Abdullah bin Sallam


cara-global.blogspot.com: Dia adalah putra Al Harits, seorang imam terkemuka dan terkenal sebagai sahabat yang dijamin masuk surga. Abu Al Harits adalah keturunan bani Israil, sekutu orang Anshar, dan termasuk sahabat Rasulullah SAW yang spesial.

Menurut informasi yang sampai kepada kami, dia termasuk sahabat yang ikut dalam penaklukkan Baitul Maqdis.


Dia masuk Islam ketika Nabi SAW hijrah dan datang ke Madinah.

Ibnu Sa’ad berkata, “Dia termasuk keturunan Yusuf bin Ya’qub AS, dan dia sekutu bani Qawaqalah.” 
Dia masuk Islam sejak lama, yaitu setelah Nabi SAW datang ke Madinah. Dulunya dia pendeta Yahudi.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Sallam, dia berkata, “Ketika Nabi SAW datang ke Madinah, orang-orang mengerumuninya, sedangkan aku termasuk salah satunya. Ketika aku melihat beliau, aku melihat wajah beliau, bukan wajah seorang pendusta. Ajaran pertama yang aku dengar dari beliau adalah sabda beliau, 

“Wahai manusia, tebarkan salam, berilah makanan (kepada orang lain), sambunglah tali persaudaraan, shalatlah pada waktu malam ketika orang-orang tertidur nyenyak, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.”

Diriwayatkan dari Anas, dia berkata, “Abdullah bin Sallam pernah datang menemui Nabi SAW saat beliau datang ke Madinah, dia berkata, ‘Aku ingin mengajukan tiga pertanyaan kepadamu yang hanya diketahui oleh seorang Nabi. Apa tanda-tanda Hari Kiamat? Makanan apa yang pertama kali dimakan penghuni surga? Dari mana anak menyerupai ibunya?’

Nabi SAW bersabda, ‘Jibril tadi memberitahukan kepadaku tentang hal itu’. Abdullah berkata, ‘Itu adalah musuh orang Yahudi dari kalangan malaikat’. Nabi SAW kemudian bersabda, ‘Tanda (syarat) terjadinya Hari Kiamat adalah munculnya api dari arah Timur, sehingga orang-orang berkumpul di arah Barat. Sedangkan sesuatu yang pertama kali dimakan penghuni surga adalah minyak ikan. Adapun masalah kemiripan, jika air mani laki-laki lebih dominan, maka anaknya akan memiliki kemiripan dengan ayahnya, dan jika air (mani) ibu lebih dominan daripada air mani suaminya, maka anaknya akan memiliki kemiripan dengan ibunya’. Abdullah bin Sallam berkata, ‘Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah.’

Dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang Yahudi itu kaum yang bengis, sehingga jika mereka tahu keislamanku maka mereka akan mencelakaiku. Oleh karena itu, utuslah seseorang kepada mereka lalu tanyailah mereka tentangku’.

Rasulullah SAW kemudian mengutus seseorang kepada mereka. Utusan itu berkata, ‘Siapa Ibnu Salam itu di tengah-tengah kalian?’ Mereka menjawab, ‘Dia pendeta kami dan anak pendeta kami, orang alim kami dan anak orang alim kami’. Utusan itu berkata, ‘Apakah jika dia masuk Islam maka kalian juga akan masuk Islam?’ Mereka menjawab, ‘Kami berlindung kepada tuhan jika itu terjadi’. Lalu keluarlah Abdullah, dia berkata, ‘Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah’. Mendengar itu, mereka berkata, ‘Dia orang terburuk kami, anak orang terburuk kami. Dia orang terbodoh kami dan anak orang terbodoh kami’. Ibnu Salam berkata, ‘Ya Rasulullah, bukankah aku telah memberitahukan kepadamu bahwa mereka adalah kaum yang bengal?’.”

Diriwayatkan dari Amir bin Sa’ad, dari ayahnya, dia berkata: Aku tidak pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda kepada seseorang bahwa dia termasuk ahli surga kecuali kepada Abdullah bin Sallam, yang karenanya diturunkan firman Allah SWT, 

“Katakanlah, ‘Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Qur`an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al Qur`an lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim’.” (Qs. Al Ahqaaf [46]: 10)

Diriwayatkan dari beberapa jalur periwayatan, bahwa Abdullah bin Sallam pernah bermimpi, lalu dia menceritakan mimpi tersebut kepada Nabi SAW hingga beliau bersabda kepadanya, “Kamu akan meninggal dengan berpegang kepada tali yang kuat.” Sanadnya kuat.

Diriwayatkan dari Yazid bin Amirah Az-Zubaidi, dia berkata: Menjelang wafatnya Mu’adz bin Jabal, ada yang berkata kepadanya, “Berwasiatlah kepada kami wahai Abu Abdurrahman!” Dia berkata, “Carilah ilmu kepada Abu Ad-Darda`, Salman, Ibnu Mas’ud, dan Abdullah bin Sallam yang masuk Islam, karena aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya dia orang kesepuluh dari sepuluh orang yang masuk surga’.”

Di antara orang yang mempunyai ilmu ahlul kitab, seperti yang dikatakan Mujahid, adalah Abdullah bin Sallam. 

Dia meninggal tahun 43 Hijriyah.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Sallam, dia berkata: Kami duduk-duduk bersama para sahabat, lalu kami saling mengingatkan, “Seandainya kami mengetahui amal yang paling dicintai Allah, niscaya kami akan melaksanakannya.” Kemudian turunlah firman Allah SWT, 

“Bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?” (Qs. Ash-Shaff [61]: 1-2) hingga akhir surah ini. 

Abdullah berkata, “Rasulullah SAW lalu membacakannya kepada kami hingga akhir surah.”

sumber: an-nubala