Asma` binti Umais


cara-global.blogspot.co: Dia adalah putri Ma’bad Al Khats’amiyah, Ummu Abdullah. Dia termasuk sahabat yang hijrah pertama kali. 

Diriwayatkan bahwa Asma` telah masuk Islam sebelum Rasulullah SAW masuk ke Baitul Arqam. Sedangkan Ja’far Ath-Thayyar, suaminya, hijrah bersamanya ke Habasyah. Dia dikaruniai tiga orang putra, yaitu Abdullah, Muhammad, dan Aunan. 


Ketika dia dan suaminya berangkat ke Madinah pada tahun 7 Hijriyah, suaminya mati syahid dalam perang Mu’tah. Kemudian Abu Bakar Ash-Shiddiq menikahinya, dan mereka dikaruniai anak bernama Muhammad, pada saat ihram. Dia kemudian ikut saat melaksanakan haji Wada’. Ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq meninggal dunia, dia yang memandikan jasadnya. Setelah itu dia dinikahi oleh Ali bin Abu Thalib.

Diriwayatkan dari As-Sya’bi, dia berkata: Ketika Asma` datang dari Habasyah, Umar berkata kepadanya, “Wahai orang-orang Habasyah, kalian lebih dulu hijrah daripada kami.” Asma` berkata, “Demi Allah, kamu benar. Kalian bersama Rasulullah SAW memberi makan orang yang kelaparan di antara kalian, mengajari orang-orang bodoh, sementara kami sangat jauh dan terusir. Demi Allah, aku akan menceritakan masalah ini kepada Rasulullah SAW.” 

Setelah itu dia mendatangi beliau, lantas beliau bersabda, “Bagi yang lain hanya sekali hijrah, sedangkan kalian telah melakukan hijrah dua kali.”

Zakaria bin Abu Za‘idah berkata: Aku mendengar Amir berkata, “Ketika Ali menikahi Asma` binti Umais, kedua putranya, Muhammad bin Abu Bakar dan Muhammad bin Ja’far, merasa bangga, mereka berkata, ‘Aku lebih mulia darimu dan Ayahku lebih baik dari ayahmu’.” 

Zakaria bekata: Ali pernah berkata kepada Asma‘, “Putuskan antara mereka berdua.” Asma` lalu berkata, “Aku tidak pernah melihat pemuda Arab yang lebih baik daripada Ja’far dan aku tidak pernah melihat orang dewasa sebaik Abu Bakar.” 

Ali lantas berkata, “Kamu tidak menyisakan untukku sedikit pun. Seandainya kamu tidak mengatakan seperti itu, aku tentunya akan memarahimu.”

Asma‘ berkata, “Di antara ketiganya, kamulah pilihan yang paling ideal.”

Ali lalu berkata, “Wanita-wanita itu kadang membohongi kalian, tidak ada yang dapat dipercaya di antara mereka kecuali Asma` binti Umais.”
Dia masih diberi umur panjang setelah wafatnya Ali RA.

sumber: an-nubala