Ummu Umarah


cara-global.blogspot.com: Dia bernama asli Nasibah binti Ka’ab bin Amr.

Dia seorang wanita terhormat, mujahidah, berasal dari kelompok Anshar, berasal dari keturunan Khazraj, Al Maziniyyah Al Madaniyyah.

Saudaranya bernama Abdullah bin Ka’ab Al Mazini, pejuang perang Badar. Saudaranya bernama Abdurrahman yang terkenal suka menangis. 


Selain itu, Ummu Umarah ikut berbai’at pada malam Aqabah, ikut dalam perang Uhud, Hudaibiyah, Hunaian, dan Yamamah. Dia juga ikut berjihad dan melakukan banyak tugas hingga tangannya cacat.
Dhamrah bin Sa’id Al Mazini pernah berbicara tentang neneknya, bahwa ketika dia ikut perang Uhud, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Kedudukan Nasibah binti Ka’ab pada hari ini lebih baik daripada kedudukan fulan dan fulan.”

Dia sangat bersemangat dalam perang, hingga pakaiannya robek di bagian tengahnya dan terluka sebanyak tiga belas luka. Dia berkata, “Sesungguhnya aku benar-benar melihat Ibnu Qami’ah memukul pundaknya hingga menyebabkan luka parah, lalu dia diobati selama satu tahun. Kemudian ada seorang lelaki memanggil Rasulullah SAW, ‘Kemarilah untuk melihat Hamra` Al Asad (macan merah)’. Maksudnya adalah Ummu Umarah. Lalu Ummu Umarah mengencangkan pakaiannya, tetapi dia tidak bisa menghentikan kucuran darah.”

Diriwayatkan dari Umarah bin Ghaziyah, dia berkata: Ummu Umarah berkata, “Aku melihat pasukan kocar-kacir dan berhamburan dari sisi Rasulullah SAW, sehingga tidak tersisa kecuali segelintir orang yang jumlahnya tidak sampai sepuluh orang: aku, Anakku, suamiku (berada di samping beliau untuk melindungi beliau), sedangkan anggota pasukan yang lain terpukul mundur hingga kocar-kacir. Ketika itu beliau melihatku tidak membawa perisai. Ketika beliau melihat seorang pria mundur dengan membawa perisai, beliau bersabda, ‘Serahkanlah perisaimu kapada orang yang berperang!’ Dia pun melemparkannya kemudian aku mengambilnya dan menggunakannya untuk melindungi Rasulullah SAW. Sementara itu tentara berkuda berusaha menyerang kami. Seandainya mereka pasukan pejalan kaki seperti kami, tentu kami bisa mengalahkan mereka, Insya Allah.

Tiba-tiba seorang penunggang kuda datang memukulku, maka aku menyabetkan perisai kepadanya, tetapi tidak mengenainya. Aku lalu memukul kudanya dan mengenai pungungnya. Nabi SAW kemudian berteriak, ‘Wahai Ibnu Umi Umarah, lihat ibumu, lihat ibumu!’ Dia lantas menolongku mengalahkannya hingga aku memperoleh banyak harta rampasan.”

Diriwayatkan dari Muhammad bin Yahya bin Habban, dia berkata, “Pada saat perang Uhud, Ummu Umarah cedera sebanyak 12 luka. Saat perang Yamamah, tangannya terpotong  dan menderita 11 luka. Dia datang ke Madinah dalam keadaan terluka. Abu Bakar lalu menjenguknya untuk menanyakan perihal dirinya pada saat Abu Bakar menjadi khalifah.

Putra Ummu Umarah, yaitu Habib bin Zaid bin Ashim, orang yang dibunuh oleh Musailamah. Sedangkan putranya yang lain, yaitu Abdullah bin Zaid Al Mazini, yang menceritakan tentang tata cara Rasulullah SAW berwudhu, terbunuh pada waktu perang yang panas dan dialah yang membunuh Musailamah Al Kadzdzab dengan pedangnya. Selain itu, dia juga ikut dalam perang Uhud.

sumber: an-nubala