Skip to main content

Khuzaimah bin Tsabit

cara-global.blogspot.com - Dia adalah Ibnu Al Fakih, seorang ahli fikih, Abu Umarah Al Anshari Al Khathmi Al Madani, yang mempunyai dua kesaksian. Ada yang mengatakan bahwa dia turut dalam perang Badar. Namun yang benar, dia turut dalam perang Uhud dan perang sesudahnya.


Dia termasuk pemimpin pasukan Ali dan dia mati syahid bersamanya dalam perang Shiffin, tahun 37 Hijriyah. 

Dialah pembawa panji bani Khathmah saat perang Mut’ah.

Diriwayatkan dari Umarah bin Khuzaimah, dari ayahnya, dia berkata, “Aku pernah mengikuti perang Mut’ah dan bertarung dengan seseorang, lalu aku berhasil mengalahkannya. Sementara pelindung kepala yang dipakainya dihiasi dengan sebuah permata sejenis yaqut, dan satu-satunya keinginanku saat itu adalah mendapatkan yaqut tersebut, maka aku mengambilnya. Ketika kami berhasil mengalahkan musuh, aku kembali ke Madinah dengan membawa yaqut tersebut. Setelah itu aku datang menemui Nabi SAW dan memberikan yaqut itu kepada beliau, tetapi beliau justru memberikannya kepadaku. Aku lalu menjualnya pada masa Umar seharga 100 dinar.

Kharijah bin Zaid menceritakan dari Ayah, dia berkata, “Ketika kami menulis mushaf, aku kehilangan satu ayat yang pernah kudengar dari Rasulullah SAW, tetapi kemudian aku menemukannya pada Khuzaimah bin Tsabit. Ayat tersebut adalah:  ‘Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang mendapati apa yang ia janjikan kepada Allah’. (Qs. Al Ahzaab [33]: 23) Khuzaimah ketika itu terkenal dengan julukan Dzu Syahadatain, (pemilik dua kesaksian) karena Rasulullah SAW menyamakan kesaksiannya dengan kesaksian dua orang laki-laki.

Qatadah meriwayatkan dari Anas, dia berkata, “Ketika Al Hayyan membanggakan golongan Anshar, Aus berkata, ‘Pria dari golongan kami yang dimandikan oleh malaikat adalah Handzalah bin Rahib, pria dari golongan kami yang sempat menggetarkan Arsy adalah Sa’ad, pria dari golongan kami yang dijaga oleh lebah adalah Ashim bin Abu Aqlah, dan pria dari golongan kami yang kesaksiannya sama dengan kesaksian dua orang pria adalah Khuzaimah bin Tsabit.”

sumber an-nubala

Comments

Popular posts from this blog

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Abu Qatadah Al Anshari As-Sulami

Dia dikenal sebagai ksatria berkuda Rasulullah SAW, yang turut dalam perang Uhud dan perjanjian Hudaibiyah.  Dia bernama asli Al Harits bin Rib’i, Ali Ash-Shahih. Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ meriwayatkan dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda,  “Pasukan berkuda kami yang terbaik adalah Abu Qatadah, sedangkan pasukan pejalan kaki kami yang terbaik adalah Salamah bin Al Akwa’.”

Ibnu Tumart

Dia adalah Seorang ahli fikih, ushul, seorang yang zuhud, julukannya adalah Asy-Syaikh Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah bin tumart Al Barbari Al Mashmudi Al Harghi. Dia muncul di Maroko, mengaku sebagai keturunan Ali dari Hasan, dia adalah Imam Mahdi yang ma’shum dan dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin Hud bin Khalid bin Tamam bin Adnan bin Shafwan bin Jabir bin Yahya bin Rabah bin Yasar bin Al Abbas bin Muhammad bin Al Hasan bin Al Imam Ali bin Abu Thalib. Dia pergi dari Sus Al Aqsha menuju timur. Dia menunaikan ibadah haji, belajar fikih dan menguasai beberapa disiplin ilmu. Dia adalah sosok yang gemar menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dia orang yang besar jiwanya, berani, berwibawa, pejuang kebenaran, bersikeras untuk mendapat kekuasaan, dan menyimpang dalam kepemimpinannya. Dia sosok yang berwibawa, agung, dan disegani. Para pengikutnya mematuhinya. Mereka menguasai banyak kota dan mengalahkan banyak raja. Dia belajar dari Ilkiya Al Harrasi dan Ab...