Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2010

Abu Abdullah Mardanisy

Ia adalah Abu Abdullah Muhammad Al Judzami Al Maghribi, seorang ahli zuhud dan seorang mujahid.  Abu Abdullah seringkali disertai lelaki-lelaki pejuang dan sering pula bepergian, dengan kuda-kuda yang selalu mereka tunggangi mereka lebih mirip dengan penduduk pesisir pantai, Amirul muslimin yang menjabat ketika itu adalah Ibnu Tasyifin, ia membiayai mereka dengan harta dan peralatan perang, Ibnu Tasyifin pun sangat menghormati mereka. Mardanisy sangat sering terlibat dalam peperangan, tetapi yang menakjubkan bagiku di antara peperangan yang ia lakukan adalah –seperti yang dikatakan oleh Yasa’ bin Hazm pula- pada suatu ketika ia menyerbu pasukan Romawi, kemudian mendapatkan dari lawannya tersebut ghanimah yang sangat banyak, padahal lawannya berjumlah lebih dari seribu orang, maka Mardanisy berkata kepada pasukannya yang berjumlah 300 orang, “Bagaimanakah menurut pendapat kalian?” mereka menjawab, “Kita sibukkan mereka dengan harta ghanimah saja” Mardanisy berkata, “Apakah kal...

Al Abbadi

Dia adalah Ia adalah Abu Manshur Al Muzhaffar bin Ardasyir Al Marwazi Al Abbadi diberi julukan dengan Al Amir, ia adalah seorang pemberi nasihat yang menyenangkan. Seorang pemberi nasihat yang sukses, tangkas dalam berbicara, hanya saja disayangkan ia tidak begitu mendalam ilmu agamanya, banyak yang mengutip perumpamaan yang ia ucapkan ketika memberi nasihat. Abu Sa’ad As-Sam’ani berkata, “Ia bukanlah seorang yang dapat diandalkan (nasihatnya), karena banyak kulihat dari karangan-karangannya yang membolehkan minum khamr.”       Ibnu Al Jauzi berkata, “Ia memiliki perbendaharaan kata-kata yang bagus, banyak orang yang mengutip nasihatnya kemudian dijadikan ke dalam buku yang berjilid-jilid. Pernah suatu ketika ia berangkat untuk mendamaikan pertikaian antara raja dan pejabat, kedua kubu tersebut pada akhirnya dapat didamaikan dan ia memperoleh uang yang banyak dari hasil jerih payahnya. Ia wafat di Askar Mukram pada tahun 547 H.” Ada yang mengatakan, “Pada suatu ...

Al Qadhi Iyadh

Ia adalah Al Qadhi Abu Al Fadhl Iyadh bin Musa bin Iyadh Al Yahshabi Al Andalusi As-Sabti Al Maliki, seorang imam dan ulama serta hafizh, dan juga seorang syaikh Islam. Ia dilahirkan pada tahun 476 H. Al Qadhi Iyadh memiliki banyak ilmu, serta menuangkannya ke dalam kitab, melalui karya-karyanyalah maka ia terkenal di seluruh pelosok negeri. Suatu ketika ia terpilih sebagai pemimpin di negerinya, tetapi hal itu justru membuatnya semakin tawadhu’ dan takut kepada Allah SWT. Al Qadhi Syamsuddin berkata dalam kitab Wafayat Al A’yan, “Al Qadhi Iyadh adalah seorang ulama hadits pada zamannya, dan seorang yang alim di antara orang-orang di sekitarnya, dia juga menguasai ilmu nahwu, bahasa, dan dialek bangsa Arab, serta mengetahui ilmu hari dan nasab.” Al Qadhi Syamsuddin melanjutkan perkataannya, “Di antara karya Al Qadhi Iyadh adalah kitab Al Ikmal fi Syarh Shahih Muslim sebagai pelengkap kitab Al Mu’lim karya Al Mazari, ia juga mengarang kitab Masyariq Al Anwar fi Tafsir Gharib...

Al Fandalawi

Dia adalah Imam Abu Al Hajjaj Yusuf bin Dunas Al Maghribi Al Fandalawi Al Maliki seorang khatib dan guru madzhab Maliki di Damaskus. Ibnu Asakir meriwayatkan tentangnya, ia berkata, “Al Fandalawi adalah seorang yang humoris, seorang penceramah yang baik, juga sangat fanatik kepada madzhab Ahlussunnah, seorang yang mulia, mempunyai hati yang tegar, pada suatu malam di bulan Ramadhan, ada seseorang yang berkhutbah dalam acara khatam Al Qur`an dalam majelis ta’lim Al Fandalawi, dan Abu Al Hasan bin Muslim -seorang ulama fikih- sedang bersamanya, tiba-tiba ada yang melempari mereka dengan batu, tetapi tidak ada yang mengetahui siapa pelakunya, maka Al Fandalawi berkata, “Ya Allah potonglah tangan pelempar batu tadi!” Tidak berselang lama kemudian, Hudhair menemukan salah seorang anggota dari majelis ta’lim Hanabilah, di dalam tasnya terdapat banyak kunci yang digunakan untuk mencuri, maka raja memerintahkan untuk memotong kedua tangannya, seketika itu juga pencuri tersebut pun mati. ...

Ibnu Al Arabi

Dia adalah seorang imam, ulama, hafizh, namanya adalah Al Qadhi Abu Bakar Muhammad bin Abdullah bin Muhammad, Ibnu Al Arabi Al Andalusi Al Isybili Al Maliki, pemilik banyak kitab. Dia lahir pada tahun 468 H. Ayahnya Abu Muhammad adalah salah seorang murid senior Abu Muhammad bin Hazm Azh-Zhahiri. Berbeda dengan putranya Al Qadhi Abu Bakar yang tidak suka dengan Ibnu Hazm. Abu Bakar belajar fikih dari Abu Hamid Al Ghazali, Al Faqih Abu Bakar Asy-Syasyi, Al Allamah Al Adib Abu Zakariya At-Tabrizi dan ulama lainnya. Dia kembali ke Andalusia pada tahun 491 H. Aku katakan, “Dia kembali ke Andalusia setelah dia memakamkan ayahnya dalam perjalanan –aku menduga di Baitul Maqdis-. Kemudian dia menulis dan mendalami banyak ilmu. Dia adalah khatib yang fasih.” Dia menulis kitab Aridhat Al Ahwadzi fi Syarh Jami’ Abi Isa At-Turmudzi, menafsirkan Al Qur‘an dengan bagus. Dia mempunyai kitab Kaukab Al Hadits wa Al Musalsalat, kitab Al Ashnaf dalam bidang fikih dan kitab-kitab yang lain...

Ibnu Asy-Syajari

Dia adalah seorang ulama, syaikh ulama nahwu, Abu As-Sa’adat Hibatullah bin Ali bin Muhammad Al Hasyimi Al Alawi Al Hasani Al Baghdadi dari keturunan Ja’far bin Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Ibnu An-Najjar berkata, “Ibnu Asy-Syajari adalah ulama nahwu pada zamannya. Dia belajar sastra sepanjang hidupnya. Dia mempunyai banyak murid. Dia berusia panjang. Dia mempunayi akhlak mulia dan ramah.” Dia orang yang fasih, enak didengar dan tenang. Di setiap majlisnya hampir selalu dia berbicara dengan sastra. Dua orang alawi berseteru dan menghadap kepadanya. Salah satu di antara mereka berkata, “Bagiku ini dan itu.” Ibnu Asy-Syajari berkata, “Wahai anakku, bertahanlah. Karena bertahan itu kuburan bagi semua aib.” Dia meninggal pada tahun 542 H dan dimakamkan di rumahnya. -------------- siyar alam an-nubala pustakaazzam.com

Al Atabik

Dia adalah Al Malik Imad Ad-Din Al Atabik Zanki bin Al Hajib Qasim Ad-Daulah Aqsunkar bin Abdillah At-Turki, penguasa Halb. Sultan Mahmud bin Malik Syah memberikan Syihnakiyah96 Baghdad kepadanya pada tahun 511 H,97 yaitu tahun ketika putranya seorang raja yang adil Nuruddin Asy-Syahid lahir. Dia dpindahkan ke kota Mosul. Kemudian dia menjadikan putranya yang diberi julukan Al Khafaji sebagai Atabik pada tahun 522 H. Kemudian dia menguasai negeri itu dan mendapatkan popularitas. Dia menaklukkan Ruha, menguasai Hleb, Mosul, Hamah, Hamsh, Ba’labak dan Baniyas. Dia mengepung Damaskus dan berdamai dengan penduduknya dengan syarat mereka mengakui kekuasaannya, setelah peperangan yang panjang. Al Atabik adalah seorang pahlawan yang pemberani seperti ayahnya. Dia sangat berwibawa, enak dipandang dan berkulit coklat. Dia mempunyai banyak uban. Keberaniannya diibaratkan bahwa dia tidak diam dan tidak tidur. Dia orang yang bergairah bahkan terhadap istri tentaranya. Aku katakan, “Zanki...

Ibnu Al Mu’tamid

Dia adalah Seorang dai agung, ulama kalam, Abu Al Futuh Muhammad bin Al Fadhl Al Isfirayini yang dikenal dengan sebutan Ibnu Al Mu’tamid. Dia adalah dai senior, fasih, kata-katanya enak didengar, alim, banyak hafalannya, sufi dan penulis hebat. Dia lahir pada tahun 404 H. Ibnu An-Najjar berkata, “Dia adalah dai terkenal pada masanya. Dia menguasai madzhab Imam Asy’ari. Dia juga menguasai tasawuf. Dia menulis banyak kitab tentang hakekat. Setiap kitabnya ada banyak cerita lucu dan isyarat-isyarat. Dia sangat diterima di Baghdad. Dia berbicara menurut madzhab Imam Asy’ari. Oleh karenanya ulama berang dan Al Mustarsyid memerintahkan untuk mengusirnya. Ketika Al Muqtafi berkuasa, Ibnu Al Mu’tamid kembali ke Baghdad. Ketika dia kembali, gejolak itu terjadi lagi. Mereka mengusirnya ke kampungnya.” Ibnu Asakir berkata, “Hati dan lisannya lebih berani dari pendapatnya. Dia orang yang banyak bertutur kata, mempunyai respon yang tanggap, dan lembut gaya bicaranya. Di samping mempunyai ...

Saudara Sibthu Al Khayyath

Dia adalah seorang syaikh, imam, ulama qira‘ah Irak, ulama nahwu senior, Abu Muhammad Abdillah bin Ali bin Ahmad, cucu Imam Az-Zahid Al Abid Abu Manshur  Al Khayyath. Di lahir pada tahun 454 H. Dia mendalami ilmu qira‘ah. Dia menulis kitab-kitab terkenal seperti Al Mubhaj, Al Ijaz dan Al Kifayah. Dia menjadi imam di masjid Ibnu Jardah selama lima puluh tahun lebih. Dia termasuk salah seorang yang bagus suaranya dalam membaca Al Qur‘an. Banyak yang belajar Al Qur‘an darinya. Dia juga mengajarkan ilmu nahwu. Ibnu Al jauzi berkata, “Aku belum pernah mendengar bacaan yang lebih merdu dari bacaannya dan belum pernah mendengar bacaan yang lebih jelas darinya meski dia sudah berumur. Dia orang yang bagus akhlaknya, brillian dan bagus dalam berinteraksi dengan para ulama maupun orang biasa. As-Sam’ani berkata, “Dia orang yang rendah diri dan bagus bacaannya ketika di bawah mihrab, khususnya pada malam-malam bulan Ramadhan. Banyak orang yang belajar darinya dan mengkhatamkan Al Qu...

Sibthu Al Khayyath

Dia adalah seorang syaikh, imam, musnid, juga seorang qari yang shalih, Abu Abdillah Al Husain bin Ali bin Ahmad Al Baghdadi. Dia lahir pada tahun 458 H. As-Sam’ani berkata, “Dia orang shalih, bagus bacaannya, taat beragama dan makan dari hasil jerih payahnya sendiri.” Abu Al Farj al jauzi berkata, “Aku belajar Al Qur`an darinya.” Dia meninggal pada tahun 537 H. ------------ siyar alam an-nubala pustakaazzam.com

Ibnu Tasyifin

Dia adalah seorang sultan penguasa Maroko Amirul Muslimin Abu Al Hasan Ali bin Penguasa Maroko Yusuf bin Tasyifin Al Barbari. Dia adalah raja kerajaan Murabithun. Dia berkuasa setelah ayahnya pada tahun 500 H. Dia seorang yang pemberani, adil, beragama, wara’, shalih, dan menghormati para ulama. Pada zamannya menjamur kajian tentang fikih hingga para ulama tidak memperhatikan pembahasan hadits dan atsar. Pembahasan kalam dan filsafat dikecam. Ali bersikeras bahwa ilmu kalam adalah bid’ah yang tidak dikenal ulama salaf. Dia berlebihan dalam kecamannya. Dia mengancam dan memerintahkan untuk membakar buku-buku syaikh Abu Hamid Al Ghazali, dan mengancam orang yang menyembunyikannya akan dibunuh. Ketika tentara Ibnu Tasyifin berperang melawan musuh, mereka kalah. Andalusia menjadi kacau balau dan banyak kemungkaran merajalela. Pasukan Murabithun banyak yang tewas. Kekuatan Ibnu Tasyifin melemah hingga hanya tinggal nama. Dia menyibukkan diri beribadah dan menelantarkan rakyat. Sebua...

Abu Sa’ad

Dia adalah seorang syaikh, imam, hafizh yang tsiqah ahli hadits Ashfahan, Abu Sa’ad Ahmad bin Muhammad bin Ahmad Al Baghdadi Al Ashfahani. Dia lahir di Asfahan pada tahun 463 H. As-Sam’ani berkata, “Dia seorang yang tsiqah, hafizh, bagus agamanya, baik prilakunya, lurus akidahnya –mengikuti madzhab Salaf Ash-shalih- dan tidak berpura-pura. Dia pergi ke pasar dengan memakai peci. Dia ramah. Aku belajar dengannya di Makkah dan Madinah. Pada suatu saat dia berkata kepadaku, “Berhenti sebentar!” Kemudian dia meminta maaf. Aku berkata, “Wahai tuanku, sebuah kehormatan dihentikan oleh seorang ahli hadits.” Dia berkata, “Kamu punya sanad atas kata-katamu?” Aku berkata, “Tidak.” Dia berkata, “Kamulah sanadnya.” Abdullah bin Marzuq Al Hafizh berkata, “Abu Sa’ad bin Al Baghdadi adalah nyala api.”  As-Sam’ani berkata, “Aku mendengar Muammar bin Al Fakhir berkata, ‘Abu Sa’ad hafal kitab Shahih Muslim. Dia berbicara tentang hadits dengan baik’.” Ibnu An-Najjar berkata, “Dia adalah i...

Al Maziri

Dia adalah seorang syaikh, seorang imam, seorang ulama bagaikan lautan ilmu, dan juga seorang ahli dalam bidangnya, namanya adalah Abu Abdillah Muhammad bin Ali bin Umar At-Tamimi Al Maziri Al Maliki. Dia adalah penulis kitab Al Mu’allim bi Fawa‘id Syarh Muslim dan penulis kitab Idhah Al Mahshul dalam ushul fikih. Dia juga punya banyak karangan dalam bidang sastra. Dia termasuk salah seorang ulama terkemuka dan cerdas. Dia menulis syarah kitab At-Talqin karya Abdul Wahhab Al Maliki dalam sepuluh kitab. Dia sangat senang dengan kitab dan menguasai ilmu hadits. Dia lahir di kota Al Mahdiyyah di benua Afrika. Di kota itu pula dia meninggal pada tahun 536 H, pada umur 83 tahun. Mariz adalah negeri kecil di pulau Shaqaliyyah. Sebuah pendapat mengatakan bahwa pada suatu saat dia sakit. Tak ada yang mampu menyembuhkannya kecuali seorang Yahudi. Ketika dia sembuh, yahudi tersebut berkata, “Jika bukan karena komitmenku dalam bidangku, maka aku tidak akan mengobatimu wahai orang Islam.” ...

At-Taimi

Dia adalah seorang imam, ulama, hafizh, syaikh Islam. Namanya adalah Abu Al Qasim Ismail bin Muhammad bin Al Fadhl Al Qurasyi At-Taimi Ath-Thalhi Al Asbahani. Dia dijuluki Qiwam As-Sunnah (penopang Sunnah). Dia lahir pada tahun 457 H dan meninggal pada tahun 535 H. Ibunya adalah keturunan Thalhah bin Ubaidillah dari suku At-Taimi yang merupakan salah seorang sahabat yang diberi kabar gembira masuk surga.  Abu Musa berkata, “Aku tak menemukan seorang pun yang mencelanya baik dengan ucapan maupun perbuatan dan tak seorang pun yang memusuhinya karena Allah selalu menolongnya. Dia orang yang bersih jiwanya dari segala ketamakan. Dia tidak mencari perhatian para penguasa, tidak juga orang yang berhubungan dengan mereka. Dia mengosongkan rumah kebanggaannya bagi ahli ilmu. Meskipun seseorang memberinya dunia dan seisinya, itu tak berarti apa-apa baginya. Dia menyelenggarakan 3500 majlis. Dia mengajar di luar kepala. Al Hafizh Yahya bin Mundah berkata, “Abu Al Qasim bagus akidah...

Yusuf bin Ayyub

Dia adalah Ibnu Yusuf, seorang imam yang alim, ahli fikih yang dijadikan panutan, juga seorang  yang bijak dan bertakwa, dia adalah syaikh Islam dan sufi pada zamannya, namanya adalah Abu Ya’qub Al Hamadzani. Dia adalah ulama Marwa. Di dilahirkan pada tahun 440 H. Abu Sa’ad As-Sam’ani berkata, “Dia adalah seorang imam yang wara’, bertakwa, ahli ibadah, mengamalkan ilmunya, menegakkan haknya, dan seorang sufi. Para sufi banyak berguru kepadanya. Sekelompok orang yang ingin menuju kepada Allah berkumpul di majlisnya, sebuah fenomena yang tak terjadi di tempat lain. Hari-hari Yusuf bin Ayyub digunakan untuk berjalan di jalan yang diridhai, jalan kebenaran yang istiqamah. Dia meninggalkan dunia perdebatan. Dia menyibukkan diri dengan beribadah, berdakwah dengan etika terpuji dan membimbing murid-muridnya.” Aku mendengar Shafi bin Abdillah Ash-Shufi berkata, “Aku menghadiri majlis Yusuf di madrasah An-Nizhamiyyah. Tiba-tiba Ibnu As-Saqa` berdiri. Perbuatannya itu melukai Syaikh....

Atha` bin Abi Sa’ad

Dia adalah seorang imam ahli hadits, juga seorang yang zuhud, namanya adalah Ibnu Atha` Abu Muhammad Ats-Tsa’labi Al Harawi Al Fuqqa’i.85 Dia adalah murid dari Syaikh Al Islam Abu Ismail Al Anshori. Dia dilahirkan di Malin  pada tahun 444 H. As-Sam’ani berkata, “Dia adalah murid yang taat kepada Syaikh Al Ismail dan setia melayaninya. Dia mempunyai banyak cerita tentang kepergian gurunya ke Balkan untuk diuji. Sering terjadi diskusi dan dialog antara dia dan menteri Nizham Al Mulk. Dan menteri memberinya banyak kesempatan.” As-Sam’ani berkata, “Aku mendengar bahwa sebatang kayu dipersiapkan untuk menyalip Atha`. Kemudian Allah menolongnya karena niatnya yang baik. Ketika dia dibebaskan, dia kembali berbuat zhalim. Dia keluar berjalan kaki bersama An-Nizham ke Romawi. Dia menyeberang sungai dengan kuda dan berkata, “Guruku  sedang dalam masa pengujian. Aku tidak dapat beristirahat. Putra guruku Muhammad menceritakan kepadaku tentangnya.” Atha’ berkata, “Aku ikut serta...

Al Utsmani

Dia adalah Muhammad bin Ahmad bin Yahya Al Utsmani Al Maqdisi Asy-Syafi’i Al Asy’ari, seorang Mufti yang sangat alim, tinggal di Baghdad dari keturunan Muhammad bin Abdillah Ad-Dibaj. Dia lahir di Beirut pada tahun 462 H. Ibnu Kamil berkata, “Aku tidak pernah melihat alim sepertinya pada zamannya. Dia seorang yang berilmu, beramal, zahid, wara’, terhormat dan berprilaku mulia. Hari wafatnya adalah hari besar’.” Abu Al Farj Al Jauzi berkata, “Aku melihatnya menyampaikan nasihat di masjid Al Qashr. Dia adalah pembela garda depan madzhab Asy’ari.” Dia meninggal pada tahun 527 H. Aku katakan, “Radikalis Muktazilah, Syi’ah, madzhab Hanbali, Asy’ariyyah, Murjiah, Jahmiyyah dan Karamiyyah telah membuat dunia sesak. Dia antara mereka ada yang alim, abid dan cendekiawan. Semoga Allah mengampuni para ahli tauhid. Kita berlindung kepada Allah dari hawa dan bid’ah, mencintai sunnah dan ahlinya, mencintai ahli ilmu sebagai panutan dan teladan yang baik, dan kita tidak mencintainya karen...

Ahmad bin Abdul Malik bin Hud

Dia dijuluki sebagai Al Mustanshir Billah Al Andalusi. Dia berasal dari keluarga istana, terhormat dan kaya raya kerajaan. Dia menguasai sebagian wilayah Andalusia. Dia meminta bantuan bangsa eropa untuk mendirikan negara sendiri. Alyasa’ bin Hazm berkata, “Perdamaian tercipta antara Al Mustanshir bin Hud dengan Sulaitin, penguasa Romawi putra dari putri Alfonso, selama dua puluh tahun denga syarat Al Mustanshir memberikan wilayah Ruthah kepada bangsa Eropa dan mereka memberikan beberapa benteng sebagai gantinya dan mengirimkan lima puluh ribu orang Romawi untuknya. Ahmad bin Abdul Malik keluar dengan pasukan ke negeri umat Islam, kemudian Allah menghendaki dia hancur. Beberapa sumber dari ulama salaf menceritakan tentang rusaknya Andalusia di tangan Bani Hud dan kemakmurannya di tangan mereka setelah beberapa masa. Sulaitin dan Ibnu Hud keluar dengan empat puluh ribu pasukan berkuda menghadapai Tasyifin. Ibnu Hud menuju arah Sevilla. Dia memberikan perlengkapan kepada tentara Sula...

Imad Ad-Daulah bin Hud

Dia adalah salah satu penguasa Andalusia pada tahun lima ratusan. Dia berasal dari keluarga kerajaan yang menguasai Andalusia Timur. Ketika orang-orang Mulatstsamun menguasai Andalusia, Yusuf bin Tasyifin membiarkan Ibnu Daud. Ketika Ali bin Yusuf berkuasa setelah ayahnya, para menterinya menyarankan untuk mengambil kekuasaan dari Ibnu Daud. Mereka berkata kepadanya, “Harta-harta Al Mustanshir Al Ubaidi yang ada di Mesir berpindah ke tangan Bani Hud semuanya.” Mereka berkata, “Agama menyuruhmu mengalahkan mereka karena mereka berdamai dengan bangsa Romawi.” Kemudian Ali bin Yusuf mengutus Amir Abu Bakar bin Tiflut memimpin pasukan. Imad Ad-Daulah berlindung di Ruthah79 dan menulis surat kepada Ali bin Tasyifin mengajak berdamai. Imad Ad-daulah berkata, “Ayahmu telah memberi teladan baik kepadamu. Kami tahu konsekuensi buruk dari tindakanmu. Allah menjadi sandaran bagi orang yang bersamaku. Cukuplah bagi kami Allah.” Kemudian Ali bin Yusuf memerintahkan untuk tidak menyerang. Tidak la...

Qadhi Al Marastan

Dia adalah seorang syaikh, imam, alim, juga seorang pakar dalam ilmu waris, seorang tokoh di masanya, nama lengkapnya adalah Al Qadhi Abu Bakar Muhammad bin Abdul Baqi bin Muhammad bin Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ar-Rabi’ bin Tsabit bin Wahab bin Masyja’ah bin Al Harits bin Abdullah bin Ka’ab bin Malik bin Amr Al Qain Al Khazraji As-Sulami Al Anshari Al Baghdadi. Dia dilahirkan pada tahun 442 H. Abu Musa Al Madini berkata, “Al Qadhi Abu Bakar adalah imam dalam beberapa disiplin ilmu. Dia berkata, ‘Aku hafal Al Qur`an pada umur tujuh tahun. Tak ada ilmu yang tidak aku pelajari. Aku berhasil menguasai hampir seluruh ilmu kecuali nahwu. Aku sedikit menguasainya. Aku tidak tahu bahwa aku telah menyia-nyiakan waktuku dalam senda gurau dan main-main’.” Pada suatu saat dia pergi dan ditawan oleh orang Romawi. Dia ditawan selama satu setengah tahun. mereka mengikat dan mengurungnya. Mereka ingin dia keluar dari agamanya. Dia menolak. Dia belajar tulisan Romawi dari mereka...

Al Abdari

Dia adalah seorang syaikh, imam, satu-satunya hafizh di negerinya, Dia bernama Abu Amir Muhammad bin Sa’dun bin Murajja Al Qursyi Al Abdari Al Mayurqi Al Maghribi Azh-Zhahiri. Dia tinggal di Baghdad. Dilahirkan di Cordoba. Dia bagaikan lautan ilmu jika bukan karena dia mengikuti paham tajsim (paham bahwa Allah memiliki tubuh seperti makhluk). Semoga Allah merahmatinya. Al Qadhi Abu Bakar di dalam Mu’jamnya berkata, “Abu Amir Al Abdari adalah orang paling cerdas yang pernah ku temui.” Ibnu Nashir berkata, “Dia seorang alim yang cerdas dan senantiasa hidup dalam kefakiran.” Ibnu Asakir berkata, “Al Abdari adalah orang yang paling hafizh yang pernah aku temui. Dia seorang ahli fikih madzhab Daud. Diceritakan bahwa dia datang ke Damaskus pada masa Abu Al Qasim bin Abu Al Ala`. Aku belajar darinya. Dia menyebut Imam Malik dan berkata, “Orang yang sangat bodoh sekali.” Dia mencela Hisyam bin Ammar. Aku belajar darinya kitab Al Amwal karangan Abu Ubaid. Dia berkata, “Ada pendapat ya...

Syams Al Muluk

Dia adalah penguasa Damaskus, Syams Al Muluk Ismail bin Buri bin Al Atabik Thughtikin At-Turki. Dia berkuasa setelah ayahnya pada bulan Rajab tahun 526 H. Dia seorang pahlawan pemberani dan berwibawa seperti para pendahulunya, tapi dia seorang yang tak kenal belas kasih dan sewenang-wenang. Dia membebaskan Baniyas dari bangsa Eropa dalam tempo dua hari. Para pengikut Ismailiyyah menjual Baniyas kepada bangsa Eropa sejak tujuh tahun lalu. Syams Al Muluk membeli negeri mereka dan mengusir bangsa Eropa dari sana. Kemudian dia bertolak untuk mengepung saudaranya di Ba’albak. Dia bertempur di Hamah yang masih menjadi kekuasaan Atabik Zanki dan akhirnya menguasainya. Dia menulis surat kepada Al Atabik Zanki agar dia menyerahkan Damaskus kepadanya. Ibunya Zumurrud dan para amir merasa takut. Ibunya berencana untuk membunuh Syams Al Muluk karena dia mengancam akan membunuh dirinya. Bangsa Eropa takut kepada Syams Al Mulk karena dia pernah mengalahkan mereka, mencabik-cabik, dan mengancam...

Taj Al Muluk

Dia adalah penguasa damaskus, Taj Al Muluk Buri putra penguasa Damaskus Atabik Thughtikin, mantan budak Sultan Tutusy As-Saljuqi. Berkuasa setelah ayahnya pada tahun 520 H. Dia sosok yang pemurah dan mulia. Dia mempunyai peran besar dalam menumpas aliran Ismailiyyah. Dia dilahirkan pada tahun 478 H. Ketika Ibnu Shabbah, penguasa Al Alamut, tahu apa yang terjadi dengan para pengikutnya yang mengikuti paham Ismailiyyah di Damaskus, dia marah. Dia menugaskan orang untuk membunuh Taj Al Muluk. Dia menunjuk dua orang dengan berseragam tentara. Keduanya bergabung dengan sekelompok orang yang di antaranya adalah tentara. Keduanya berpura-pura mengaku dari Salhadanah. Mereka menerima keduanya. Akhirnya kedua utusan tersebut menikam dan membunuh Taj Al Muluk. Abu Ya’la Al Qalanisi berkata, “Mereka membunuh Taj Al Muluk pada bulan Jumadil Akhirah tahun 525 H. Salah seorang menyerang kepalanya dengan pedang dan mengenai lehernya. Yang satunya lagi menusuk pinggangnya denga pisau hingga ...

Ar-Rasyid Billah

Dia adalah Amirul Mukminin Abu Ja’far Manshur bin Al Mustarsyid Billah Al Fadhl bin Ahmad Al Abbasi. Dilahirkan pada bulan Ramadhan tahun 502 H. Sebuah pendapat mengatakan bahwa dia dilahirkan dalam keadaan bisu. Kemudian dia bisa bicara karena diobati dengan suatu alat dari emas.  Dia diangkat menjadi pangeran pada tahun 513 H dan diangkat menjadi Khalifah pada bulan Dzul Qa’dah tahun 529 H. Dia orang yang berkulit putih, menyenangkan, dan rupawan. Dikatakan bahwa di rumah Khalifah ada seekor rusa menyerangnya di taman. Pengawal menaklukkan rusa tersebut dan memegang kedua tanduknya. Dia mengambil gergaji dan memotong kedua tanduk rusa itu. Ar-Rasyid adalah orang yang baik prilakunya, selalu membela keadilan, fasih ucapannya, gemar bersastra dan bersyair. Hari-harinya tidak panjang hingga dia pergi ke Mosul, Azerbaijan dan kembali ke Asfahan. Dia tinggal di pintu kota Asfahan bersama Sultan Daud untuk mengepung kota itu. Di sana, dia dibunuh oleh orang-orang atheis. Sete...

Al Mustarsyid Billah

Dia adalah Amirul Mukminin Abu Manshur  Al Fadhl bin Al Mustazhhir Billah Ahmad bin Al Muqtadi bi Amrillah Abdullah bin Muhammad bin Al Qa‘im Abdillah bin Al Qadir Al Qurasyi Al Hasyimi Al Abbasi Al Baghdadi. Dia lahir pada tahun 486 H, pada masa pemerintahan kakeknya Al Muqtadi. Dia mendapat julukan pangeran pada saat masih dalam buaian.  Dia mempunyai tulisan bagus, karangan yang menarik dan puisi yang indah dengan keagamaan dan pendapat yang cerdas. Dia orang yang murah hati, pemberani, punya jiwa kepemimpinan dan tiada bandingannya. Ibnu An-Najjar berkata, “Dia orang yang murah hati, berwibawa dan berani. Hari-harinya tidak diwarnai dengan pemberontakan. Dia terjun sendiri untuk meredam gejolak. Karena dia terjun langsung, pada suatu hari dia ditawan dan meninggal di tangan para atheis. Dia juga pernah belajar hadits.” Ibnu An-Najjar berkata, “Zainul Umana` mengabarkan kepada kami dari Muhammad bin Muhammad Al Iskafi, imam wazir, berkata, ‘Ketika kami bersama Al ...

Al Batha‘ihi

Dia adalah menteri negeri Mesir daulah Ubaidiyyah, namanya adalah Al Malik Abu Abdillah Al Makmun bin Al Batha‘ihi. Di antara kisahnya adalah bahwa ayahnya seorang pemberi khabar negeri Irak bagi orang-orang Mesir. Dia adalah pengikut paham Ar-Rafidhah. Ayahnya meninggal dan Al Makmun hidup dalam kefakiran. Dia adalah kuli di sebuah pasar di Mesir. Pada suatu kesempatan, dia masuk ke rumah Al Afdhal Amir Al Juyusy bersama kuli-kuli yang lain. Al Afdhal berpendapat bahwa dia adalah pemuda yang menyenangkan dan cepat gerakannya. Al Afdhal bertanya, “Siapa ini?” Pengawalnya menjawab, “Dia adalah anak fulan.” Al Afdhal mempekerjakannya sebagai pembantu bersama yang lain, hingga dia mencapai kemajuan dan peningkatan. Reputasinya menjadi lebih baik di hadapan Raja. Dialah yang menggagalkan usaha Al Amir Billah untuk membunuh Amir Al Juyusy. Dia ditunjuk menggantikannya. Dia adalah sosok yang terhormat, pemberani, pandai mengelola uang, pengucur darah dan tokoh penting. Dia menyuruh saudara...

Ibnu Tumart

Dia adalah Seorang ahli fikih, ushul, seorang yang zuhud, julukannya adalah Asy-Syaikh Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah bin tumart Al Barbari Al Mashmudi Al Harghi. Dia muncul di Maroko, mengaku sebagai keturunan Ali dari Hasan, dia adalah Imam Mahdi yang ma’shum dan dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin Hud bin Khalid bin Tamam bin Adnan bin Shafwan bin Jabir bin Yahya bin Rabah bin Yasar bin Al Abbas bin Muhammad bin Al Hasan bin Al Imam Ali bin Abu Thalib. Dia pergi dari Sus Al Aqsha menuju timur. Dia menunaikan ibadah haji, belajar fikih dan menguasai beberapa disiplin ilmu. Dia adalah sosok yang gemar menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dia orang yang besar jiwanya, berani, berwibawa, pejuang kebenaran, bersikeras untuk mendapat kekuasaan, dan menyimpang dalam kepemimpinannya. Dia sosok yang berwibawa, agung, dan disegani. Para pengikutnya mematuhinya. Mereka menguasai banyak kota dan mengalahkan banyak raja. Dia belajar dari Ilkiya Al Harrasi dan Ab...

As-Sulthan

Dia adalah penguasa Irak, Mughits Ad-Din Mahmud bin As-Sulthan Muhammad bin Malik Syah bin Alb Arsalan. Dia berkuasa setelah ayahnya pada saat masih muda pada awal tahun 512 H. Dia orang yang pandai dan cerdas. Dia mempunyai pengetahuan tentang ilmu Nahwu. Dia sangat cinta dengan ilmu dan mengerti tentang sejarah. Daulah Bani Saljuk melemah pada akhir pemerintahannya. Pamannya Sultan Sanjar lebih tinggi derajatnya daripadanya. Dia meninggal di Hamadzan pada bulan Syawal tahun 525 H. ----------- siyar alam an-nubala pustakaazzam.com

Thughtikin

Dia adalah Al Malik Abu Manshur Thughtikin Al Atabik, penguasa Damaskus, salah seorang Amir Sultan Tutusy bin Alb Arsalan dari dinasti Turki Saljuk. Sultan Tutusy terbunuh dan digantikan oleh putranya Duqaq. Tughtikin menjadi panglima garda depan Sultan Duqaq. Kemudian dia menjadi berkuasa setelah Duqaq. Dia adalah orang yang murah hati, pemberani, berwibawa, pejuang melawan bangsa Eropa dan pengawal keadilan. Dia dijuluki Zhahir Ad-Din. Abu Ya’la Al Qalanisi berkata, “Tughtikin sakit, berat badannya turun dan meninggal pada tahun 522 H. Kematiannya membuat orang bersedih menangis, mengharukan hati dan menggetarkan jiwa.”  Aku katakan, “Andaikata Allah tidak menciptakan Thughtikin sebagai pembela Islam melawan pasukan Eropa, maka mereka akan menguasai Damaskus. Dia telah berkali-kali mengalahkan pasukan Eropa. Tentara Mosul telah menyelamatkanya bersama Maudud dan Al Bursuqi.” Ibnu Al Atsir berkata, “Putra pertamanya Taj Al Muluk berkuasa setelahnya.” Ibnu Al Jauzi berkat...

Amir Al Juyusy

Dia adalah Al Malik Al Afdhal Abu Al Qasim Syahinsyah bin Al Malik Amir Al Juyusy Badr Al Jamali Al Armini. Ayahnya adalah seorang pejabat di Akka. Dia berjalan menuju pesisir untuk merenovasi negeri Al Mustanshir Al Ubaidi dan menguasai daerah itu. Dia membasmi banyak Amir dan raja-raja menyerangnya hingga dia meninggal. Putranya (Al Afdhal) menggantikan posisinya. Dia adalah tokoh besar. Dia membunuh Nazar putra Al Mustanshir seorang da’i Bathiniyyah dan Atabik Aftakin penguasa pelabuhan. Dia adalah pahlawan pemberani, berwibawa dan mempunyai derajat tinggi. Ketika Al Musta’li meninggal, kepemimpinan dipegang oleh putranya Al Amir. Al Amir adalah sosok fasik. Dia beberapa kali berusaha membunuh Al Afdhal. Dia mengutus orang untuk membunuhnya hingga mereka berhasil melukainya. Al Amir datang ke Al Afdhal menaruh belas kasihan kepadanya atas apa yang terjadi padanya. Ketika Al Afdhal meninggal, Al Amir mengambil semua hartanya. Al Amir tinggal di rumah Al Afdhal selama empat puluh ...

Al Qalanisi

Dia adalah seorang imam agung, gurunya para qari, Abu Al Izz Muhammad bin Al Husain bin Bundar Al Wasithi Al Qalanisi, seorang penulis kitab-kitab qira‘at. Dia dilahirkan pada tahun 435 H. As-Sam’ani berkata, “Banyak orang dari penjuru negeri yang berguru kepadanya. Aku mendengar Abdul Wahhab Al Anmathi menjelek-jelekkannya dan menisbatkannya ke kelompok Ar-Rafidhah.61 Kemudian aku menemukan Abu Al Izz mempunyai bait-bait tentang keutamaan sahabat.  Aku berpendapat, “Al Qalanisi mengambil emas (upah) untuk mengajar qira`at sepuluh.” Ibnu An-Najjar berkata, “Aku mendengar Ahmad Al Bandaniji berkata, ‘Aku bertanya kepada Abu Ja’far Ahmad bin Ahmad bin Al Qash, ‘Apakah kamu belajar qira`ah dari Abu Al Izz?’ Dia menjawab, ‘Ketika dia datang ke Baghdad, aku ingin belajar qira`ah darinya. Dia meminta emas (upah) dariku.’ Aku (Ibnu An-Najjar) berkata, ‘Demi Allah sesungguhnya aku sanggup membayar. Tapi aku takkan memberimu upah untuk belajar Al Qur`an. Jadi, aku tidak belajar qi...