Skip to main content

Ibnu Rajih


Dia adalah Syihabuddin Abu Abdullah Muhammad bin Khalaf bin Rajih Al Maqdisi Al Jamma’ili Al Hanbali. Seorang syaikh, imam, ulama, ahli fikih, dan juga seorang ahli debat (diskusi).

Dia dilahirkan –menurut perkiraan- pada tahun 550 H.

Al Hafizh Adh-Dhiya berkata, “Ibnu Rajih merupakan satu-satunya orang yang memiliki keahlian berdebat, ia sering mendebat musuh-musuhnya, ia juga mendebat para pengikut madzhab Hanafi, mereka pun merasa sakit hati akibat perbuatannya.”

Ia banyak melakukan kebaikan dan shalat, mempunyai hati yang bersih, aku melihat para pengikut Jamma’il sangat memuliakannya, mereka tidak meragukan kewalian dan karomah Ibnu Rajih.



Aku mendengar Imam Abdurrahman bin Muhammad bin Abdul Jabbar berkata, “Para penduduk Jamma’il bercerita kepadaku, di antara mereka adalah pamanku Umar bin Iwadh, ia berkata, ‘Pada suatu hari terjadi fitnah dalam kalangan Jamma’il, maka terjadilah konflik di antara kami, masing-masing dari kami menghunuskan pedangnya, sementara Ibnu Rajih sedang berada di tengah-tengah kami, maka iapun bersujud dan berdoa, pertempuran di antara kami tak bisa dielakkan, dan kami pun saling melukai dengan pedang satu sama lain, anehnya, tidak ada satu pun dari kami yang tergores maupun terluka,’ Umar melanjutkan perkataannya, ‘Aku melihat dengan jelas bahwa aku menusuk seseorang, tetapi aku sangat terkejut bahwa ia tidak terluka sama sekali, mereka berpendapat bahwa kejadian ini karena keberkahan doa Ibnu Rajih.’

Ibnu Rajih wafat pada tahun 618 H.

Sumber: An-Nubala

Comments

Popular posts from this blog

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Abu Qatadah Al Anshari As-Sulami

Dia dikenal sebagai ksatria berkuda Rasulullah SAW, yang turut dalam perang Uhud dan perjanjian Hudaibiyah.  Dia bernama asli Al Harits bin Rib’i, Ali Ash-Shahih. Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ meriwayatkan dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda,  “Pasukan berkuda kami yang terbaik adalah Abu Qatadah, sedangkan pasukan pejalan kaki kami yang terbaik adalah Salamah bin Al Akwa’.”

Ibnu Tumart

Dia adalah Seorang ahli fikih, ushul, seorang yang zuhud, julukannya adalah Asy-Syaikh Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah bin tumart Al Barbari Al Mashmudi Al Harghi. Dia muncul di Maroko, mengaku sebagai keturunan Ali dari Hasan, dia adalah Imam Mahdi yang ma’shum dan dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin Hud bin Khalid bin Tamam bin Adnan bin Shafwan bin Jabir bin Yahya bin Rabah bin Yasar bin Al Abbas bin Muhammad bin Al Hasan bin Al Imam Ali bin Abu Thalib. Dia pergi dari Sus Al Aqsha menuju timur. Dia menunaikan ibadah haji, belajar fikih dan menguasai beberapa disiplin ilmu. Dia adalah sosok yang gemar menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dia orang yang besar jiwanya, berani, berwibawa, pejuang kebenaran, bersikeras untuk mendapat kekuasaan, dan menyimpang dalam kepemimpinannya. Dia sosok yang berwibawa, agung, dan disegani. Para pengikutnya mematuhinya. Mereka menguasai banyak kota dan mengalahkan banyak raja. Dia belajar dari Ilkiya Al Harrasi dan Ab...