Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2010

An-Nu’man bin Muqarrin

Dia adalah putra A‘idz, Abu Amr Al Muzani, Al Amir. Peperangan yang pertama kali diikutinya adalah perang Ahzab. Dia pernah mengikuti Bai’ah Ar-Ridhwan, tinggal di Kufah, menjadi wali Umar di Kaskar, kemudian pergi bersama-sama pasukan Islam menuju Nahawand, dan pada saat itu dia adalah sahabat yang pertama kali mati syahid pada tahun 11 Hijriyah. Diriwayatkan dari Ma’qil bin Yasar, bahwa Umar pernah bermusyawarah dengan Hurmuzan di Isfahan, Persia, dan Adzarbaijan. Dia berkata, “Isfahan adalah kepala, sedangkan Persia dan Azarbaijan adalah sayap. Jika kamu memotong sayap maka dia masih bisa lari dengan kepala dan sayap satunya, tetapi jika kamu memotong kepala, maka kedua sayapnya akan jatuh.” Umar kemudian berkata kepada An-Nu’man bin Muqarrin, “Aku mengangkatmu menjadi pemimpin.” Hurmuzan berkata, “Jika aku dijadikan sebagai penarik pajak, aku tidak mau, tetapi jika aku dijadikan sebagai pemimpin pasukan, aku mau.” Umar lalu berkata, “Kamu diangkat menjadi pemimpin perang.” Ta...

Ubai bin Ka’ab

Dia adalah Ibnu Qais, pemimpin ahli Al Qur`an, Abu Al Mundzir Al Anshari, An-Najjari, Al Madani Al Muqri‘, Al Badari, yang juga dijuluki dengan Abu Ath-Thufail. Dia sempat mengikuti perjanjian Aqabah dan perang Badar, mengumpulkan Al Qur`an pada masa Nabi SAW, belajar langsung dari Nabi SAW, menghafal banyak ilmu yang penuh berkah, dan sosok ulama yang suka beramal. Anas berkata, “Nabi SAW pernah berkata kepada Ubai bin Ka’ab, ‘Allah menyuruhku agar mengajarimu membaca Al Qur`an’. Ubai bin Ka’ab berkata, ‘Apakah Allah menyebutkan namaku kepadamu?’ Rasulullah menjawab, ‘Ya’. Dia bertanya lagi, ‘Apakah namaku juga di sebut di sisi Tuhan penguasa alam?’ Dia menjawab, ‘Ya’. Setelah itu kedua matanya memgeluarkan air mata. Ketika Nabi SAW bertanya kepada Ubai bin Ka’ab tentang ayat Al Qur`an yang paling agung, ia menjawab, ‘Allaahu laa ilaaha illaa huwa al hayyu al qayyum’. (Qs. Al Baqarah [2]: 255) Nabi SAW kemudian memukul dadanya seraya bersabda, ‘Betapa luasnya ilmumu wahai Abu Mu...

Khalid bin Al Walid

Dia adalah Ibnu Al Mughirah. Dia dikenal dengan sebutan pedang Allah, ksatria berkuda, singa peperangan, pemimpin, imam, amir yang berwibawa, dan panglima para mujahidin, Abu Sulaiman Al Qurasyi, Al Makhzumi, Al Makki. Ia adalah putra saudara perempuan Ummul Mukminin Maimunah binti Al Harits.  Dia hijrah sebagai seorang muslim pada bulan Shafar tahun 8 H, kemudian ikut dalam peperangan dan mati syahid dalam perang Muktah. Ketika ketiga pemimpin pasukan Islam mati syahid, yaitu bekas budak yang dimerdekakan oleh Zaid, keponakannya, Ja’far Dzul Janahain, dan Ibnu Rawahah, pasukan Islam berjuang tanpa pemimpin, sehingga Khalid mengambil alih kepemimpinan pasukan, mengambil bendera, lantas menyerang musuh. Setelah itu Khalid memperoleh kemenangan sehingga Nabi SAW menamainya dengan Saifullah (pedang Allah). Beliau kemudian bersabda, “Sesungguhnya Khalid adalah salah satu pedang Allah yang dimunculkan untuk menghabisi orang-orang musyrik.”  Dia juga turut dalam penaklukka...

Khalid bin Al Walid

Dia adalah Ibnu Al Mughirah. Dia dikenal dengan sebutan pedang Allah, ksatria berkuda, singa peperangan, pemimpin, imam, amir yang berwibawa, dan panglima para mujahidin, Abu Sulaiman Al Qurasyi, Al Makhzumi, Al Makki. Ia adalah putra saudara perempuan Ummul Mukminin Maimunah binti Al Harits.  Dia hijrah sebagai seorang muslim pada bulan Shafar tahun 8 H, kemudian ikut dalam peperangan dan mati syahid dalam perang Muktah. Ketika ketiga pemimpin pasukan Islam mati syahid, yaitu bekas budak yang dimerdekakan oleh Zaid, keponakannya, Ja’far Dzul Janahain, dan Ibnu Rawahah, pasukan Islam berjuang tanpa pemimpin, sehingga Khalid mengambil alih kepemimpinan pasukan, mengambil bendera, lantas menyerang musuh. Setelah itu Khalid memperoleh kemenangan sehingga Nabi SAW menamainya dengan Saifullah (pedang Allah). Beliau kemudian bersabda, “Sesungguhnya Khalid adalah salah satu pedang Allah yang dimunculkan untuk menghabisi orang-orang musyrik.”  Dia juga turut dalam penaklukka...

Ibnu Ummi Maktum

Dia adalah Abdullah bin Qais Al Qurasyi Al Amiri. Ia termasuk salah satu As-Sabiquna Al Muhajirin (sahabat yang pertama kali hijrah). Dia sebenarnya pria buta yang menjadi muadzin Rasulullah SAW selain Bilal, Sa’ad  Al Qiradh, dan Abu Mahdzurah di Makkah. Dia juga sempat hijrah beberapa saat setelah perang Badar.       Nabi Muhammad SAW sangat memuliakanya dan pernah menjadikannya sebagai khalifah di Madinah pada saat ditinggalkan oleh beliau, lalu dia mengerjakan shalat bersama segenap umat Islam yang tinggal di Madinah. Diriwayatkan dari Abu Ishaq, bahwa dia mendengar Al Bara‘ berkata, “Orang yang pertama kali datang kepada kami adalah Mush’ab bin Umair dan Ibnu Ummi Maktum. Mereka berdua kemudian mengajarkan Al Qur`an kepada orang-orang.” Urwah berkata, “Nabi SAW bersama orang-orang Quraisy, diantaranya Utbah bin Rabi’ah. Tiba-tiba datang Ummi Maktum seraya bertanya tentang sesuatu, tetapi Nabi berpaling darinya, maka turunlah firman Allah,  “Dia ...

Bilal bin Rabah

Dia adalah budak yang dimerdekakan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq, muadzin pada zaman Rasulullah SAW dari golongan As-Sabiqunal Awwalun (orang-orang yang pertama kali masuk Islam) dan pernah disiksa di jalan Allah. Dia juga termasuk pejuang perang Badar dan memperoleh kesaksian dari Nabi SAW bahwa dia masuk surga.      Selain itu, dia banyak memiliki keistimewaan, seperti yang disebutkan oleh Ibnu Asakir. Usianya mencapai 60-an tahun. Ada yang mengatakan bahwa dia berasal dari bani Habsyi. Ada pula yang mengatakan bahwa dia berasal dari keturunan bani Hijaz.   Ada beberapa pendapat yang berkembang seputar kematiannya, dan salah satunya pendapat mengatakan bahwa dia meninggal pada waktu perang Badar, yaitu tahun 20 H.  Diriwayatkan dari Dzar, dari Abdullah, dia berkata, “Orang yang pertama kali menampakkan keislamannya ada tujuh orang, yaitu Rasulullah, Abu Bakar, Ammar, ibunya Sumayah, Bilal, Shuhaib, dan Al Miqdad. Adapun Rasulullah dan Abu Bakar dilindung...

Usaid bin Al Hudhair

Dia adalah Ibnu Simak, Imam Abu Yahya, Al Ausi, Al Asyhali.  Dia dikenal sebagai salah satu pemimpin dari dua belas orang yang masuk Islam pada malam Aqabah. Dia termasuk As-Sabiquna Al Awwalun.  Dia seorang sahabat yang cerdas dan berwawasan luas.     Abu Hurairah berkata, “Rasulullah SAW bersabda,  ‘ Sebaik-baik lelaki adalah Abu Bakar, setelah itu sebaik-baik lelaki adalah Umar, lalu sebaik-baik lelaki adalah Usaid bin Hudhair’.”     Diriwayatkan dari Usaid bin Hudhair, bahwa ketika dia bergurau di sisi Rasulullah SAW, beliau memukulnya dengan kayu yang dibawanya. Usaid kemudian berkata, “Engkau menyakitiku.” Nabi SAW berkata, “Balaslah!” Dia berkata, “Engkau memakai baju sedangkan aku tidak.” Setelah itu Rasulullah SAW membuka bajunya. Lalu aku menciumi badan sekitar pinggul beliau seraya berkata, ‘Sesungguhnya inilah yang aku inginkan wahai Rasulullah’.”   Usaid wafat pada tahun 20 Hijriyah. ------------- siyar alam an-nubal...

Abbad bin Bisyir

Dia adalah Ibnu Waqs Al Imam Abu Rabi’ Al Anshari, Al Asyhali, salah seorang sahabat yang ikut dalam perang Badar.    Dia termasuk salah seorang pemimpin suku Aus. Dia hidup selama 45 tahun. Dia adalah sahabat yang diterangi oleh tongkatnya pada malam hari ketika pulang ke rumahnya dari rumah Rasulullah SAW. Dia masuk Islam di tangan Mush’ab bin Umair.  Dia salah seorang pembunuh Ka’ab bin Asyraf Al Yahudi. Nabi SAW mempekerjakannya sebagai penarik zakat dari suku Muzayyinah dan bani Salim serta menjadikannya penjaga beliau pada waktu perang Tabuk.  Dia adalah sosok terhormat dan terpandang. Dia gugur dalam perang Yamamah. Dia salah satu dari dua orang sahabat yang dijuluki sang pemberani.           Diriwayatkan dari Yahya bin Ibad bin Abdullah, dari ayahnya, dia berkata, “Ada tiga orang dari golongan Anshar yang tidak tertandingi kemuliaannya, semuanya berasal dari bani Abdul Asyhal, yaitu Sa’ad bin Mu’ad, Abbad bin Bisyr, dan Usa...

Abu Al Ash bin Ar-Rabi’

Dia adalah Ibnu Abdul Uzza Al Qurasyi Al Absyam, menantu Rasulullah SAW, suami dari putri beliau yang bernama Zainab. Dia juga ayah dari Umamah, wanita yang pernah digendong Nabi SAW ketika beliau sedang shalat. Dia masuk Islam lima bulan sebelum perjanjian Hudaibiyah.   Al Miswar bin Makhramah berkata, “Rasulullah SAW pernah memuji Al Ash karena dia menantu yang baik. Beliau bersabda, ‘Dia berbicara denganku kemudian mempercayaiku, dia berjanji kepadaku lalu menepatinya’. Ketika itu dia berjanji kepada Nabi SAW akan kembali ke Makkah setelah perang Badar. Dia menyerahkan istrinya (Zainab, putri Nabi SAW) kepada beliau dan berpisah dengan Zainab walaupun dia sangat mencintainya. Ibnu Al Ash adalah seorang pedagang dan kepercayaan orang Quraisy, tetapi aku tidak pernah melihatnya meriwayatkan hadits. Ketika Hijrah, Nabi mengembalikan Zainab kepadanya setelah enam tahun dari pernikahan pertama. Ketka Ibnu Al Ash ditawan dalam perang Badar, Zainab mengirim kalungnya untuk membeb...

Abdullah bin Amr bin Haram

Dia adalah sahabat Anshar dari suku Salam. Dia termasuk salah seorang pemimipin dalam Lailatul Aqabah. Dia pernah ikut perang Badar dan mati syahid dalam perang Uhud.      Diriwayatkan dari Jabir, dia berkata, “Ketika Ayahku terbunuh dalam perang Uhud, aku membuka wajahnya lalu menangis. Para sahabat kemudian melarangku, tetapi Rasulullah SAW tidak melarangku. Bibiku juga ikut menangis ketika itu. Nabi SAW kemudian bersabda,  “Kamu menangisinya atau tidak, malaikat tetap mengayominya dengan kedua sayap hingga kalian mengangkatnya.” Malik berkata, “Kafanilah dia (Abdullah) dan Amr bin Al Jumuh dalam satu kafan.” Diriwayatkan dari Jabir, bahwa ketika Rasulullah SAW keluar untuk menguburkan para syuhada Uhud, beliau bersabda, “Biarkan luka-luka itu menemani mereka, aku akan menjadi saksi atas mereka.”        Ibnu Sa’ad berkata, “Para sahabat berkata, ‘Abdullah adalah sahabat yang pertama kali terbunuh dalam perang Uhud, dan Amr bin Al Jum...

Ikrimah bin Abu Jahal

Amr bin Hisyam berkata, “Ikrimah adalah sosok yang terhormat, pemimpin, dan syahid. Dia ayah dari Utsman Al Qurasyi Al Makhzumi Al Makki.” Ketika ayahnya terbunuh, kepemimpinan bani Makhzumah pindah ke tangan Ikrimah, kemudian dia masuk Islam. Keislamannya bagus sejak awal. Ibnu Abu Mulaikah berkata, “Jika Ikrimah bersumpah, dia selalu berkata, ‘Demi Dzat yang menyelamatkanku dalam perang Badar’.” Ketika Rasulullah SAW masuk Makkah, Ikrimah dan Shafwan bin Umayyah bin Khalaf melarikan diri dari Makkah, maka Nabi SAW mengutus seseorang untuk menjamin kesalamatan mereka berdua. Nabi SAW memaafkan keduanya sehingga keduanya menghadap beliau, dan Ikrimah tidak dihukum.     Asy-Syafi’i berkata, “Beliau banyak mendapat cobaan dalam Islam. Semoga Allah meridhainya.  Ikrimah juga termasuk pejuang perang Yarmuk dan telah mengerahkan seluruh tenaganya dalam peperangan tersebut, kemudian mati syahid. Ditemukan ada tujuh puluh luka bekas tikaman, lemparan, dan pukulan di ...

Abdullah bin Abdullah bin Ubai

Dia adalah Ibnu Malik bin Al Harits bin Ubaid bin Malik bin Salim. Salim adalah orang yang dijuluki lelaki hamil karena perutnya yang besar. Dia sahabat Anshar dari suku Khazraj, yang ayahnya terkenal dengan nama Ibnu Salul Al Munafiq. Sedangkan Salul Al Khuza’iyyah adalah ibu Ubai yang disebutkan tadi. Abdullah bin Abdullah sebenarnya salah seorang tokoh dan sahabat pilihan. Namanya adalah Al Hubbab dan ayahnya dijuluki dengan nama tersebut, lalu Rasulullah SAW menggantinya dengan nama Abdullah. Abdullah ikut serta dalam perang Badar dan peperangan sesudahnya. Abdullah mati syahid saat perang Yamamah. Ayahnya wafat pada tahun 9 Hijriyah. Nabi SAW mengafaninya dengan pakaian beliau, menshalatinya, dan memintakan ampun untuknya karena memuliakan putranya. Sampai turunlah firman Allah,  “Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Al...

Ma’an bin Adi

Dia adalah Ibnu Al Jaddi, yang sudah terbiasa menulis Arab sebelum masuk Islam. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Ma’an bin Adi adalah salah satu dari dua pemuda yang menemui Abu Bakar dan Umar, yang ketika itu ingin berkunjung ke kampung bani Sa’idah. Mereka berkata kepada Abu Bakar dan Umar, ’Janganlah kalian ikut campur dalam urusan bani Sa’adah, uruslah urusan kalian sendiri’.” Urwah berkata, “Kami mendapat berita bahwa para sahabat pernah menangisi Rasulullah SAW seraya berkata, ‘Alangkah baiknya seandainya kami mati sebelumnya, karena kita takut mengalami fitnah setelah wafatnya beliau’. Ma’an berkata, ‘Tetapi aku tidak suka mati sebelumnya, hingga aku bisa membenarkan ajaran beliau walaupun aku sudah mati, sebagaimana halnya aku membenarkan beliau ketika masih hidup’.”  Ma’an termasuk sahabat yang mati syahid dalam perang Yamamah pada tahun 12 H. ------------------ siyar alam an-nubala pustakaazzam.com

Sa’ad bin Rabi’

Dia adalah Ibnu Amir Al Anshari Al Khazraji Al Haritsi Al Badri An-Naqib As-Syahid, yang dipersaudarakan oleh Nabi Muhamad SAW dengan Abdurrahman bin Auf. Oleh karena itu, Sa’ad ingin memberikan separuh hartanya kepada Abdurrahman bin Auf dan menceraikan salah satu istrinya agar Abdurrahman berkenan menikahinya. Tetapi Abdurrahman bin Auf menolak tawaran tersebut dan mendoakan Sa’ad agar memperoleh kebaikan.  Dia juga termasuk salah seorang pemimpin pada malam Lailatul Aqabah. Diriwayatkan dari Muhamad bin Abdurrahman bin Sha’shabah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang bisa memberitahuku tentang perbuatan Sa’ad bin Rabi’?” Seorang sahabat Anshar kemudian menjawab, “Aku.” Dia lalu keluar dan mengelilingi para korban hingga menemukan Sa’ad dalam keadaan terluka, menahan sakit, dan berada dalam sisa-sisa hidupnya. Sahabat itu berkata, “Wahai Sa’ad, sesungguhnnya Rasulullah SAW memerintahkanku untuk melihat apakah kamu masih hidup atau sudah mati.” Sa’ad berkata, “A...

Thulaihah bin Khuwailid

Dia adalah Ibnu Nauval Al Asadi, seorang ksatria yang gagah berani, sahabat Nabi SAW, yang keberaniannya dijadikan sebagai perumpamaan. Dia masuk Islam pada tahun 9 H, kemudian murtad dan menganiaya dirinya sendiri. Dia mengaku sebagai seorang nabi di Nejed, kemudian berperang melawan pasukan Islam dan akhirnya kalah, terlantar, dan ditemukan oleh keluarga Al Ghassan di Syam. Setelah itu dia dirawat dan masuk Islam lagi.  Keislamannya semakin teguh ketika Ash-Shiddiq (Abu Bakar) wafat. Ia kemudian menunaikan ibadah haji, dan ketika Umar melihatnya Umar berkata, “Wahai Thulaihah, ketidaksukaan diriku terhadapmu muncul setelah kamu membunuh Ukkasyah bin Mihshan dan Tsabit bin Aqram yang ketika itu ditugaskan sebagai telik sandi Khalid dalam perang Buzakhah.” Keduanya dibunuh oleh Thulaihah bersama saudaranya.  Kemudian dia ikut dalam perang Qadisiyah dan Nahawand. Umar lalu menulis surat kepada Sa’ad bin Abu Waqqash agar dia bermusyawarah dengan Thulaihah dalam hal peper...

Tsabit bin Qais

Dia adalah Ibnu Syammas, orator kaum Anshar, dan termasuk sahabat Nabi SAW yang baik. Meskipun dia tidak sempat ikut berjuang dalam perang Badar, namun ia sempat mengikuti perang Uhud dan Bai’ah Ar-Ridhwan. Dia adalah pria yang bersuara lantang dan sosok orator ulung. Diriwayatkan dari Anas, dia berkata, “Tsabit bin Qais pernah berkhutbah ketika Rasulullah SAW datang ke Madinah, ‘Jika kami melarangmu dari sesuatu yang juga berlaku pada diri kami dan anak-anak kami, maka apa yang akan kami dapatkan?’ Beliau bersabda, ‘Surga’. Para sahabat kemudian berkata, ‘Kami ridha’.” Diriwayatkan dari Ismail bin Muhammad bin Tsabit bin Qais, bahwa Tsabit bin Qais pernah berkata, “Ya Rasulullah, aku takut kami binasa. Allah telah melarang kami untuk senang dipuji dengan sesuatu yang tidak kami lakukan dan aku mendapati diriku senang dipuji. Allah juga melarang kita bersikap sombong, sedangkan aku orang yang menyukai keindahan. Allah melarang kami untuk mengangkat suara kami melebihi suaramu, ...

Zaid bin Khaththab

Dia adalah Ibnu Nufail, seorang sosok syahid, mujahid, dan ahli takwa, Abu Abdurrahman Al Qurasyi Al Adawi, saudara Amirul Mukminin Umar. Dia lebih muda dari Umar dan masuk Islam sebelumnya. Dia berkulit sawo matang dan berpostur tubuh sangat tinggi. Dia termasuk pejuang perang Badar dan perang lainnya. Dia dipersaudarakan oleh Nabi SAW dengan Ma’an bin Adi Al Ajlani.  Umar berkata kepadanya pada waktu perang Badar, “Pakailah baju besiku!’ Dia lalu berkata, “Aku ingin meninggal sebagai syahid, seperti halnya impian dirimu.” Keduanya kemudian tidak mau memakai baju besi tersebut.  Pada saat perang Yamamah, bendera pasukan Islam dibawanya dan dia terus maju memerangi musuh, hingga akhirnya terbunuh. Setelah itu bendera tersebut jatuh, maka Salim —maula Abu Hudzaifah— mengambilnya.  Umar merasa sedih dengan kematiannya, dia berkata, “Dia masuk Islam sebelumku dan mati syahid sebelumku.”  Umar juga sempat berkata, “Setiap kali angin sepoi-sepoi bertiup aku me...

Sa’ad bin Mu’adz

Dia adalah Ibnu An-Nu’man As-Sayyid Al Kabir Asy-Syahid Abu Umar Al Anshari Al Ausi Al Asyhali Al Badri.  Kematiannya membuat Arsy bergoncang. Dia memiliki banyak kelebihan, yang telah disebutkan dalam beberapa hadits shahih, buku-buku sejarah, dan sebagainya. Diriwayatkan dari Abdul Hamid bin Abu Isa bin Jabr, dari ayahnya, dia mengatakan bahwa seorang pria Quraisy pernah mendengar suara bisikan berkata kepada Abu Qubais, Seandainya kedua Sa’ad itu masuk Islam  Maka Muhammad tak takut melawan para penentang Makkah Abu Sufyan berkata, “Siapa kedua Sa’ad itu? Apakah Sa’ad Bakar dan Sa’ad Tamim?” Mereka lalu mendengar suara pada malam hari yang berkata, Wahai Sa’ad, Sa’ad Al Aus, jadilah kau penolong Wahai Sa’ad, Sa’ad Al Khazraji, Al Ghatharif Jawablah seruan pemberi petunjuk, dan berharaplah Semoga Allah memenuhi impian di surga Firdaus  Sungguh, pahala Allah hanya untuk pencari petunjuk Berupa surga Firdaus yang memiliki tingkatan Abu Sufyan ber...

Sa’ad bin Ubadah

Dia adalah Ibnu Dulaim, seorang pemimpin besar dan mulia, Abu Qais Al Anshari, Al Khazraji, As-Sa’idi, Al Madani, An-Naqib, pemimpin suku Khazraj. Dia memiliki sedikit hadits dan dia dikenal sebagai seorang pemimpin serta tokoh yang dermawan. Ketika Nabi SAW datang ke Madinah, setiap hari dia mengirim semangkok bubur daging, atau bubur yang dicampur dengan susu, atau makanan lainnya. Mangkok milik Sa’ad tersebut lalu diedarkan oleh Rasulullah SAW ke rumah istri-istri beliau. Diriwayatkan bahwa dia adalah salah seorang sahabat yang ikut dalam perang Badar. Diriwayatkan dari Abu Ath-Thufail, dia berkata: Suatu ketika Sa’ad bin Ubadah dan Al Mundzir bin Amr datang. Keduanya kemudian menemui orang-orang yang ikut dalam bai’at Aqabah saat mereka telah keluar. Penduduk Makkah lalu mengingatkan mereka berdua. Sa’ad telah dihukum dan Al Mundzir dipenjara. Sa’ad berkata, “Mereka memukuliku hingga meninggalkanku seakan-akan aku seperti patung yang berlumuran darah layaknya binatang yan...

Al Bara` bin Ma’rur

Dia bernama Ibnu Shakhar Sayyid An-Naqib Abu Bisyr Al Anshari, Al Khazraji, salah seorang pemimpin pada malam Aqabah, dan keponakan Sa’ad bin Mu’adz. Dia juga pemimpin bani Salimah, sahabat yang pertama kali melakukan bai’at pada malam Aqabah pertama, orang terpandang, ahli takwa, dan pandai memahami jiwa. Dia wafat pada bulan Shafar, sebulan sebelum Rasulullah SAW datang ke Madinah. Muhammad bin Ishaq berkata: Ma’bad bin Ka’ab berkata kepadaku dari saudaranya Abdullah, dari ayahnya, dia berkata, “Ketika kami keluar dari Madinah menemui Nabi SAW di Makkah, ikut bersama kami beberapa orang musyrik dari kaum kami untuk menunaikan haji. Pada saat kami telah sampai di Dzul Hulaifah, Al Bara` bin Ma’rur —pemimpin dan pembesar kami ketika itu— berkata kepada kami, ‘Belajarlah! Demi Allah, aku berpandangan kita sebaiknya tidak membelakangi Ka’bah dan aku akan shalat menghadapnya’. Kami lalu berkata, ‘Demi Allah, kami tidak akan melakukannya. Kami mendapat berita bahwa Nabi SAW shalat ...

Sa’ad bin Khaitsamah

Dia adalah Ibnu Harits Al Anshari, Al Ausi Al Badri An-Naqib. Garis keturunannya punah pada tahun 200 Hijriyah. Rasulullah SAW kemudian mempersaudarakannya dengan Abu Salamah bin Abdul Asad. Mereka berkata, “Dia termasuk salah seorang dari dua belas pemimpin besar.” Ketika Nabi SAW mengobarkan semangat juang umat Islam untuk berangkat ke Badar, mereka pun merespon ajakan beliau dengan segera. Khaitsamah kemudian berkata kepada putranya, Sa’ad, “Biarkan aku yang keluar terlebih dahulu ke Badar dan tinggallah dulu bersama istrimu!” Namun putranya menolak seraya berkata, “Seandainya bukan surga yang menjadi pahalanya, tentu aku lebih mengutamakan dirimu.” Tak lama kemudian mereka terlibat dalam pertengkaran hingga akhirnya keduanya keluar bersama-sama.  Sa’ad lalu meninggal sebagai syahid dalam perang Badar, sedangkan ayahnya, Khaitsamah, meninggal sebagai syahid pada perang Uhud. ----------------------ref. siyar alam an-nubala / pustakaazzam.com

Al Ala’ bin Al Hadhrami

Dia bernama Al Ala` bin Abdullah bin Imad. Dia termasuk salah seorang khalifah bani Umayyah dan salah seorang pemimpin kaum Muhajirin. Rasulullah SAW mengangkatnya menjadi wali di Bahrain. Begitu juga Abu Bakar dan Umar. Dia wafat pada tahun 21 Hijriyah. Abu Hurairah berkata, “Aku melihat tiga hal dari Al Ala` yang selalu aku senangi, yaitu menyebrangi lautan dengan kudanya pada waktu perang Darin.70 Dia bergerak menuju Bahrain, lalu berdoa kepada Allah di tanah lapang, hingga mereka diberi air yang berasal dari sumber, lantas mereka meminumnya hingga puas. Ketika sebagian dari mereka ada yang lupa tidak membawa air sebagai bekal, dia lantas kembali mengambilnya, dan ketika sampai di sana, ternyata sumber air itu sudah tidak ada. Dia wafat pada saat kami tidak memiliki air. Namun dengan izin Allah, tiba-tiba awan mendung muncul, lalu hujan turun. Kami kemudian memandikan jasadnya dan membuatkan liang lahad untuknya dengan pedang kami, lalu menguburnya. Setelah itu kami tida...

Amr bin Al Jamuh

Dia adalah Ibnu Zaid Al Anshari As-Salami Al Ghanmi, ayah dari Mu’adz dan Mu’awwadz. Diriwayatkan dari Ikrimah, dia berkata, “Ketika Mus’ab bin Umair datang ke Madinah untuk mengajarkan ilmu kepada penduduknya, Amr bin Al Jamuh mengutus seseorang untuk menemuinya, seraya bertanya, “Apa yang kalian bawa kepada kami?” Mereka menjawab, “Jika kamu mau maka kami akan datang dan kami akan membacakan Al Qur`an kepadamu.” Dia lalu menjawab, “Baiklah.” Mush’ab pun membacakan awal surah Yusuf kepadanya. Setelah itu Amr bin Al Jamuh berkata, “Kami sebenarnya sedang bermusyawarah bersama kaum kami.” Ketika itu dia pemimpin bani Salamah. Mereka kemudian keluar menemui Manaf, lalu berkata, “Wahai Manaf, belajarlah! Demi Allah, orang-orang ini hanya menginginkan dirimu, apakah kamu akan mengingkarinya?” Setelah itu dia menghunus pedangnya lalu keluar. Melihat hal itu, kaumnya berdiri lalu merebut pedang tersebut. Ketika Manaf kembali, ia ditanya, “Di mana pedang itu wahai Manaf? Celaka kamu! Ki...

Mu’adz bin Amr bin Al Jamuh

Dia adalah Mu’adz bin Amr bin Al Jamuh Al Anshari, Al Khazraji, As-Salami, Al Madani, Al Badri, Al Aqabi. Dia pembunuh Abu Jahal, pejuang perang Badar, dan hidup sampai akhir pemerintahan Khalifah Umar. Shalih bin Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf meriwayatkan dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata: Pada saat perang Badar, aku berdiri di dalam barisan, lalu aku melihat-lihat, ternyata aku berada di antara dua orang anak dari golongan Anshar yang masih muda usianya. Aku kemudian berharap selalu berada dalam perlindungan mereka berdua. Tiba-tiba salah seorang dari mereka menyapaku seraya berkata, “Wahai paman, apakah engkau mengenal Abu Jahal?” Aku menjawab, “Ya, apa yang engkau inginkan?” Dia menjawab, “Aku mendapat informasi bahwa dia telah menghina Rasulullah SAW. Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, jika aku melihatnya maka aku akan membunuhnya.”  Mendengar itu, aku langsung tercengang. Sahabat yang lainnya lalu menyapaku seraya berkata seperti yang pertama. Ketika pandan...

Khubaib bin Adi

Dia adalah Ibnu Amir Al Anshari Asy-Syahid. Dia termasuk pejuang perang Uhud dan salah satu sahabat yang diutus Nabi SAW untuk menemui bani Lihyan. Ketika mereka sampai di Ar-Raji’, ternyata bani Lihyan berkhianat. Mereka kemudian menyerang dan membunuh para sahabat yang diutus serta menawan Khubaib dan Zaid bin Ad-Datsinah. Mereka lalu menjual keduanya di Makkah, lantas mereka membunuh dan menyalib keduanya di Tan’im. Diriwayatkan dari Ashim bin Umar, dia berkata, “Ketika terjadi pengkhianatan terhadap Khubaib dan sahabat-sahabtnya di Ar-Raji’, mereka menahannya bersama Yazid bin Ad-Datsinah. Khubaib kemudian dijual oleh Hujair bin Abu Ihab kepada Uqbah bin Al Harits bin Amir —saudara seibu Hujair— agar dia membunuhnya demi membalaskan dendam kematian ayahnya.” Ketika hendak keluar untuk membunuhnya, mereka telah menyiapkan sebuah tiang dari bambu untuk menyalibnya, tetapi akhirnya mereka bersikap lunak kepadanya. Dia berkata, “Berilah aku kesempatan untuk mengerjakan shalat d...

Abu Dujanah Al Anshari

Dia adalah Simak bin Kharasyah As–Sa’idi. Dia terkenal saat perang Uhud karena memakai ikat kepala merah. Zaid bin Aslam berkata, “Pada saat Abu Dujanah sakit, dia dikunjungi, dan saat itu wajahnya terlihat berseri-seri, maka ada yang bertanya kepadanya, ‘Kenapa wajahmu berseri-seri?’ Dia menjawab, ‘Tidak ada pekerjaan yang membuatku terbebani melebihi dua hal, yaitu hanya mengatakan sesuatu yang bermanfaat, dan hatiku selalu bersih terhadap orang–orang Islam’.”  Pada waktu perang Yamamah pecah, Abu Dujanah melempar dirinya ke dalam kebun hingga kakinya patah, tetapi dia tetap menyerang dalam keadaan cedera, lalu akhirnya terbunuh. Pedang Abu Dujanah tidak tajam, maka ketika Nabi SAW melihat pedang tersebut, beliau bersabda, “Siapa yang dapat memenuhi hak pedang ini?”  Tetapi orang-orang enggan mengambilnya. Abu Dujanah lalu berkata, “Apakah haknya ya Rasulullah?” Beliau bersabda, “Menggunakannya untuk berperang di jalan Allah hingga Allah memberikan kemenangan bagimu ...

Abdullah bin Rawahah

Dia adalah Ibnu Tsa’labah bin Imri‘ Al Qais bin Tsa’labah.  Dia adalah sosok pemimpin yang bahagia dan meninggal sebagai syuhada‘.  Ia bernama Abu Amr Al Anshari Al Khazraji Al Badri An-Naqib Asy-Sya’ir. Dia termasuk pejuang perang Badar dan Aqabah. Dia dijuluki Abu Muhammad dan Abu Rawahah. Dia tidak memiliki keturunan. Dia adalah paman Nu’man bin Basyir, termasuk juru tulis dari kaum Anshar. Nabi SAW pernah mengutusnya bersama pasukan yang terdiri dari tiga puluh pasukan berkuda untuk menemui Usair bin Rizam, seorang pria keturunan Yahudi di Khaibar, dan dia berhasil membunuhnya. Qutaibah berkata, “Ibnu Rawahah dan Abu Ad-Darda` adalah saudara seibu.” Abu Ad-Darda` berkata, “Kami pernah bersama Rasulullah SAW dalam sebuah perjalanan pada hari yang sangat panas. Pada waktu itu tidak ada di antara kami yang berpuasa kecuali Rasulullah SAW dan Abdullah bin Rawahah.” Diriwayatkan dari Ibnu Abu Laila, dia berkata: Ketika seorang pria menikahi mantan istri Ibnu Raw...

Zaid bin Haritsah

Dia adalah Ibnu Syarahil atau juga dipanggil Syurhabail bin Ka’ab bin Abdul Uzza bin Imri‘ Al Qais bin Amir bin An-Nu’man.  Dia adalah sosok pemimpin, syahid, An-Nabawi, namanya disebutkan dalam surah Al Ahzaab, Abu Usama Al Kalbi, Al Muhammadi, Sayyidul Mawali, As-Sabiquna Al Awwalun, orang yang paling dicintai dan disayangi Rasulullah SAW. Semua yang disayangi beliau pasti baik. Allah tidak pernah mencantumkan nama sahabat di dalam kitab-Nya kecuali nama Zaid bin Haristah dan Isa bin Maryam yang turun dengan membawa hukum yang adil dan bertemu dengan umat yang mulia ini dalam shalat, puasa, haji, nikah, dan semua hukum agama yang hanif. Sebagaimana Muhammad adalah pemimpin para nabi, yang paling mulia dan penutup para nabi, maka begitu juga Isa, setelah diturunkan dari langit, dia akan menjadi orang yang paling mulia di antara umatnya secara mutlak. Dia akan menjadi penuntun mereka dan tidak ada orang lain yang datang setelahnya dengan mengusung kebaikan, melainkan matahari a...