Dia adalah putra A‘idz, Abu Amr Al Muzani, Al Amir. Peperangan yang pertama kali diikutinya adalah perang Ahzab. Dia pernah mengikuti Bai’ah Ar-Ridhwan, tinggal di Kufah, menjadi wali Umar di Kaskar, kemudian pergi bersama-sama pasukan Islam menuju Nahawand, dan pada saat itu dia adalah sahabat yang pertama kali mati syahid pada tahun 11 Hijriyah. Diriwayatkan dari Ma’qil bin Yasar, bahwa Umar pernah bermusyawarah dengan Hurmuzan di Isfahan, Persia, dan Adzarbaijan. Dia berkata, “Isfahan adalah kepala, sedangkan Persia dan Azarbaijan adalah sayap. Jika kamu memotong sayap maka dia masih bisa lari dengan kepala dan sayap satunya, tetapi jika kamu memotong kepala, maka kedua sayapnya akan jatuh.” Umar kemudian berkata kepada An-Nu’man bin Muqarrin, “Aku mengangkatmu menjadi pemimpin.” Hurmuzan berkata, “Jika aku dijadikan sebagai penarik pajak, aku tidak mau, tetapi jika aku dijadikan sebagai pemimpin pasukan, aku mau.” Umar lalu berkata, “Kamu diangkat menjadi pemimpin perang.” Ta...
Menyelami kehidupan para sahabat, tabi'in, tabi'ut-tabi'in dan juga ulama-ulama pengarang buku-buku Islam popular dunia.