dan perjanjian Hudaibiyah.  Dia bernama asli Al Harits bin Rib’i, Ali Ash-Shahih. Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ meriwayatkan dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda,  “Pasukan berkuda kami yang terbaik adalah Abu Qatadah, sedangkan pasukan pejalan kaki kami yang terbaik adalah Salamah bin Al Akwa’.”

Ibnu Tumart

Dia adalah Seorang ahli fikih, ushul, seorang yang zuhud, julukannya adalah Asy-Syaikh Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah bin tumart Al Barbari Al Mashmudi Al Harghi. Dia muncul di Maroko, mengaku sebagai keturunan Ali dari Hasan, dia adalah Imam Mahdi yang ma’shum dan dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin Hud bin Khalid bin Tamam bin Adnan bin Shafwan bin Jabir bin Yahya bin Rabah bin Yasar bin Al Abbas bin Muhammad bin Al Hasan bin Al Imam Ali bin Abu Thalib. Dia pergi dari Sus Al Aqsha menuju timur. Dia menunaikan ibadah haji, belajar fikih dan menguasai beberapa disiplin ilmu. Dia adalah sosok yang gemar menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dia orang yang besar jiwanya, berani, berwibawa, pejuang kebenaran, bersikeras untuk mendapat kekuasaan, dan menyimpang dalam kepemimpinannya. Dia sosok yang berwibawa, agung, dan disegani. Para pengikutnya mematuhinya. Mereka menguasai banyak kota dan mengalahkan banyak raja. Dia belajar dari Ilkiya Al Harrasi dan Ab...