Skip to main content

Sahal bin Hunaif


cara-global.blogspot.com: Dia adalah Abu Tsabit Al Anshari, Al Ausi, Al Aufi. 
Dia termasuk pejuang perang Badar dan perang-perang lainnya. 
Dia salah seorang amir Ali. 
Dia meninggal di Kufah pada tahun 38 Hijriyah dan jasadnya dishalati oleh Ali. 


Diriwayatkan dari Abu Umamah bin Sah, dia berkata: Amir bin Rabi’ah melihat Sahal bin Hunaif, kemudian berkata, “Demi Allah, aku tidak melihat sesuatu seperti hari ini dan tidak pula anak gadis yang belum menikah!” Tiba-tiba Sahal jatuh pingsan. Lalu dia didatangi Rasulullah SAW. Kemudian ada yang berkata kepada beliau, “Ya Rasulullah, apa pendapatmu tentang Sahal? Demi Allah, dia tidak bisa mengangkat kepalanya.” Beliau bersabda, “Apakah kalian bisa memperkirakan siapa pelakunya?” Mereka menjawab, “Kami mengira Amir bin Rabi’ah.” Beliau pun memanggilnya, lalu marah kepadanya seraya berkata, “Mengapa salah seorang di antara kamu membunuh saudaranya sendiri? Maukah kamu memberikan berkah kepadanya? Mandilah dan berikan bekas air mandimu kepadanya.” 

Dia kemudian membasuh wajahnya, kedua tangannya, kedua sikunya, ujung kedua kakinya, lalu bagian dalam sarungnya168 dalam satu wadah, kemudian ketika disiramkan kepadanya Sahal bangun dan sadarkan diri. 

Abu Syuraih mengatakan bahwa Sahal bin Umamah telah mendengar pembicaraan dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Rasululllah SAW  bersabda, “Janganlah kamu memberatkan dirimu sendiri, karena sesungguhnya kebinasaan kaum sebelummu dikarenakan mereka cenderung memberatkan diri sendiri dan kamu akan menjumpai sisa-sisa mereka berada di dalam shauma’ah dan biara-biara.” 
Rasulullah SAW juga sempat mempersaudarakan Ali dengan Sahal. 

Abu Janab berkata, “Aku mendengar Umar bin Said berkata, ‘Ali menshalati Sahal, lalu dia bertakbir lima kali’. Mereka berkata, ‘Apa ini?’ Ali menjawab, ‘Ahli Badar lebih utama dari yang lain, maka aku ingin menunjukkan kepada kalian tentang keutamaannya’.” 

sumber: an-nubala

Comments

Popular posts from this blog

Abu Hurairah

Dia adalah Abu Hurairah Ad-Dausi Al Yamani. Ada banyak pendapat mengenai nama aslinya, dan yang paling kuat adalah Abdurrahman bin Shakhar.  Gelarnya yang paling dikenal adalah Abu Hurairah (anak kucing). Abu Hurairah pernah berkata, “Aku dijuluki dengan sebutan Abu Hurairah karena ketika aku menemukan seekor anak kucing, aku memasukkannya ke dalam sakuku.” Dia seorang imam yang faqih, mujtahid, Al Hafizh, sahabat Rasulullah SAW, dan sayyidul huffazh yang telah mendapat pengakuan.

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Imam Adz-Dzahabi

cara-global.blogspot.com:  Nama dan Nasabnya             Syamsudin Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qaimaz bin Abdullah Adz-Dzahabi. Dia berasal dari keluarga Turkuman [1] , yang silsilahnya (bila diruntun) sampai kepada bani Tamim.             Ayahnya berprofesi sebagai pengerajin emas yang mahir dan ahli, hingga terkenal dengan sebutan Adz-Dzahabi (tukang emas). Dia juga menuntut ilmu dan mendengar Shahih Al Bukhari, taat beragama, dan rajin menunaikan shalat malam.