Skip to main content

An-Nu’man bin Muqarrin


cara-global.blogspot.com: Dia adalah Abu Hakim Al Muzani Al Amir, sahabat Rasulullah SAW.

Dia adalah pembawa panji kaumnya pada saat penaklukkan Makkah, kemudian menjadi panglima pasukan ketika menaklukkan Nahawan.

Dia adalah sahabat yang doanya dikabulkan, sampai-sampai Umar memperkenalkannya di atas mimbar kepada kaum muslim, hingga dia menangis.
Dia terbunuh tahun 21 Hijriyah, pada hari Jum’at.


Ashim bin Kulaib Al Jarmi berkata: Ayahku menceritakan kepadaku bahwa dia pernah terlambat mengirim kabar tentang Nahawan dan Ibnu Muqarrin kepada Umar. Ketika itu dia ingin meminta bantuan, sedangkan orang-orang —yang meminta bantuan itu— mengira tujuan mereka meminta bantuan tidak lain untuk menyerang Nahawan dan Ibnu Muqarrin, maka datanglah seorang pria Arab dari kalangan Muhajirin. Tatkala sampai di Baqi’, dia berkata, “Berita apa yang telah sampai kepada kalian tentang Nahawan?” Mereka menjawab, “Apa itu?” Dia berkata, “Tidak ada apa-apa.” Umar lalu mengirim seorang utusan kepadanya, dia mendatanginya lantas berkata, “Aku telah menemukan keluargaku hijrah hingga kami datang ke tempat ini dan itu. Ketika kami melanjutkan perjalanan, tiba-tiba ada muncul seorang penunggang unta merah yang belum pernah aku lihat. Aku kemudian bertanya, “Wahai Abdullah, dari mana kamu?” Dia menjawab, “Dari Irak.” Aku lalu bertanya, “Bagaimana berita orang-orang?” Dia menjawab, “Orang-orang berperang di Nahawand dan Allah menaklukkannya. Ibnu Muqarrin terbunuh. Demi Allah, aku tidak tahu jenis manusia macam apa dia? Aku juga tidak tahu bagaimana Nahawand?” Dia berkata, “Tahukah kamu hari apa itu?” Dia menjawab, “Aku tidak tahu.” Umar berkata, “Tetapi aku tahu, kembalilah ke rumahmu!”

Dia berkata, “Kami kemudian singgah di suatu tempat, kemudian melanjutkan perjalanan, lalu singgah di rumah ini hingga kembali.” Umar berkata, “Tepatnya itu pada hari ini dan ini. Semoga kamu bertemu dengan salah seorang utusan jin, karena mereka mempunyai utusan. Setelah itu segala sesuatunya berjalan normal. Tak lama kemudian datanglah berita yang mengatakan bahwa mereka telah bertemu dalam peperangan pada hari itu.”

sumber: an-nubala

Comments

Popular posts from this blog

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Abu Qatadah Al Anshari As-Sulami

Dia dikenal sebagai ksatria berkuda Rasulullah SAW, yang turut dalam perang Uhud dan perjanjian Hudaibiyah.  Dia bernama asli Al Harits bin Rib’i, Ali Ash-Shahih. Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ meriwayatkan dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda,  “Pasukan berkuda kami yang terbaik adalah Abu Qatadah, sedangkan pasukan pejalan kaki kami yang terbaik adalah Salamah bin Al Akwa’.”

Ibnu Tumart

Dia adalah Seorang ahli fikih, ushul, seorang yang zuhud, julukannya adalah Asy-Syaikh Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah bin tumart Al Barbari Al Mashmudi Al Harghi. Dia muncul di Maroko, mengaku sebagai keturunan Ali dari Hasan, dia adalah Imam Mahdi yang ma’shum dan dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin Hud bin Khalid bin Tamam bin Adnan bin Shafwan bin Jabir bin Yahya bin Rabah bin Yasar bin Al Abbas bin Muhammad bin Al Hasan bin Al Imam Ali bin Abu Thalib. Dia pergi dari Sus Al Aqsha menuju timur. Dia menunaikan ibadah haji, belajar fikih dan menguasai beberapa disiplin ilmu. Dia adalah sosok yang gemar menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dia orang yang besar jiwanya, berani, berwibawa, pejuang kebenaran, bersikeras untuk mendapat kekuasaan, dan menyimpang dalam kepemimpinannya. Dia sosok yang berwibawa, agung, dan disegani. Para pengikutnya mematuhinya. Mereka menguasai banyak kota dan mengalahkan banyak raja. Dia belajar dari Ilkiya Al Harrasi dan Ab...