Skip to main content

Al Muwaffaq


Ia adalah Muwaffaquddin Abu Muhammad Abdul Lathif seorang anak ahli fikih yaitu Yusuf bin Muhammad Al Maushili, Al Baghdadi Asy-Syafi’i, seorang pendatang di Halab, seorang syaikh, Al Imam, ulama fikih, nahwu, bahasa, seorang dokter, ia mempunyai jiwa seni, dahu ia dikenal dengan julukan Ibnu AlLabad.
Ia dilahirkan di Baghdad pada tahun 557 H.

Al Muwaffaq berkata, “Aku belajar dari banyak orang, aku juga telah hafal kitab Al Maqamat, dan Al Fashih serta Diwan Al Mutanabbi, juga beberapa kitab ringkasan fikih dan ringkasan nahwu, aku juga telah hafal kitab Adab Al Katib, dan Musykil Al Qur`an karya Ibnu Qutaibah, kitab AlLuma’ juga telah aku hafalkan, kemudian aku menelaah kitab Al Idhah dan aku telah menghafal syarahnya, lalu aku juga telah hafal kitab At-Takmilah hanya dalam beberapa hari, setiap harinya aku menghafal satu buku catatan, di sela-sela daripada itu aku juga tidak lalai untuk belajar hadits dan fikih kepada Ibnu Fadhlan.”

Al Muwaffaq berwasiat, “Seyogianya kalian mempelajari  sirah pada masa awal munculnya Islam, maka pelajarilah sirah nabawiyyah, kalian ikuti perbuatan-perbuatan beliau, kalian ikuti jejaknya, selanjutnya kalian menyerupai beliau sebisa mungkin, karena barangsiapa yang tidak pernah bersusah payah dalam mencari ilmu, maka ia tidak akan merasakan lezatnya ilmu tersebut, barangsiapa yang tidak bekerja keras, ia tidak akan sukses, jika engkau kebetulan sedang tidak dalam keadaan menuntut ilmu maka gerakkanlah lidahmu untuk berdzikir, terlebih khusus ketika sedang tidur, jika engkau bergembira karena dunia, maka ingatlah akan mati, dan kefanaannya. Jika engkau tertimpa suatu masalah, maka kembalikanlah (kepada Allah SWT) jika engkau sedang lengah maka beristighfarlah, ketahuilah bahwa agama merupakan cahaya dan pelita yang menuntun para pengikutnya dan menunjukinya, wahai penghidup hati yang mati dengan keimanan, selamatkanlah kami dari hawa nafsu yang menghancurkan, bersihkan kami dari kotornya dunia menuju ikhlas kepada-Mu.” Karya-karya Al Muwaffaq sangat banyak.
Al Muwaffaq wafat di Baghdad pada tahun 629 H.

Comments

Popular posts from this blog

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Abu Qatadah Al Anshari As-Sulami

Dia dikenal sebagai ksatria berkuda Rasulullah SAW, yang turut dalam perang Uhud dan perjanjian Hudaibiyah.  Dia bernama asli Al Harits bin Rib’i, Ali Ash-Shahih. Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ meriwayatkan dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda,  “Pasukan berkuda kami yang terbaik adalah Abu Qatadah, sedangkan pasukan pejalan kaki kami yang terbaik adalah Salamah bin Al Akwa’.”

Ibnu Tumart

Dia adalah Seorang ahli fikih, ushul, seorang yang zuhud, julukannya adalah Asy-Syaikh Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah bin tumart Al Barbari Al Mashmudi Al Harghi. Dia muncul di Maroko, mengaku sebagai keturunan Ali dari Hasan, dia adalah Imam Mahdi yang ma’shum dan dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin Hud bin Khalid bin Tamam bin Adnan bin Shafwan bin Jabir bin Yahya bin Rabah bin Yasar bin Al Abbas bin Muhammad bin Al Hasan bin Al Imam Ali bin Abu Thalib. Dia pergi dari Sus Al Aqsha menuju timur. Dia menunaikan ibadah haji, belajar fikih dan menguasai beberapa disiplin ilmu. Dia adalah sosok yang gemar menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dia orang yang besar jiwanya, berani, berwibawa, pejuang kebenaran, bersikeras untuk mendapat kekuasaan, dan menyimpang dalam kepemimpinannya. Dia sosok yang berwibawa, agung, dan disegani. Para pengikutnya mematuhinya. Mereka menguasai banyak kota dan mengalahkan banyak raja. Dia belajar dari Ilkiya Al Harrasi dan Ab...