Ummu Sulaim Al Ghumaisha’


cara-global.blogspot.com: Dia dipanggil dengan sebutan Rumaisha‘ binti Milhan bin Khalid bin Zaid Al Anshari Al Khazraji. 
Dia ibu dari pelayan Rasulullah SAW yang bernama Anas bin Malik.  
Dia wanita mulia yang pernah menyaksikan perang Hunain dan Uhud. 
Diriwayatkan dari Anas, dia berkata, “Ummu Sulaim membuat pisau besar pada saat perang Hunain, maka Abu Thalhah berkata, ‘Ya Rasulullah, Ummu Sulaim membawa sebilah pisau’. Mendengar itu, Ummu Sulaim berkata, ‘Apabila orang musyrik mendekatiku maka akan aku belah perutnya’.” 


Diriwayatkan dari Ishaq bin Abdullah, dari neneknya, bahwa Ummu Sulaim berkata: Setelah Ummu Sulaim beriman kepada Rasulullah SAW, Abu Yunus datang menemuiku. Abu Yunus kemudian berkata, “Apakah engkau pindah agama?” Ummu Sulaim menjawab, “Aku tidak pindah agama tetapi aku beriman!” Dia kemudian mengajarkan kepada Anas seraya berkata, “Katakanlah, tidak ada tuhan selain Allah. Katakanlah juga, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah!” Abu Yunus pun melakukannya. Kemudian ayahnya berkata kepada Ummu Sulaim, “Engkau jangan menyesatkan Anakku!” Ummu Sulaim menjawab, “Aku tidak menyesatkannya.” 

Setelah itu Malik berperang lalu bertemu musuhnya, hingga akhirnya berhasil membunuhnya. Ummu Sulaim kemudian berkata, “Hebat, aku tidak menyapih Anas sampai dia tidak mau menyusu sendiri, dan aku tidak akan menikah hingga Anas menyuruhku.” 

Ummu Sulaim lalu dilamar Abu Thalhah yang pada saat itu masih musyrik, namun Ummu Sulaim menolaknya. 
Diriwayatkan dari Anas, dia berkata, “Ketika Abu Thalhah melamar Ummu Sulaim, Ummu Sulaim berkata, ‘Sesungguhnya aku tidak akan menikah dengan orang musyrik! Tahukah kamu wahai Abu Thalhah, tuhanmu dipahat oleh budak bani fulan dan seandainya kalian menyalakan api untuk membakar patung tersebut, dia akan terbakar?’ Abu Thalhah pun pulang dengan hati yang mengganjal. Setelah itu Abu Thalhah mendatanginya lagi dan berkata, ‘Yang engkau tawarkan kepadaku telah aku terima’. Selanjutnya mahar yang ditetapkan Ummu Sulaim kepada Abu Thalhah adalah masuk Islam.” 

Al Jarud berkata: Anas bin Malik menceritakan kepada kami bahwa Nabi SAW  pernah mengunjungi Ummu Sulaim, lalu Ummu Sulaim menyuguhi sesuatu yang dibuatnya sendiri untuk beliau. Saat itu adik laki-lakiku yang bergelar Abu Umair mengunjungi kami, beliau lantas berkata, “Mengapa Abu Umair terlihat sedih?” Ummu Sulaim menjawab, “Burung kecilnya yang biasa menjadi teman bermainnya, mati.” Rasulullah SAW kemudian mengusap kepalanya seraya bersabda, “Wahai Abu Umair, tidak perlu menyesali sesuatu yang kecil!” 

Diriwayatkan dari Anas, dia berkata, “Rasulullah SAW tidak pernah masuk rumah selain rumah Ummu Sulaim. Ketika beliau ditanya tentang hal itu, beliau menjawab, ‘Aku mengasihinya karena saudaranya terbunuh bersamaku’.” 

Menurut aku, saudaranya itu adalah Haram bin Milhan, seorang syahid, yang pada waktu terjadinya peristiwa sumur Ma’unah berkata, “Demi Allah, aku telah memperoleh keberuntungan!” Ketika dia ditikam dari belakang, tombak itu menembus hingga dadanya. 

Diriwayatkan dari Ummu Sulaim, dia berkata, “Suatu ketika Rasulullah SAW tidur siang di rumahku, dan ketika itu aku menghamparkan tikar dari kulit untuk beliau. Beliau kemudian tidur di atasnya hingga berkeringat. Lalu akan mengambil botol minyak wangi, lantas membasuh keringat itu dengannya.” 

Ibnu Sirin berkata, “Aku meminta sedikit wewangian yang dicampur keringat beliau kepada Ummu Sulaim, lalu dia memberikan sebagian darinya kepadaku.” 

Ayub berkata, “Aku pernah meminta wewangian kepada Muhammad, kemudian dia memberiku sebagian, dan sekarang wewangian itu ada padaku.” 

Dia berkata, “Ketika Muhammad meninggal, beliau dilumuri dengan wewangian itu.” 
Diriwayatkan dari Anas, dia berkata, “Rasulullah SAW pernah datang ke rumah Ummu Sulaim saat sebuah guci sedang tergantung. Rasulullah SAW kemudian minum dari guci tersebut sambil berdiri, maka Ummu Sulaim berdiri menuju mulut guci itu lalu memotongnya.” 

Diriwayatkan dari Ubaidullah bin Umar, dia berkata, “Dia lalu memegang di bekas mulutnya.”
Diriwayatkan dari Anas, dia berkata, “Ketika Rasulullah SAW ingin mencukur rambutnya di Mina, Abu Thalhah mengambil beberapa helai rambut beliau, kemudian diberikan kepada Ummu Sulaim, dan dia pun meletakkannya di dalam botol wewangian miliknya.” 

Ummu Sulaim berkata, “Rasulullah SAW pernah tidur siang di rumahku di atas tikar. Saat tidur, beliau banyak mengeluarkan keringat, maka aku memeras keringat tersebut lantas memasukkannya ke dalam botol. Setelah itu beliau bangun, kemudian bersabda, ‘Apa yang kamu lakukan?’ Aku menjawab, ‘Aku ingin mencampur keringatmu dengan minyak wangiku’.” 

Diriwayatkan dari Anas, dia berkata: Rasulullah SAW  bersabda, “Aku bermimpi masuk surga. Lalu aku mendengar bunyi di depanku, dan ketika aku terjaga, ternyata aku berada di tempat Ghumaisha` binti Milhan.”

Humaid berkata: Anas berkata, “Anak laki-laki Ummu Sulaim sakit keras, kemudian Abu Thalhah pergi ke masjid, setelah itu anak tersebut meninggal. Lalu Ummu Sulaim membereskannya dan berkata, ‘Jangan memberitahukan dirinya!’ Ketika Abu Thalhah pulang, Ummu Sulaim telah mempersiapkan makan malamnya, dan dia pun makan malam. Setelah itu bergaul (bersetubuh) dengannya. Ketika akhir malam, Ummu Sulaim berkata, ‘Wahai Abu Thalhah, tidakkah engkau memperhatikan keluarga Abu fulan yang meminjam itu, kemudian pinjaman itu diminta lagi dari mereka tetapi mereka enggan mengembalikannya?’ Abu Thalhah menjawab, ‘Mereka tidak ikhlas’. Ummu Sulaim lalu berkata, ‘Anakmu sebenarnya adalah pinjaman dari Allah, dan Dia telah mengambilnya”. Mendengar itu, dia pun membaca, ‘Innaa lillaahi wa inaa ilaihi raaji’un’, lalu memuji Allah. Keesokan harinya Abu Thalhah menceritakan hal itu kepada Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda, ‘Semoga Allah memberkati malam kalian berdua.’ 

Setelah itu Ummu Sulaim mengandung Abdullah bin Abu Thalhah lalu melahirkannya pada malam hari. Dia lantas menyuruhku membawa anak itu kepada Rasulullah SAW, dan tak lupa membawa kurma Ajwah. Aku kemudian membawanya menemui Rasulullah SAW. Pada saat itu beliau sedang mengurus unta-untanya dan memberinya tanda. Aku berkata, ‘Ya Rasulullah, malam ini Ummu Sulaim melahirkan’. Rasulullah SAW pun mengunyah beberapa biji kurma, lalu menyuapkannya kepada bayi itu dan bayi itu pun menelannya. Setelah itu Rasulullah SAW bersabda, ‘Orang Anshar paling menyukai kurma’. Aku lalu berkata, ‘Berilah dia nama ya Rasulullah!’ Beliau bersabda, ‘Abdullah’.” 

Diriwayatkan dari Abayah bin Rifa’ah, dia berkata, “Ummu Anas berada di bawah Abu Thalhah (bersenggama). Setelah itu dia menceritakannya kepada Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda, ‘Ya Allah, berkatilah malam mereka berdua’.” 

Abayah berkata, “Aku telah melihat orang itu mempunyai tujuh anak yang semuanya berhasil mengkhatamkan Al Qur`an.” 

sumber: siyar alam an-nubala