Skip to main content

Ma’an bin Adi


Dia adalah Ibnu Al Jaddi, yang sudah terbiasa menulis Arab sebelum masuk Islam.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Ma’an bin Adi adalah salah satu dari dua pemuda yang menemui Abu Bakar dan Umar, yang ketika itu ingin berkunjung ke kampung bani Sa’idah. Mereka berkata kepada Abu Bakar dan Umar, ’Janganlah kalian ikut campur dalam urusan bani Sa’adah, uruslah urusan kalian sendiri’.”
Urwah berkata, “Kami mendapat berita bahwa para sahabat pernah menangisi Rasulullah SAW seraya berkata, ‘Alangkah baiknya seandainya kami mati sebelumnya, karena kita takut mengalami fitnah setelah wafatnya beliau’. Ma’an berkata, ‘Tetapi aku tidak suka mati sebelumnya, hingga aku bisa membenarkan ajaran beliau walaupun aku sudah mati, sebagaimana halnya aku membenarkan beliau ketika masih hidup’.” 
Ma’an termasuk sahabat yang mati syahid dalam perang Yamamah pada tahun 12 H.
------------------
siyar alam an-nubala
pustakaazzam.com

Comments

Popular posts from this blog

Abu Hurairah

Dia adalah Abu Hurairah Ad-Dausi Al Yamani. Ada banyak pendapat mengenai nama aslinya, dan yang paling kuat adalah Abdurrahman bin Shakhar.  Gelarnya yang paling dikenal adalah Abu Hurairah (anak kucing). Abu Hurairah pernah berkata, “Aku dijuluki dengan sebutan Abu Hurairah karena ketika aku menemukan seekor anak kucing, aku memasukkannya ke dalam sakuku.” Dia seorang imam yang faqih, mujtahid, Al Hafizh, sahabat Rasulullah SAW, dan sayyidul huffazh yang telah mendapat pengakuan.

Wa`il bin Hujur bin Sa’ad

Dia adalah Abu Hunaidah Al Hadrami, seorang bangsawan dan pembesar kaumnya. Dia pernah menjadi utusan. Dia juga meriwayatkan hadits. Ketika Mu’awiyah datang ke Kufah, dia menemui Mu’awiyah lalu membai’atnya. Diriwayatkan oleh Alqamah bin Wa‘il dari ayahnya, bahwa Wa‘il pernah mengirim seorang delegasi kepada Rasulullah SAW, sehingga beliau memberinya sebidang tanah. Beliau menyuruh Mu’awiyah bin Abu Sufyan agar ikut bersamanya untuk menunjukkan tanah tersebut.

Imam Adz-Dzahabi

cara-global.blogspot.com:  Nama dan Nasabnya             Syamsudin Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qaimaz bin Abdullah Adz-Dzahabi. Dia berasal dari keluarga Turkuman [1] , yang silsilahnya (bila diruntun) sampai kepada bani Tamim.             Ayahnya berprofesi sebagai pengerajin emas yang mahir dan ahli, hingga terkenal dengan sebutan Adz-Dzahabi (tukang emas). Dia juga menuntut ilmu dan mendengar Shahih Al Bukhari, taat beragama, dan rajin menunaikan shalat malam.